Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Timur Tengah

Benturan di Suriah SelatanSuriah Selatan

Rusman

Rusman·19 Juli 2025·2 menit baca

Bagikan
Benturan di Suriah Selatan

0.1
Ada tiga Komunitas bertikai di Suriah pasca jatuhnya pemerintahan Bashar Assad dan penunjukkan sepihak mantan komandan ISIS Abd Jounali selaku Presiden Interm Suriah yang mengubah namanya menjadi Ahmad Hussein Asshara.

Mereka adalah Komunitas Druze yang berbenturan dengan Komunitas Badui Suriah yang bermadzhab Sunni di wilayah Suriah Selatan meliputi Dataran Tinggi Golan. Konflik kelompok minoritas Alawite dengan komunitas Sunni di Suriah tengah Damascus dan di wilayah utara pasukan Kurdi-Suriah bergerak mendekati perbatasan Turki-Suriah.

0.2
Posisi pemerintah interm Joulani yang dasarnya didukung oleh kelompok militan wahabi adalah membantu kelompok-kelompok Suni untuk menyerang komunitas Alawite, Druze, dan Kurdi. Joulani mengirimkan pasukannya ke Suwayda untuk menghentikan perlawanan kelompok Druze pada saat yang sama ia berpikir akan dapat menyelesaikan persoalan Suriah Utara dengan milisi Kurdi karena merasa bahwa pemerintahanya di dukung Ankara-Turki yang anti kemerdekaan Kurdi.

0.3
Sejak jatuhnya pemerintahan Assad dan struktur tentara Suriah Arab Army (SAA) melalui operasi militer cepat yang dikoordinasikan AS bersama Israel-Turki dan ISIS maka kekuatan penyatu di Suriah sebenarnya telah hancur. Suriah adalah negeri di wilayah Syam (Levan) dengan keberagaman etnis dan agama yang sudah mengalami perdamaian dan konflik ribuan tahun. Mereka memiliki satu titik temu bersama yaitu militer. Tentara Suriah sampai pemerintahan Bashir Al Assad dibentuk sebagai rendevouz bagi bermacam-macam etnis dan kepercayaan.

Ikatan ini rusak dengan masuknya naiknya Joulani sebagai Presiden interm dan pengikut-pengikutnya di ISISnya melakukan perombakan di tubuh militer.

Rontoknya perlawanan tentara SAA yang terlalu cepat melawan agresi AS-ISrael-Turki dan menghadapi ISIS di darat membuat Rusia dan Iran menahan diri untuk tidak terlibat langsung membela pemerintahan Assad. Rusia dan Iran menilai Assad dan SAA terlalu mudah menyerah melawan operasi militer.

Tujuan dari intervensi AS-Israel-Turki adalah memecah belah wilayah Suriah menjadi Wilayah Utara yang akan dikuasai Turki, Wilayah Selatan termasuk Dataran Golan dikuasai Israel, dan Wilayah Timur yang dikuasai AS karena ladang minyak.

0.4
Konflik di distrik Suwaydah menunjukkan bahwa koalisi AS-Israel-Turki dan ISIS rupanya kesulitan menemukan titik temunya.

Masuknya tentara pendukung Presiden Interm Suriah ke wilayah Suwaydah untuk mendukung komunitas Badui Sunni melawan komunitas Druze bagi Israel dianggap ancaman yang akan menggangu mereka mengokupansi total Dataran Tinggi Golan.

Sementara pergerakan milisi Kurdi ke wilayah Utara perbatasan dengan Turki sudah pasti untuk menghadapi kemungkinan intervensi tentara pendukung Joulani bekerja sama dengan Turki akan mengambil alih wilayah yang telah mereka kuasai sejak pecahnya konflik di Suriah. AS tentu saja ada di belakang mereka.

Jadi ketika kemarin kita melihat Presiden Turki Erdogan mengecam pemboman markas militer Suriah dan Gedung kepresidenan Suriah di Damaskus oleh Israel maka sebenarnya yang demikian adalah tanda dari pecahnya kongsi dari ketiga negara.

Sementara munculnya perlawanan-perlawanan sporadis di seluruh wilayah Suriah terhadap pemerintahan interm Joulani merupakan tanda-tanda dari kebangkitan perlawanan kelompok muda dan rasional Suriah sebagaimana diprediksikan oleh Pemimpin Iran Ali Khamenei.

Andi Hakim, Pemerhati Masalah Internasional

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaJelang AIPA Summit September 2025, ASEAN Harus Tetap Netral dan Independen Dalam Persaingan Pengaruh AS versus Cina di Asia PasifikSelanjutnyaKonflik Iran-Israel: Momentum Indonesia Bangkitkan Kembali Semangat KAA 1955

Lainnya di Internasional

Lihat semua
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analisis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 Agustus 2026 · 3 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analisis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 Agustus 2026 · 6 menit baca

Terpopuler

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents