Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Internasional

PBB Ungkap 48 Perusahaan Terlibat Genosida di Gaza, FPNFPN: Harus Dilawan dengan Teroganisir!

Rusman

Rusman·4 Juli 2025·2 menit baca

Bagikan
PBB Ungkap 48 Perusahaan Terlibat Genosida di Gaza, FPN: Harus Dilawan dengan Teroganisir!

Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, menanggapi serius laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengungkap keterlibatan 48 perusahaan global dalam mendukung genosida di Gaza, termasuk nama-nama besar seperti Booking.com, Hyundai, hingga Microsoft.

“Kejahatan genosida ini sangat massif, sistemik dan terorganisir, karena itu kita juga harus lawan dengan terorganisir, teepimpin dan berlipat ganda” tegas Furqan AMC, Sekjen FPN.

Laporan dari Francesca Albanese itu mengkategorikan perusahaan-perusahaan berdasarkan perannya. Mulai dari penyedia alat berat penghancuran properti di Palestina, pengawasan masal, hingga penyandang dana lewat obligasi negara dan infrastruktur.

Lockheed Martin misalnya, mereka dilaporkan sebagai pemasok utama pesawat tempur F-35 dan drone ke militer Israel. Ada pun Caterpillar, HD Hyundai, dan Volvo, yang digunakan untuk pemasok mesin berat dalam penghancuran rumah serta ekspansi pemukiman di Palestina.

Sementara soal pengawasan terhadap penduduk Palestina di fasilitasi oleh Alphabet, Amazon, Microsoft, IBM, dan Palantir.

Begitu pun dengan data dan dukungan properti pemukiman ilegal Israel di Palestina melalui Booking.com, Airbnb, dan Expedia.

Lalu ada juga BNP Paribas dan Barclays yang memfasilitasi obligasi pemerintah Israel sehingga menopang finansial militer mereka.

Laporan ini menyebut struktur ekonomi tersebut sebagai “economy of genocide,” karena membantu memperpanjang konflik dan keterlibatan Israel di Gaza.

Menurut Furqan, laporan tersebut membongkar watak kolonial penjajahan Israel yang tidak hanya dilakukan lewat kekerasan militer, tetapi juga lewat dukungan ekonomi berskala global.

“Laporan ini mengkonfirmasi watak kolonial dari penjajahan Israel di Palestina,” ujarnya.

Furqan menegaskan bahwa genosida tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di balik layar industri dan pasar modal.

“Laporan ini membuka realitas pahit bahwa genosida bukan hanya soal senjata, tapi soal struktur ekonomi global yang memungkinkan dukungan terhadap perluasan kekerasan,” jelasnya.

Furqan menilai pentingnya laporan ini sebagai pengingat bahwa perang modern tidak hanya berlangsung dalam kontak fisik, tetapi juga dalam ruang-ruang pengambilan keputusan bisnis.

“Perang pada dasarnya bukan hanya dilakukan di medan tempur, tapi juga di ruang rapat perusahaan dan rak pasar saham,” katanya.

Menanggapi temuan tersebut, FPN menyerukan kepada para investor dan konsumen untuk mengevaluasi kembali posisi mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang disebut dalam laporan PBB tersebut.

“Oleh karena itu FPN merekomendasikan agar investor dan konsumen segera mengevaluasi apakah mereka masih memberikan dukungan pada genosida secara langsung atau tidak, dan bila ya, segera menghentikannya,” tegas Furqan.

Ia juga menekankan pentingnya peran akademisi dan pengamat politik dalam mengawasi dinamika ekonomi yang menopang genosida dan menyuarakan kritik secara terbuka.

“FPN menyeru kepada para akademisi dan pengamat politik untuk mengawasi dinamika ‘ekonomi genosida’ dan peran perusahaan besar, serta menyuarakan secara terbuka isu ini kepada publik,” beber Furqan.

Sebagai langkah konkret, FPN mendesak pemerintah Indonesia agar menindaklanjuti laporan tersebut dengan kebijakan yang jelas dan tegas. “FPN meminta pemerintah Indonesia agar menindaklanjuti laporan ini dalam bentuk kebijakan konkrit agar dapat menghentikan segera genosida di Gaza,” pungkas Furqan.

Laporan PBB yang dirilis awal Juli 2025 itu menjadi pengingat kuat bahwa kekerasan kolonial modern kerap disokong oleh infrastruktur ekonomi yang kompleks—dan bahwa publik, negara, serta sektor pendidikan punya tanggung jawab bersama untuk mengakhirinya.

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaSerangan Israel Ke Iran: Mengancam Prospek Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) dan Menghancurkan Netralitas IAEASelanjutnyaSerangan Israel ke Iran

Lainnya di Internasional

Lihat semua
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analisis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 Agustus 2026 · 3 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analisis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 Agustus 2026 · 6 menit baca

Terpopuler

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents