About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Middle East

Strategi Pemiskinan Ala Sayyid Ali KhameneiAli Khamenei Dalam Kacamata Abu Shalamah

Rusman

Rusman·22 June 2025·2 min read

Share
Strategi Pemiskinan Ala Sayyid Ali Khamenei Dalam Kacamata Abu Shalamah

Ketika Ayatullah Ali Khamenei berpidato tentang pasukan yang akan “memiskinkan rezim Zionis”, banyak yang menganggapnya retorika usang. Tapi tidak bagi jurnalis Gaza Fayyed Abu Shalamah.

Dalam thread analitisnya di platform X, jurnalis Palestina itu membongkar frasa itu sebagai senjata pamungkas Teheran: “Ini perang kocek melawan kocek,” tulisnya, “dan Iran sedang menghitung sampai digit terakhir.”

Nyatanya, hitungan itu mulai terbukti. Setiap hari, Israel menggelontorkan $𝟳𝟮𝟱 𝗷𝘂𝘁𝗮 [± 𝗥𝗽 𝟭𝟭,𝟴𝟯 𝘁𝗿𝗶𝗹𝗶𝘂𝗻] untuk biaya perang, bahkan melonjak jadi $𝟭,𝟰𝟱 𝗺𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿 [± 𝗥𝗽 𝟮𝟯,𝟲𝟳 𝘁𝗿𝗶𝗹𝗶𝘂𝗻] saat ketegangan memuncak April lalu.

“Bayangkan negara sekecil itu,” ujar Abu Shalamah di platform X-nya, “diseret ke medan perang abadi, sementara 46.000 perusahaannya mati perlahan bagai ikan kehilangan oksigen.”

Sementara itu, Iran justru bermain cermat. Meski bisa melumpuhkan ekonomi dunia dengan menutup Selat Hormuz, mereka sengaja tidak melakukannya.

“Itulah kecerdikannya,” jelas Abu Shalamah, “mengapa menghancurkan ladang minyak sendiri, jika cukup menusuk pelan musuh dengan pisau inflasi?” Alhasil, harga BBM di Tel Aviv naik 30%, sementara minyak Iran mengalir deras, bahkan ke pasar gelap Israel sendiri melalui negara lain tanpa sepengetahuan Iran.

Ketergantungan Israel pada industri dan perdagangan internasional pun jadi bumerang. “Lihat Bursa Saham Tel Aviv sekarang,” sindir Abu Shalamah, “ibarat ponsel canggih yang baterainya tinggal 1%—setiap serangan Houthi di Laut Merah adalah charger yang tercabut.” Tak heran Pentagon melaporkan stok rudal Iron Dome menipis “bak stok diskon di akhir musim”—metafora yang dipinjam Abu Shalamah dari laporan Wall Street Journal.

Lantas, intervensi AS? “Itu kursi roda emas,” ujarnya sinis, “mewah tapi tak menyembuhkan luka dalam.” Ia merujuk pada veto Donald Trump terhadap rencana pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei pekan lalu: “Pertanda pengakuan terselubung bahwa strategi pemiskinan Iran sedang bekerja.”

Dalam bukunya The Arithmetic of Resistance, Abu Shalamah memetakan tiga skenario. Pertama, gencatan senjata: itu akan membuat Israel bisa bernapas sejenak. Kedua, perang panjang: inflasi menggerogoti perekonomian Israel. Ketiga, bencana penutupan Hormuz:

“Jika ini terjadi,” tulisnya, “Israel kolaps seperti jejeran domino, dan kita tinggal menunggu jenazah ekonominya dibuang ke tong sampah sejarah.”

Di akhir tulisannya, ia menyisipkan lelucon khas Gaza: “Mengapa repot meruntuhkan tembok penjara, kalau tahanannya bisa mati kelaparan sendiri? Zionis-lah yang memulai perang, tapi kita yang tentukan akhirnya: dengan membuat dompet mereka menjerit.”

“𝑰𝒔𝒓𝒂𝒆𝒍 𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒓𝒖𝒅𝒂𝒍, 𝑰𝒓𝒂𝒏 𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖, 𝒅𝒂𝒏 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖 𝒕𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒊𝒉𝒂𝒌 𝒑𝒂𝒅𝒂 𝒑𝒆𝒏𝒋𝒂𝒋𝒂𝒉.”

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousTrump, Narasi serta SenjataNextFPN: “Stop Genocide, Stop Arming Israel!”

More in International

View all
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analysis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 August 2026 · 3 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analysis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 August 2026 · 6 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents