Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Internasional

FPN: Indonesia dan Iran Harus Jadi Poros; NU dan Muhammadiyah Harus Kepung KedubesKepung Kedubes AS!

Rusman

Rusman·16 Mei 2025·2 menit baca

Bagikan
FPN: Indonesia dan Iran Harus Jadi Poros; NU dan Muhammadiyah Harus Kepung Kedubes AS!

Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC, menyatakan pentingnya Iran dan Indonesia untuk jadi poros anti-imperialisme global. Tidak hanya itu, Furqan juga menyerukan agar NU dan Muhammadiyah bersatu kepung Kedutaan Besar AS untuk meminta AS menghentikan dukungannya pada Israel yang melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. Hal itu disampaikan Furqan AMC pada saat menghadiri undangan Duta Besar Iran untuk bersilaturahmi dengan Ketua Parlemen Republik Islam Iran di hotel Mulia, Jakarta (15/5/2025), tepat pada hari Nakba.

“Iran dan Indonesia harus jadi poros Front Anti- Imperialisme Global, melanjutkan langkah historis Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung,” tegas Furqan di hadapan Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Dr. Mohammad Bager Ghalibaf, Duta Besar Iran untuk Indonesia Dr. Muhammad Boroujerdi, para cendikiawan dan pimpinan ormas Islam, di antaranya dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), Muhammadiyah, NU (Nahdatul Ulama) dan ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia), serta beberapa profesor/akademisi dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia.

“Indonesia dan Iran harus mempelopori konsolidasi bangsa-bangsa yang pernah dijajah di Asia, Afrika dan Amerika Latin untuk melawan imperialiame global. Solidaritas dan persatuan bangsa-bangsa selatan ini penting untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” tambah Furqan.

Lebih lanjut Furqan menjelaskan Front Anti-Imperialisme Global ini sejalan dengan semangat Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikannya di berbagai kesempatan, seperti saat pelantikan Presiden, pidato di KTT D8 Mesir, di Amerika Latin, di Turki serta pada pidato sambutan Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 atau Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (14/5/2025).

NU dan Muhammadiyah diminta Kepung Kedubes AS

Sementara itu untuk konteks Indonesia sendiri, Furqan meminta agar NU dan Muhammadiyah mengepung Kedubes AS.

“Selama ini AS menyumbang 80% lebih senjata yang digunakan Israel untuk melakukan genosida di Palestina. AS adalah sponsor sesungguhnya dari praktek genosida dan terorirsme Israel. Karena itu AS harus dipaksa menghentikan dukungannya terhadap Israel. NU dan Muhammadiyah harus kepung kedubes AS. Malu sama rakyat Yaman yang setiap jum’at melakukan aksi massa jutaan orang mendukung Palestina. Bahkan Yaman sudah merudal Israel dan kapal induk Amerika. Masa untuk isu politis seperti kasus “Ahok”, bisa demo berjuta-juta orang, sementara untuk ratusan ribu syuhada yang gugur digenosida Israel, tidak ada aksi berjuta-juta massa di Indonesia. Sekali lagi NU dan Muhammadiyah harus bersatu, kepung kedubes AS,” tegas Furqan.

Furqan juga mengingatkan kita tidak bisa menunggu dan berharap banyak sama negara-negara Arab lainnya yang justru kemaren menyambut presiden AS, negara sponsor genosida, dengan jamuan agung. Dalam lawatannya ke timur tengah, Donald Trump dihadiahi janji investasi kontrak bisnis senilai
$ 600 miliar (Sekitar Rp 9.879 triliun) oleh Arab Saudi dan $ 1,4 triliun (sekitar Rp 23.000 triliun) oleh Uni Emirat Arab (UEA) serta $ 1,2 triliun (sekitar Rp 19.200 triliun) dari Qatar.

Total Donald Trump meraup $ 3.200 triliun (sekitar Rp 52.000 triliun) dalam lawatannya ke tiga negara Arab tersebut, 13-16 Mei 2025. Sebuah angka yang mencengangkan di tengah pembantaian ratusan ribu warga Gaza.

*
Furqan AMC
Sekjen FPN
0811-200-7788

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaHentikan Genosida Israel Terhadap Warga Sipil Palestina di GazaSelanjutnyaStabilitas Kawasan Asia-Pasifik Dalam Rivalitas Adidaya AS-China

Lainnya di Internasional

Lihat semua
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analisis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 Agustus 2026 · 3 menit baca

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analisis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 Agustus 2026 · 3 menit baca

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analisis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 Agustus 2026 · 6 menit baca

Terpopuler

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents