Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Timur Tengah

Massa Free Palestine NetworkFree Palestine Network (FPN) Kepung Kedubes Mesir, Tuntut Gerbang Rafah Dibuka Sepenuhnya

Rusman

Rusman·4 Agustus 2025·2 menit baca

Bagikan
Massa Free Palestine Network (FPN) Kepung Kedubes Mesir, Tuntut Gerbang Rafah Dibuka Sepenuhnya

Membawa panci dan peralatan dapur, ratusan massa Free Palestine Network (FPN) mengepung Kedutaan Besar Mesir di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu siang (2/8). Massa FPN menuntut pemerintah Mesir membuka sepenuhnya pintu perbatasan Rafah guna masuknya bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza.

“Kami serukan: buka Gerbang Rafah seluruhnya sekarang juga!” tegas Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC.

“Penutupan gerbang Rafah selama ini oleh pemerintah Mesir adalah bentuk nyata dari kepengecutan politik, ketundukan terhadap tekanan Amerika dan Zionis, serta pengabaian total terhadap nilai-
nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah. Di tengah kelaparan, luka, dan kematian yang melanda Gaza, Mesir memilih menutup gerbangnya—dan dengan itu, menutup pula nurani dan kehormatannya sebagai bangsa besar,” jelas Furqan.

Tampak Massa membentangkan 2 spanduk besar berukuran 6 meter bertuliskan “Egypt, Open The Rafah Gate Now!!” dan “Stop Genocide in Paleatine!!!”.

Selain membentangkan spanduk, massa juga membawa berbagai poster tuntutan di antaranya “Lawan Imperialisme”, “End Imperialism”, “Zionisme = Nazisme”, “Hentikan Genosida” dan “Free Palestine”.

“Kita sengaja melakukan aksi di depan kedubes Mesir untuk menuntut pemerintah Mesir membuka sepenuhnya Gerbang Rafah guna masuknya bantuan pangan dan obat-obatan ke Gaza, jelas Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC.

“Israel berusaha memblokade Gaza sekian lama. Kita ketahui masyarakat Gaza tidak hanya gugur ditembak dan dibom, tapi juga gugur kelaparan dan itu massal. Dan saya kira itu diamati oleh seluruh dunia. Tidak mungkin rasanya kalau orang mengaku saudara lalu diam saja,” tegas Furqan.

“Saudara yang baik adalah saudara yang peduli dengan tetangganya. Kita tahu Mesir adalah tetangga paling utama dari Palestina terutama khususnya Gaza,” kata dia.

Furqan menyebut aksi ini berlangsung serentak di 15 kota di Indonesia yang mewakili 67 kab/kota kepengurusan FPN dan beberapa kota di luar negeri.

“Ya, kami adalah kumpulan dari Free Palestine Network di mana anggotanya tersebar di seluruh Indonesia. Ada di lebih dari 67 kab/kota dan beberapa luar negeri yang memang berhimpun untuk mengorganisir diri mendukung kemerdekaan Palestina,” ujar Furqan.

“Prinsip kami satu yaitu persatuan perjuangan. Kami berharap dengan prinsip persatuan perjuangan ini kami bisa memberikan sumbangsih kekuatan untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Dan untuk mendukung persatuan perjuangan tersebut taktik kami terorganisir, terpimpin, dan berlipat ganda,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar FPN, Dr. Dina Yulianti, M.Si., mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Namun Dina juga mendesak agar langkah konkret segera diambil. “Dukungan tidak cukup hanya lewat diplomasi simbolik. Pemerintah Indonesia harus mengambil sikap strategis, termasuk memboikot entitas Zionis dan mendorong langkah multilateral untuk menghentikan genosida ini,” tutur Dina.

Selanjutnya, Dina menyerukan kepada seluruh bangsa Muslim dan masyarakat dunia agar tidak tinggal diam melihat kekejaman yang terjadi di Palestina.

“Kami tidak akan diam. Kami tidak akan berhenti. Selama Palestina masih dijajah, selama Gaza masih diblokade, selama dunia masih pura-pura tuli dan buta, kami akan terus berdiri, dengan suara, dengan aksi, dan dengan nurani,” pungkasnya.

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaKondisi Ekonomi Inggris Dalam Krisis, Posisi Perdana Menteri Keir Starmer Berpotensi Ditumbangkan Partainya SendiriSelanjutnyaIslamophobia dan Muslim di Eropa

Lainnya di Internasional

Lihat semua
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analisis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 Agustus 2026 · 3 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analisis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 Agustus 2026 · 6 menit baca

Terpopuler

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents