Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Geopolitik

Mengenal SmokescreenSmokescreen dalam Geopolitik

Rusman

Rusman·14 Maret 2026·3 menit baca

Bagikan
Mengenal Smokescreen dalam Geopolitik

Permenungan Kecil Hari ke-25 Ramadhan 1447

Menurut Merriam-Webster Dictionary, secara harfiah, smokescreen (tabir asap) adalah penghalang fisik berupa asap yang digunakan militer untuk menutupi pergerakan pasukan atau gerak kendaraan dari pengamatan musuh. Dalam praktik pertempuran, asap dilepaskan agar musuh tidak dapat melihat arah manuver sebenarnya.

Tapi dalam arti kiasan, smokescreen kemudian bermakna taktik pengelabuan, di mana narasi atau tindakan yang sengaja dimunculkan untuk menyembunyikan tujuan yang sebenarnya (hidden agenda).

Dalam geopolitik global, istilah ini merujuk pada situasi ketika negara atau aktor politik menampilkan satu alasan/dalih/isu di ruang publik, sementara tujuan strategis yang sesungguhnya berbeda. Dalam bahasa sehari-hari sering diibaratkan: “sein kiri, belok kanan.”

Para analis geopolitik dan penstudi Hubungan Internasional (HI) kerap menunjuk beberapa kasus berikut sebagai contoh bagaimana smokescreen bekerja.

Contohnya:

1. Smokescreen dalam Invasi Irak 2003

Narasi resmi pemerintah Amerika Serikat (AS) saat itu menyatakan bahwa rezim Saddam Hussein di Irak memiliki senjata pemusnah massal atau Weapon-Mass Destruction (WMD) yang dianggap sebagai ancaman global.

Operasi militer pun digelar oleh AS yang kemudian dikenal sebagai 2003 Invasion of Iraq dilancarkan dengan isu tersebut. Namun, setelah invasi berlangsung, senjata pemusnah massal itu tidak pernah ditemukan secara meyakinkan. Oleh sebab itu, sebagian analis geopolitik menilai isu WMD berfungsi sebagai smokescreen bagi tujuan strategis lain, seperti memperkuat pengaruh AS di Timur Tengah, misalnya, atau menjaga stabilitas akses energi (terutama minyak), serta regime change dan merombak konfigurasi politik kawasan.

2. Aneksasi Krimea oleh Rusia 2014

Pada 2014, bahkan di 2022 lalu, Rusia di bawah kepemimpinan Vladimir Putin mencaplok wilayah Crimea dari Ukraina pada peristiwa yang dikenal sebagai Annexation of Crimea by the Russian Federation. Narasi resmi yang disampaikan ialah melindungi warga Rusia dan etnis Rusia di Ukraina. Tetapi, banyak analis melihat alasan tersebut sebagai smokescreen geopolitik, karena Krimea memiliki arti strategis besar bagi Rusia, antara lain sebagai basis armada laut Rusia di Laut Hitam, posisi kunci dalam keseimbangan militer Kawasan, serta upaya mencegah Ukraina semakin dekat (bergabung) dengan NATO.

3. Pembangunan Pulau Buatan di Laut Cina Selatan

Dalam satu dekade terakhir, Cina membangun berbagai pulau buatan di wilayah sengketa seperti Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan. Seperti biasanya, narasi resmi Beijing ialah membangun fasilitas penelitian, navigasi, dan perlindungan nelayan. Akan tetapi, sejumlah negara kawasan seperti Filipina dan Vietnam menilai pembangunan tersebut sebagai smokescreen bagi agenda yang lebih strategis, yakni memperkuat klaim teritorial, membangun fasilitas militer, dan mengontrol salah satu jalur perdagangan laut tersibuk di dunia.

4. “Perang Melawan Teror”: Legitimasi Operasi Militer

Usai tragedi 11 September 2001 di New York yang dikenal dengan nama 9/11 WTC, AS meluncurkan kampanye global yang dikenal sebagai War on Terror alias perang melawan terorisme. Operasi militer besar pun dilakukan oleh AS dan sekutunya, terutama di Afghanistan (2001–2021) dengan tujuan utama memburu jaringan Al-Qaeda.

Lagi-lagi, bagi banyak analis kritis menyebut, narasi memerangi terorisme global kerap dipandang sebagai smokescreen yang juga berfungsi untuk mempertahankan hegemoni militer AS, melegitimasi kehadiran militer di kawasan strategis guna mengamankan kepentingan geopolitik dan sumber daya energi — khususnya minyak.

Penutup

Dari berbagai contoh tersebut terlihat satu pola yang relatif sama. Dalam praktik geopolitik, smokescreen biasanya hadir dalam bentuk narasi yang mudah diterima publik, misalnya, demi stabilitas, atau perlindungan kemanusiaan (HAM), demokratisasi, penegakan hukum, ataupun perang melawan terorisme, isu nuklir dan lain-lain

Narasi tersebut berfungsi membingkai kebijakan di depan publik, sementara tujuan strategis yang sesungguhnya—baik geopolitik, ekonomi, maupun militer—sering berada di belakang layar. Di balik kepulan asap.

Dengan kata lain, dalam banyak kasus geopolitik global, apa yang tampak di permukaan belum tentu menggambarkan kepentingan yang sebenarnya. Dan dalam geopolitik insight, kerap yang terlihat di permukaan hanyalah asapnya, sementara manuver utamanya justru berlangsung di balik tabir.

M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaBerakhirnya Perjanjian New START, Memicu Proliferasi Senjata Nuklir Jepang, Korea Selatan dan TaiwanSelanjutnyaIndonesia Perlu Mendorong Perjanjian New START Berbasis Negosiasi Multilateralisme

Lainnya di Geopolitik

Lihat semua
Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
Analisis

Demo 27 AgustusDemo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

27 Agustus 2026 · 2 menit baca

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analisis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 Agustus 2026 · 10 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

Terpopuler

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents