Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Membaca Turbelensi dan Perang Proksi di NKRINKRI

Rusman

Rusman·1 Juli 2024·2 menit baca

Bagikan
Membaca Turbelensi dan Perang Proksi di NKRI
Prakiraan Singkat Skenario Pasca Pilpres 2024 Dulu. Amandemen UUD 1945 (1999-2002) itu hajatan Barat di bawah kendali Amerika (AS) cq National Democratic Institute (NDI) pimpinan Madane Albright. Sekarang. Setelah 20-an tahun UUD NRI 1945 Produk Amandemen beroperasi yang paling menikmati justru Cina. Inilah kecanggihan smart power-nya Xi Jinping menelikung lewat berbagai program Silk Road atau dikenal Belt and Road Initiative (BRI) yang berbasis panda approuch seperti pemberian utang, misalnya, atau kebijakan Dwi Kewarganegaraan dan lainnya. Xi Jinping menerapkan lebensraum atau teori ruang (living space) dalam Geopolitik dan Geostrategi BRI-nya terutama menyasar pada hajat hidup orang banyak (kesehatan, digital dan lain-lain) dan program infrastruktur di pelbagai belahan dunia. Sebenarnya, AS bukan tidak tahu kondisi faktual yang berkembang. Ia sangat memahami. Maka, baik di dunia maya maupun offline ditebar propaganda dan kontra narasi guna menggiring opini seolah-olah pelaku amandemen UUD 1945 ialah Cina. Salah satu contoh, berbaliknya haluan para die hard Jokowi di ujung masa jabatannya merupakan upaya kontra dimaksud. Ya. Geliat kelompok neoliberal (neolib) ini semata-mata untuk menghambat atau mengkanalisasi agar gerakan kembali ke UUD 1945 tidak membesar serta meluas. “Taktik tendangan pisang”. Kenapa demikian, bahwa UUD Produk Amandemen dengan aneka UU/aturan turunannya justru memberi berbagai keuntungan serta kemudahan bagi asing dan swasta mengeksploitasi hajat hidup orang banyak (vide Pasal 33 Ayat 4 UUD NRI 1945). Bahkan, secara ugal-ugalan. Dalam konteks itu pula, tampilnya beberapa ulama melalui isu negara tanpa partai juga bagian dari kaum neolib menghambat gerak laju isu kembali ke UUD 1945. Tak boleh dipungkiri. Indonesia hari ini, masih merupakan medan tempur (proxy war) antara AS melawan Cina pada satu sisi, sedang di sisi lain, siapa berani menjamin upaya Cina ataupun kontra narasi AS tidak bakal out of control? Bisa jadi, bola proksi ini menggelinding liar. Dan sebelum 20 Oktober 2024, tahap Pelantikan Presiden RI, terjadi turbulensi politik dalam bentuk kekacauan (riot). Kenapa demikian, karena keduanya baik AS maupun Cina tidak memiliki metode kontrol terhadap proxy agents masing-masing. Terlalu banyak isu strategis yang harus ditangani oleh para adidaya di level global, misalnya, konflik Ukraina-Rusia yang tidak kunjung usai; atau, perang Israel Vs Palestina semakin meluas; bangkitnya non-state actors di Timur (Hamas, Hizbullah, Houthi, dan lain-lain); memanasnya situasi di Semenanjung Korea; shock and awe antara Cina Vs Taiwan; atau konflik perbatasan di Laut Cina Selatan yang sampai kini tidak ada akurasi solusi, dan lain-lain. Mencermati kondisi global yang tanpa kepastian di atas, muncul persepsi umum bahwa turbulensi politik di republik ini niscaya pararel dengan kondisi global. Konflik lokal merupakan bagian dari konflik global. Itu sudah jamak di dunia geopolitik. Lantas, peristiwa apa yang bakal terjadi atas nama turbulensi politik? Wallahualamn bissawab. Yang jelas, merujuk berita dari ‘UTARA’ bahwa 2024-2029 merupakan Era Babat Alas bagi bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045 alias Indonesia Mercusuar Dunia. Ini harus tertanam kuat di benak segenap anak bangsa dan tumpah darah Indonesia sebagai kekuatan batin di alam bawah sadar. Hayo, bangkitlah bangsaku! M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaPalestina Bisa Mengikuti Jejak IndonesiaSelanjutnyaBagaimana Membalik Meja Judi Bandar Demokrasi

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analisis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 Agustus 2026 · 3 menit baca

Kita Butuh Mas Botok Sebagai Tokoh Rakyat
Analisis

Kita Butuh Mas BotokBotok Sebagai Tokoh Rakyat

29 Agustus 2026 · 10 menit baca

Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
Analisis

Demo 27 AgustusDemo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

27 Agustus 2026 · 2 menit baca

Terpopuler

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents