Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Sains & Teknologi

Serangan SiberSerangan Siber Memanfaatkan Nama Merek Populer Keluarga Meningkat 38% Selama Setahun Terakhir

Rusman

Rusman·16 Mei 2025·5 menit baca

Bagikan
Serangan Siber Memanfaatkan Nama Merek Populer Keluarga Meningkat 38% Selama Setahun Terakhir

Pakar Kaspersky menganalisis ancaman siber yang menggunakan merek-merek populer yang bersegmentasi keluarga, seperti Disney, LEGO, Toca Boca, dan lainnya sebagai umpan penipuan. Riset yang didasarkan pada pemantauan kata kunci terpilih ini mengungkap peningkatan stabil dalam upaya serangan, yang meningkat sebesar 38% dari Q2 2024 hingga Q1 2025.

Telemetri Kaspersky menunjukkan tren peningkatan konsisten dalam jumlah upaya serangan yang mengeksploitasi merek-merek terkait anak-anak dan keluarga. Dimulai dari hanya 89.000 pada Q2 2024, jumlah serangan telah meningkat dari kuartal ke kuartal, mencapai hampir 123.000 pada Q1 2025. Sepanjang periode yang dilaporkan, Kaspersky mendeteksi lebih dari 432.000 upaya serangan.

Di antara merek yang paling sering dieksploitasi selama periode yang dilaporkan adalah LEGO, Disney, dan Toca Boca — semuanya dikenal luas dan dipercaya oleh kalangan anak-anak dan orang tua. Konten bertema LEGO menyumbang sebagian besar serangan, dengan lebih dari 306.000 percobaan, diikuti oleh Disney (62.000) dan Toca Boca (45.000). Paw Patrol dan Peppa Pig juga digunakan sebagai umpan populer, meskipun pada tingkat yang lebih rendah — 12.500 dan 4.900 percobaan serangan. Penjahat siber mengeksploitasi popularitas dan keakraban emosional merek-merek ini untuk mengelabui pengguna agar mengunduh file berbahaya, yang sering kali disamarkan sebagai kartun atau permainan. Semakin populer suatu merek, semakin menarik untuk menjadi daya tarik.

Analisis Kaspersky menunjukkan bahwa upaya serangan paling umum yang menargetkan anak-anak dan keluarga tidak selalu yang paling jelas. Selama periode yang dilaporkan, hampir 400.000 percobaan infeksi dikaitkan dengan Pengunduh (downloaders) — perangkat lunak yang mungkin tampak tidak berbahaya tetapi sering digunakan untuk secara diam-diam mengirimkan aplikasi lain yang berpotensi berbahaya. Pengunduh ini sering kali menyamar sebagai game, video, atau installer yang terkait dengan merek populer, sehingga sangat efektif untuk menipu pengguna.

Lebih jauh lagi, lebih dari 7.800 kasus melibatkan Trojan, yang dapat mencuri data sensitif, memantau aktivitas, atau memberikan akses jarak jauh kepada penyerang. Trojan sangat berbahaya jika disembunyikan di dalam file yang tampaknya tidak berbahaya, seperti cheat atau aplikasi buatan penggemar. Sementara itu, adware menyumbang lebih dari 6.400 percobaan serangan, yang biasanya muncul sebagai game mencolok atau aplikasi video yang membombardir pengguna dengan iklan yang tidak diinginkan, memperlambat perangkat, dan berpotensi membuka pintu bagi ancaman tambahan.

Sebagai bagian dari analisis, peneliti Kaspersky mengidentifikasi beberapa situs web penipuan dan phishing yang meniru desain dan merek perusahaan yang populer. Salah satu contoh adalah halaman phishing yang dibuat menyerupai situs web resmi Tokyo Disney Resort. Penipuan semacam itu sering kali tidak dapat dibedakan dari halaman yang sah pada pandangan pertama, dengan satu-satunya perbedaan adalah URL situs web tersebut. Situs penipuan menawarkan kepada pengguna kesempatan untuk “membeli” tiket taman hiburan, sama seperti yang asli, dan meminta mereka untuk memasukkan informasi pribadi dan pembayaran. Namun, alih-alih mendapatkan rekreasi di taman hiburan, para korban justru mengalami pencurian rincian kartu perbankan mereka.

Penemuan lain yang ditemukan oleh peneliti Kaspersky melibatkan penipuan yang mengeksploitasi nama MrBeast — selebritas YouTube yang banyak diikuti oleh anak-anak dan remaja, dan terkenal karena memberikan hadiah mahal seperti gawai, uang, dan bahkan rumah. Penjahat siber membuat halaman phishing yang menjanjikan “hadiah gratis dari MrBeast,” termasuk kartu hadiah digital untuk platform seperti Roblox, Xbox, dan PlayStation. Situs tersebut meminta pengguna untuk memilih hadiah mereka dan menyelesaikan tugas yang tampaknya tidak berbahaya untuk mengklaimnya. Untuk meningkatkan urgensi, penghitung waktu mundur ditampilkan, mendesak pengunjung untuk “menyelesaikan aktivitas yang disponsori” dalam waktu terbatas untuk membuka kode hadiah terakhir.

Seluruh proses ini merupakan taktik yang dirancang untuk mengarahkan korban ke halaman penipuan sebenarnya. Akhirnya, pengguna diminta membayar sedikit biaya komisi untuk mengklaim “hadiah” mereka. Namun, setelah mengirimkan pembayaran, korban mungkin tidak mendapatkan hadiah apa pun dan berisiko kehilangan uang.

“Penjahat siber adalah ahli manipulasi emosi — dan hampir tidak ada yang lebih emosional daripada konten yang dipercaya dan disukai anak-anak. Dengan meniru merek populer atau influencer seperti MrBeast, penyerang menciptakan rasa keakraban dan kegembiraan yang menurunkan kewaspadaan pengguna. Itulah mengapa penting bagi orang tua untuk tetap mendapatkan informasi dan mengajari anak-anak cara mempertanyakan penawaran yang ‘terlalu bagus untuk menjadi kenyataan’ sebelum mengklik,” komentar Evgeny Kuskov, Pakar Keamanan di Kaspersky.

Untuk menjaga anak-anak Anda tetap aman saat daring, Kaspersky menyarankan hal berikut:Sangat penting bagi orang tua untuk berkomunikasi secara terbuka dengan anak-anak mereka tentang potensi risiko yang mungkin dihadapi secara daring dan untuk menegakkan pedoman ketat guna memastikan keselamatan mereka.

  • Untuk mengamankan anak Anda dari mengunduh file berbahaya apa pun selama bermain gim, kami menyarankan orang tua untuk memasang solusi keamanan tepercaya, seperti Kaspersky Premium, di perangkat mereka.
  • Dengan tetap mendapatkan informasi tentang ancaman terbaru dan secara aktif memantau aktivitas daring anak-anak, orang tua dapat menciptakan lingkungan daring yang lebih aman bagi anak-anak mereka.
  • Untuk membantu orang tua memperkenalkan anak-anak mereka pada keamanan siber di tengah lanskap ancaman yang terus berkembang, para ahli Kaspersky telah mengembangkan Alfabet Keamanan Siber Kaspersky dengan konsep-konsep utama dari industri keamanan siber. Dalam buku ini, anak-anak Anda akan mengenal teknologi baru, mempelajari aturan utama kebersihan siber, mengetahui cara menghindari ancaman daring, dan mengenali penipuan. Setelah membaca buku ini bersama-sama, Anda akan yakin bahwa anak Anda tahu cara membedakan situs web phishing, cara kerja VPN dan kode QR, dan bahkan apa itu honeypot dan enkripsi serta perannya dalam keamanan siber modern. Anda dapat mengunduh buku pdf secara gratis dan mempelajari dasar-dasar keamanan siber bersama anak Anda, membangun masa depan yang aman bagi mereka.
  • Dengan aplikasi khusus untuk pengasuhan digital seperti Kaspersky Safe Kids, orang tua dapat secara efektif melindungi anak-anak mereka di ruang daring dan luring. Aplikasi semacam itu membantu orang dewasa memastikan pengalaman digital yang aman dan positif bagi anak-anak, membangun kebiasaan sehat, melindungi dari konten yang tidak pantas, menyeimbangkan waktu layar, dan memeriksa lokasi fisik mereka.
Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaAirBorne: Serangan Pada Perangkat Apple Melalui Kerentanan di AirPlaySelanjutnyaDelapan Langkah untuk Mengamankan Perusahaan Industri

Lainnya di Sains & Teknologi

Lihat semua
Chatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum
Budaya

Chatbot AIChatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum

15 Juli 2026 · 6 menit baca

140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI
Sains & Teknologi

140 Juta Upaya PhishingUpaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI

9 Juli 2026 · 3 menit baca

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026
Sains & Teknologi

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia TenggaraAsia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026

6 Juli 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents