About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Geopolitics

Berakhirnya Diplomasi Basa-BasiDiplomasi Basa-Basi Cina

Rusman

Rusman·26 July 2025·2 min read

Share
Berakhirnya Diplomasi Basa-Basi Cina

0.1
Dalam pertemuan tingkat tinggi Cina dengan Uni-Eropa, Presiden Xi Jinping meninggalkan ruangan pertemuan dan mengatakan jika daripada mencari kemitraan rupanya orang eropa lebih memilih jalan perang dan mengembek saja pada perintah AS.

“Eropa harus pandai memilih jangan sampai muncul gesekan yang tidak dikehendaki”

Ia melemparkan pernyataannya setelah Ursula Leven mengangkat isu bantuan Cina terhadap Rusia di perang Ukraina dan meminta Cina fair dalam perdagangan dengan eropa.

Xi sekali lagi menghindari omong kosong dan omong besar dalam pertemuan yang menurutnya harus menghasilkan satu resolusi bersama Cina dan Eropa.

0.2
Thailand menyerang Kamboja dalam perseteruan lama batas-batas wilayah antar kedua negara. Kali ini Kamboja tidak mengalah, mereka membalas dan saling serang terjadi dengan Thailand memerintahkan pengusiran duta besar Kamboja dan menutup perbatasannya.

Ada dua hal yang bisa kita angkat, pertama bahwa ASEAN yang telah berdiri sejak 1967 pada akhirnya tidak dapat mencegah kawasan ini pecah konflik bersenjata sesama anggotanya. Pada saat yang sama ASEAN mendeklarasikan lima tahun ke depan sebagai era integrasi komunitas-politik, komunitas-ekonomi, dan komunitas-sosiokultur.

Kedua, bahwa Kamboja adalah negara yang dipilih dikunjungi pertama kali oleh Xi Jinping dalam rangkaian kunjungan inagural tahunannya ke tiga negara ASEAN lainnya yaitu Malaysia, dan Vietnam. Cina melihat bila ketiga negara di Teluk Thailand adalah mitra penting mereka dalam inisiatif ekonomi dan keamanan. Cina melihat Kamboja yang memiliki akses ke teluk Thailand adalah jalan bagi negara mereka mengembangkan jalur perhubungan darat Cina-Laos-kamboja.

Singkat cerita Cina mesti memprediksikan kemungkinan pecahnya konflik terbuka Thailand-Kamboja dan pada kasus ini mereka mesti segera menempatkan bantuan militernya kepada Kamboja dalam konfliknya dengan Thailand. Ini karena Thailand sendiri memiliki hubungan yang dekat dengan militer AS dan Inggris dan Cina tidak ingin berbasa-basi kemungkinan Kamboja menjadi negara gagal yang dengan begitu mudah dimanfaatkan untuk mengganggu stabilitas Cina.

Cina melakukan apa yang telah mereka lakukan dengan membantu Pakistan pada konflik Kashmir dengan India bulan lalu. Yang juga akan dilakukannya pada Iran dalam kemungkinan konflik mereka ke depan dengan Israel atau AS.

0.3
Cina hari ini adalah Cina yang benar-benar terbuka mendeklarasikan sikap politik ekonominya. Mereka tidak lagi dalam posisi berbasa-basi sebagaimana strategi Tsun Zu. Jika anda kuat maka tunjukkan saja kalau anda kuat agar orang tidak bermain-main dengan anda.

Andi Hakim, Pemerhati Perkembangan Internasional

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousMassa Free Palestine Network (FPN) Kepung Kedubes Mesir, Tuntut Gerbang Rafah Dibuka SepenuhnyaNextKemitraan Strategis Indonesia-Inggris Tidak Boleh Menjadi Agenda Tersembunyi Strategi Global AS-Inggris

More in Geopolitics

View all
Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
Analysis

Demo 27 AgustusDemo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

27 August 2026 · 2 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Botok: Makanan Tradisional Jawa yang Sederhana tapi Bergizi Tinggi
  2. 02Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  3. 03Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  4. 04Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  5. 05Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents