Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Budaya

Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi DerridaDekonstruksi Derrida

Rusman

Rusman·6 September 2026·1 menit baca

Bagikan
Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida

Orisinalitas teoretis saya tampak jelas pada keberatan eksplisit saya terhadap pemikiran postrukturalis Jacques Derrida. Saya berargumen bahwa Teori Dekonstruksi Derrida gagal membedakan secara tegas batas epistemologis antara “kontradiksi” dan “paradoks”.

Bagi Derrida, kontradiksi linguistik melahirkan aporia—sebuah titik buntu makna yang tidak terselesaikan dan membiarkan teks hancur di dalam dirinya sendiri.

“Teori Dekonstruksi Derrida tidak sampai kepada perbedaan ‘paradoks’ dan ‘kontradiksi’. Derrida mengotot membahas kontradiksi sebagai oposisi biner atau aporia belaka. Saya mengembangkan paradoks dalam Semiotika saya.”

Bagi saya, paradoks tidak boleh dipandang sebagai kebuntuan destruktif, melainkan sebuah entitas produktif. Paradoks adalah titik pijak dialektis yang justru memicu penjelajahan hermeneutis guna melahirkan sintesis makna yang lebih kaya dan utuh.

5 September 2026
(Narudin Pituin)

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaBotok: Makanan Tradisional Jawa yang Sederhana tapi Bergizi TinggiSelanjutnyaPascakongres 2026: SATUPENA dan Masa Depan Profesi Penulis di Era AI

Lainnya di Budaya

Lihat semua
380 Juta Yen untuk “Ianfu”: Ketika Penyelesaian Negara Tidak Sampai kepada Penyintas
Politik-Keamanan

380 Juta Yen untuk “IanfuIanfu”: Ketika Penyelesaian Negara Tidak Sampai kepada Penyintas

16 Oktober 2026 · 9 menit baca

Di Bawah Asuhan Gontor
Sosial

Di Bawah Asuhan GontorGontor

24 September 2026 · 6 menit baca

Botok: Makanan Tradisional Jawa yang Sederhana tapi Bergizi Tinggi
Budaya

Botok: Makanan Tradisional JawaMakanan Tradisional Jawa yang Sederhana tapi Bergizi Tinggi

9 September 2026 · 2 menit baca

Terpopuler

  1. 01380 Juta Yen untuk “Ianfu”: Ketika Penyelesaian Negara Tidak Sampai kepada Penyintas
  2. 02Membaca Masa Depan Ekonomi Indonesia Sesudah 10 Tahun di Bawah Jokowi
  3. 03Revolusioner yang Tak Pernah Selesai dengan Republik
  4. 04Memahami Evolusi Pemikiran Politik Sukarno dalam Hubungan Indonesia-Tiongkok (1956-1965)
  5. 05Njoto, Intelektual PKI, Penggerak Pers, dan Tokoh yang Tersisihkan Menjelang G30S 1965

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents