About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

International

VenezuelaVenezuela: Pola yang Berulang

Rusman

Rusman·9 January 2026·2 min read

Share
Venezuela: Pola yang Berulang

Setiap kali ada negara yang berani menguasai sumber daya alamnya sendiri, dan kebijakan itu merugikan perusahaan Amerika, pola yang sama selalu muncul: tekanan politik, propaganda, sanksi ekonom, lalu upaya penggulingan rezim.

Venezuela hari ini adalah bab terbaru dari pola yang telah berlangsung lama ini. Venezuela bukan tentang narco-terrorism seperti kata AS. Trump sudah berterus-terang, “They took our oil rights. We had a lot of oil there. They threw our companies out. And we want it back.” [“Mereka mengambil hak minyak kami. Kami memiliki banyak minyak di sana. Mereka mengusir perusahaan kami. Dan kami menginginkannya kembali.”]

Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak terbesar sedunia. AS merasa BERHAK atas minyak  dan sumber daya alam di sana, dan di negara-negara lain.

Lihat polanya:

Iran, 1953
Perdana Menteri Mohammad Mossadegh menasionalisasi minyak Iran. CIA mendalangi kudeta, lalu rezim pro-Barat (Shah Pahlavi) berkuasa.

Chile, 1973
Presiden Salvador Allende menasionalisasi tambang tembaga. Perusahaan AS dirugikan.
Hasilnya? Kudeta berdarah. Allende tewas. AS mendukung rezim Pinochet yang sangat kejam pada rakyatnya.

Kongo, 1961
Patrice Lumumba dibunuh karena ingin rakyatnya berdaulat atas mineral mereka sendiri.

Libya 2011
Muammar Qaddafi ingin membuat mata uang bersama Afrika, melawan dominasi dolar, dan berusaha mengontrol sebagian besar sumber minyaknya. AS bersama NATO membombardir negeri termakmur di Afrika itu.

Guatemala 1954, Afghanistan 2001, Irak 2003, Suriah 1949, 1957, 2011-2024, Mesir 2013, Iran pasca-1979 [AS mengupayakan berbagai aksi untuk penggulingan pemerintah], dst. Daftarnya masih sangat banyak…

Jangan lupa, Indonesia pun tidak lepas dari pola ini. Presiden Soekarno dulu mendorong kedaulatan ekonomi, menasionalisasi aset asing, dan menolak tunduk pada blok Barat. Hasilnya?
AS di balik layar membantu operasi perubahan rezim tahun 1965.

Ada yang menghitung, AS terlibat langsung atau tidak langsung dalam lebih 70 upaya perubahan rezim sejak 1945. Angka pastinya bisa diperdebatkan. Tapi polanya SANGAT JELAS:

  • jika pemimpin sebuah negara tunduk dan berbaik-baik, ia akan aman dan kebagian
  • jika ia melawan, AS akan melakukan berbagai upaya untuk menggulingkannya.

Dan hari ini, lihat Palestina. Israel dengan didukung penuh AS melakukan segala bentuk kekejian dan pembantaian massal di sana. Padahal, ini bukan soal Hamas; bukan soal “keamanan Israel.”

Ini soal kontrol wilayah. Ingat, ada ladang gas yang sangat kaya di lepas pantai Gaza. Ingat, Trump bicara soal menjadikan Gaza sebagai pusat pelesiran pantai (“Riviera in Middle East“) dan mendorong warga Gaza untuk keluar saja dari tanah air mereka.

Jadi setiap kali AS bicara tentang “demokrasi” dan “hak asasi”, lihat satu hal dulu:

  • Ada sumber daya alam apa di sana?
  • Siapa yang menguasai sumber daya alam itu?
  • Siapa yang diuntungkan?

#StopUSTerrorism

Penulis Dina Sulaeman, staf pengajar Hubungan Internasional, UNPAD, Bandung

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousKeadaan Dunia Belakangan Ini: Dari Venezuela, Greenland, dan IranNextMengapa Iran Tak Mudah Dilemahkan Seperti Venezuela?

More in International

View all
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analysis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 August 2026 · 3 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analysis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 August 2026 · 6 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents