About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Middle East

Serangan IsraelIsrael ke Iran

Rusman

Rusman·3 July 2025·2 min read

Share
Serangan Israel ke Iran

Tuan Rendy bertanya mengapa Israel seperti mengusik Iran dengan serangan mendadak “Operasi Singa Bangun” pada 13 Juni 2025 lalu.

Ada beberapa analisa dalam geo-pol Internasional pertama bahwa Israel ingin masyarakat dunia teralihkan dari Gaza-Palestina kepada konflik lain. Kedua, Israel ingin menarik AS kepada perang baru yang menguntungkannya.

Tentu saja serangan Israel seperti itu mustahil tanpa koordinasi dengan pihak AS-UK. Tetapi saya sendiri menyetujui pendapat ke dua bahwa tujuan dari serangan Israel adalah mengambil kesempatan perluasan wilayah hegemoni Israel-AS di kawasan Timur Tengah.

Sehingga serangan tadi merupakan serangan pembuka dari dimungkinkannya terjadi serangan darat (infantri) untuk menumbangkan pemerintahan Iran hari ini. Paling tidak didahului dengan operasi untuk memecah provinsi-provinsi di Iran berdasarkan etnis terutama tiga etnis besar di bagian utara dan barat Iran; Kurdis-Turki, dan Azeri.

Bila rancangannya seperti ini maka, Iran memiliki friendemy -kawan yang berpotensi menjadi pengkhianat yaitu Azerbaijan dan Turki.

Sebagaimana operasi Turki bersama Israel dan AS untuk menjatuhkan Presiden Basar Assad dan memecah Suriah dengan membagi kepada beberapa provinsi dan menempatkan komandan ISIS Joulani yang kini berganti nama menjadi Ahmad Sharaa.

Dalam operasi di Suriah, mereka melakukan hal yang serupa dengan serangan radio pager kepada jaringan Hisbullah di Lebanon. Israel merusak saluran telekomunikasi antar pasukan dengan meretas sistem komunikasi tentara Suriah. Dilanjutkan Turki dengan mengirimkan drone-drone untuk merusak baterai pertahanan udara dan artileri tentara Suriah dan kemudian menyelundupkan Jounali beserta mantan ISIS kembali ke Suriah untuk menguasai kota-kota di utara Ibukota Damaskus. Erdogan mengakui keterlibatan Turki dalam menjatuhkan Basar Assad dalam wawancaranya setelah penyerbuan.

Operasi yang sama dilakukan terhadap jaringan Hisbullah dengan serangan Pager, dilanjutkan kemudian serangan yang membunuh Sekjen Hisbullah Hassan Nasrallah. Dilanjutkan dengan memasukkan tentara-tentara yang mengatasnamakan tentara Lebanon untuk mengambil alih kontrol perbatasan Lebanon dan Israel yang sebelumnya dikuasai Hisbullah.

Perbedaannya adalah operasi Israel-AS-Turki terhadap Hisbullah dan terakhir Iran tidak berjalan sesuai tujuan-tujuannya. Hisbullah tetap menguasai kontrol atas perbatasannya dengan Israel dan Iran, kita menyaksikan bagaimana negara itu membalas dengan kekuatan arsenalnya. Secara militer dan diplomatik Iran memenangkannya di atas Israel. Dua negara nuklir (Israel-AS) dan dibantu dua negara nuklir lainnya (Inggris-Prancis) berhadap dengan negara non nuklir mesti akan merubah perhitungan-perhitungan geopolitik-militer di kawasan.

Saya pikir untuk menutup kekalahan ini ke depan akan ada operasi militer atas Iran yang melibatkan Turki-Azerbaijan. Kedua negara ini akan mengambil peran membantu Israel-AS untuk mencoba mengexercise konflik di darat. Tetapi saya pikir, orang Iran jauh lebih faham dan mungkin mereka telah mempersiapkannya jauh-jauh hari.

Andi Hakim, Pemerhati Isu Internasional

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousPBB Ungkap 48 Perusahaan Terlibat Genosida di Gaza, FPN: Harus Dilawan dengan Teroganisir!NextTiga Fenomena di Afghanistan Terulang Lagi Pada Pertempuran 12 Hari dan Kalkulasi Gencatan Senjata Antara Iran-Israel

More in International

View all
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analysis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 August 2026 · 3 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analysis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 August 2026 · 6 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents