About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Politics & Security

Sosialisasi Empat PilarEmpat Pilar Identik dengan Proses Pembodohan Massal?

Rusman

Rusman·17 December 2023·1 min read

Share
Sosialisasi Empat Pilar Identik dengan Proses Pembodohan Massal?

Putusan MK No 100/PUU-XI/2014 membatalkan frasa “Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara” yang terkandung dalam Pasal 34 ayat (3b) huruf a UU No 2/2011 tentang Perubahan Atas UU No 2/2008 tentang Partai Politik.

Kenapa?

Sekali lagi, frasa Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara yang terkandung pada Pasal 34 ayat (3b) huruf a UU Partai Politik bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, kata Ketua Majelis Hakim Hamdan Zoelva saat membacakan amar putusan di Jakarta, Kamis (3/4/2014) sebagaimana dilansir oleh Bisnis.com.

Secara konstitusional, Pembukaan UUD 1945 mendudukkan apa yang terkandung di dalam Pancasila adalah dasar negara. Dan sebagai Dasar Negara, secara normatif — Pancasila harus menjadi fundamen penyelenggaraan Pemerintahan Negara Indonesia yang berfungsi memberikan perlindungan, penyejahteraan, pencerdasan, dan berpartisipasi dalam ketertiban dunia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Menempatkan Pancasila sebagai salah satu pilar, selain mendudukkan sederajat dengan (pilar) lainnya, juga menimbulkan kekacauan filosofis baik dari sisi epistimologis, ontologis, maupun aksiologis.

Berbasis konstitusi, Pancasila memiliki kedudukan tersendiri dalam kerangka pikir berbangsa dan bernegara, yakni selain sebagai dasar negara, filososi bangsa, norma fundamental negara, dan lainnya. Menempatkan Pancasila sebagai salah satu pilar dapat mengaburkan posisi Pancasila dalam makna hakiki.

Nah, adanya pejabat negara yang masih mensosialisasikan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara ke daerah-daerah, selain merupakan proses pembodohan massal, juga bisa diasumsikan sebagai tindakan koruptif jika sosialisasi dimaksud menggunakan dana APBN.

Di Bumi Pertiwi ini, masih banyak tamu tak diundang di antara rerumpun kembang sore dan bunga-bunga sedap malam.

MAP, Sidoarjo, 17 Desember 2023

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousBablasan Orde Baru Merusak Reformasi, Bablasan Reformasi Menciptakan Darurat KorupsiNextMenyingkap Keterlibatan CIA dan MI-6 Dalam Operasi Intelijen Penggulingan Perdana Menteri Australia Gough Whitlam Pada 1975

More in Politics & Security

View all
Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis
Analysis

Pilpres 2029Pilpres 2029: Perebutan Senyap Dua Mesin Suara Paling Strategis

9 June 2026 · 3 min read

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber Diplomacy
Analysis

Untuk Mencegah Masuk Perangkap Orbit AS atau Cina, Saatnya Indonesia Memprakarsai Non-Aligned Cyber DiplomacyNon-Aligned Cyber Diplomacy

1 May 2026 · 9 min read

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema Neokolonialisme AS di Indonesia
Analysis

Kebijakan Industrialisasi Hilir Indonesia: Kontra Skema Mengakhiri Skema NeokolonialismeSkema Neokolonialisme AS di Indonesia

29 April 2026 · 12 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents