Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Politik-Keamanan

Pesta KabaretPesta Kabaret (Ala Indonesia)

Rusman

Rusman·18 April 2023·1 menit baca

Bagikan
Pesta Kabaret (Ala Indonesia)

Di Amerika biasanya menjelang ulang tahun atau ganti pimpinan/presiden niscaya akan Show of Force yang disertai dengan Jamuan Makan yang diistilahkan dengan sebutan PESTA KABARET, dimana di dalamnya ada jamuan makan besar setelah salah satu pucuk pimpinan berhasil dalam menjalankan Operasi nya dan mendapatkan Baret Kehormatan serta penyerahan secara estafet Tongkat Komando dari pejabat lama ke pejabat yang baru.

Teori lama di atas ini rupanya masih tetap diadopsi dan dipakai di tanah air khususnya dalam kalangan militer guna menaikkan jabatan seseorang yang sudah tentu dengan melakukan sebuah skenario/grand design yang dibuat oleh Tim Rekayasanya agar orang yang diorbitkan bisa berhasil dan ada pahlawan disisi lain yang akan menerima Tanda Kehormatan Militer disertai dengan Kenaikan Pangkat istimewa.

Banyak sekali jenis operasinya. Dulu sewaktu masih ada Timor-Timur, berbagai Operasi dijalankan dan sebagian besar menghantarkan nama-nama besar pejabat militer di tanah air. Begitu pula saat Operasi DOM di Aceh, Sulawesi, hingga Papua.

Merujuk ke peristiwa yang kemarin terjadi, maka kemungkinan besar tidak jauh dari pekerjaan besar Tim Rekayasa yang bekerja sebelumnya guna diaplikasikan di Papua.

Urutannya sebagai berikut:
1. KKB berulah.
2. Anggota TNI/Polri ada yang tewas dan sebagian disandera.
3. Dana taktis turun.
4. Operasi penumpasan jalan dan berhasil gemilang.
5. Pejabat baru NAIK PANGKAT dan dilantik dalam posisi strategis yang baru.
6. Dan seterusnya

Mengingat makin minimnya PROXY WAR – alias Medan Tempur yang digunakan saat ini dan seiring makin terbukanya segala sumber informasi berbasis internet dan dengan makin ketatnya persaingan antarsesama anggota maka di pucuk pimpinan akhirnya terjadi Perang Sandi saling memperebutkan hegemoninya.

Demikianlah adanya. Terima kasih.

Ghuzilla Humeid, Network Associate Global Future Institute (GFI)

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaUpaya AS-NATO Meningkatkan Bantuan Militer dan Tehnologi ke Ukraina, KontraproduktifSelanjutnyaKoalisi Jumbo, Koalisi Galau?

Lainnya di Politik-Keamanan

Lihat semua
Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis
Analisis

Pilpres 2029Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis

9 Juni 2026 · 3 menit baca

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber Diplomacy
Analisis

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber DiplomacyNon-Aligned Cyber Diplomacy

1 Mei 2026 · 9 menit baca

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema Neokolonialisme AS di Indonesia
Analisis

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema NeokolonialismeSkema Neokolonialisme AS di Indonesia

29 April 2026 · 12 menit baca

Terpopuler

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents