About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Culture

Botok: Makanan Tradisional JawaMakanan Tradisional Jawa yang Sederhana tapi Bergizi Tinggi

Rusman

Rusman·9 September 2026·2 min read

Share
Botok: Makanan Tradisional Jawa yang Sederhana tapi Bergizi Tinggi

Mbok ya milih menu makan MBG itu yang kreatif dan inovatif, jangan yang itu itu saja. Mustika rasa nusantara itu kan kaya dan beragam. Antara lain Botok. Salah saru menu yang mulai hilang dari ingatan kolektif masyarakat.

Botok adalah makanan khas Jawa yang terbuat dari bahan utama parutan kelapa muda dicampur aneka lauk, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Rasanya gurih, aromanya khas, dan proses masaknya 100% alami tanpa pengawet.

Di desa-desa Jawa Tengah dan  Jawa Timur, botok udah jadi “lauk sejuta umat” sejak dulu. Murah, ngenyangin, dan bisa buat bekal ke sawah.

1. Isi Botok itu Apa Saja?
Isian botok fleksibel, tergantung daerah dan selera. Yang umum:
– Bahan utama: Kelapa parut muda
– Lauk: Ikan teri, ikan pindang suwir, tempe, tahu, udang, atau telur puyuh
– Sayur: Daun singkong, daun kenikir, jantung pisang, atau pepaya muda
– Bumbu: Bawang merah, bawang putih, cabai, kencur, ketumbar, gula merah, garam, dan daun salam
Semua diaduk jadi satu. Rasanya: gurih dari kelapa + pedas + ada segarnya dari daun-daunan.

2. Bungkus  dan Cara Membuatnya
Ciri khas botok = dibungkus daun pisang. Fungsinya biar aroma daun pisang masuk ke masakan pas dikukus.

Cara buat sederhana:
1. Campur semua bahan: Kelapa parut + lauk + sayur + bumbu halus. Aduk rata, koreksi rasa.
2. Bungkus: Ambil 2-3 sendok adonan, letakkan di atas daun pisang yang sudah dilayukan di atas api biar lentur. Bungkus bentuk persegi panjang, semat dengan lidi.
3. Kukus: Kukus selama 30-45 menit sampai matang dan daunnya berubah warna.
4. Siap Saji: Botok paling enak dimakan hangat.

3. Cara Makannya
Makan botok paling pas dengan  nasi hangat + sambal + kerupuk. Buka bungkus daun pisangnya, cium dulu aromanya. Terus penyet sama nasi. Kuah dari kelapa dan bumbu meresap ke nasi. Rasanya nampol banget.
Di kampung, botok juga sering jadi bekal ke ladang karena tahan 1 hari.

4. Coocok Gak Buat Program MBG?
Sangat cocok. Alasannya:
1. Bergizi seimbang: Ada karbohidrat dari nasi, protein dari ikan/tempe/telur, serat dan vitamin dari sayur + kelapa, lemak baik dari kelapa.
2. Ekonomis: Bahan lokal, murah, mudah didapat di pasar/tani. 1 bungkus bisa Rp 3.000 – Rp 5.000
3. Praktis dan Higienis: Bungkus daun pisang ramah lingkungan, tidak perlu plastik. Tahan lama dan aman dibawa.
4. Edukasi budaya: Anak-anak jadi kenal makanan leluhur, bukan cuma nugget dan sosis.
5. Tanpa pengawet: Dikukus, jadi lebih sehat untuk anak sekolah.

Catatan untuk MBG: Variasikan isi botoknya tiap hari. Senin botok tempe, Selasa botok ikan, Rabu botok telur. Biar anak nggak bosen.

Kesimpulan:
Botok itu bukan cuma makanan. Dia simbol kearifan lokal Jawa: memanfaatkan yang ada di kebun, masak sederhana, bergizi, dan mengenyangkan. Kalau masuk MBG, ini bisa jadi “lauk kebanggaan daerah”.

Penulis: Kordinator AMPB (Aliansi Masyarakat Pembuat Botok) Jakarta

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

NextRedefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida

More in Culture

View all
Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
Culture

Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi DerridaDekonstruksi Derrida

6 September 2026 · 1 min read

Pascakongres 2026: SATUPENA dan Masa Depan Profesi Penulis di Era AI
Culture

Pascakongres 2026: SATUPENA dan Masa DepanMasa Depan Profesi Penulis di Era AI

14 August 2026 · 9 min read

Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku
Society

Anak Sekarang Tidak Suka Baca BukuBaca Buku

14 August 2026 · 1 min read

Most Read

  1. 01Botok: Makanan Tradisional Jawa yang Sederhana tapi Bergizi Tinggi
  2. 02Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  3. 03Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  4. 04Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  5. 05Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents