About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Politics & Security

Strategi PerangStrategi Perang Indonesia

Rusman

Rusman·9 February 2023·2 min read

Share
Strategi Perang Indonesia

Banyak yang tanya, kenapa cuma angkatan darat saja yang diperkuat? Kenapa angkatan laut dan angkatan udara dibiarkan begitu saja? Itu karena angkatan laut dan angkatan udara akan kalah di hari pertama perang, disebabkan kurangnya bahan bakar dan hancurnya pangkalan udara oleh serangan jarak jauh musuh.

Maka, mau beli 100 kapal perang dan pesawat tempur sekalipun kalau sumber dayanya tidak cukup sama saja dengan tidak bergunanya aset-aset militer, bisa kalah di hari pertama perang. Sumber daya negara kita tidak bisa mencukupi kebutuhan angkatan laut dan angkatan udara, maka kita butuh strategi lain dalam menghadapi musuh, yaitu Perang Atrisi.

Perang Atrisi adalah perang yang berkepanjangan untuk menghabiskan logistik, namun kita harus melakukan beberapa persiapan untuk adu logistik, antara lain:
1. Pengadaan Ratusan Baterai Medium SAM
Medium SAM adalah rudal penangkis rudal dan anti pesawat untuk melindungi aset militer dari serangan udara dan rudal jelajah. Medium SAM sangat berguna melindungi aset militer di darat dan ibukota. Contoh Medium SAM terbaik adalah BUK-M dan Pantsyr S1.
2. Pengadaan Ratusan CIWS Darat
CIWS adalah meriam penangkis rudal sebagai pertahanan terakhir, sangat cocok untuk mendampingi Medium SAM sebagai lapis kedua.
3. Pengadaan Pesawat AWACS
AWACS adalah pesawat dengan radar yang sangat besar, sangat cocok menjadi markas udara dan mengarahkan pesawat tempur untuk menghancurkan target. Kita punya pesawat tempur kelas medium, yaitu F-16, namun pesawat ini punya kekurangan di radarnya, sehingga perlu dipandu oleh pesawat AWACS.
4. Pengadaan Ratusan Baterai Roket Altileri atau MLRS
Roket Altileri sangat efektif melawan musuh yang mendarat dan menghancurkan area yang sangat luas sehingga menghambat gerakan musuh.
5. Pengadaan SAM Anti Balistik
SAM anti balistik sangat berguna untuk melindungi ibukota dari serangan Rudal Balistik musuh, contoh SAM anti balistik terbaik yaitu ASTER 30 Block 2
6. Pengadaan kapal angkut untuk mobilisasi infanteri ke pulau-pulau.
7. Memperbanyak infanteri berat yang dilengkapi dengan roket panggul ATGM dan rudal panggul AGM.

Firalidya

 

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousMembaca Pembubaran GP ManiaNextKekhawatiran Beroperasinya Kembali Laboratorium Biologi Militer Berkedok Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Cukup Beralasan

More in Politics & Security

View all
Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis
Analysis

Pilpres 2029Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis

9 June 2026 · 3 min read

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber Diplomacy
Analysis

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber DiplomacyNon-Aligned Cyber Diplomacy

1 May 2026 · 9 min read

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema Neokolonialisme AS di Indonesia
Analysis

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema NeokolonialismeSkema Neokolonialisme AS di Indonesia

29 April 2026 · 12 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents