About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Society

Sepintas Soal PallubasaPallubasa

Rusman

Rusman·18 January 2024·1 min read

Share
Sepintas Soal Pallubasa

Makanan khas Makassar terpopuler ialah Coto, Konro, dan Pallubasa. Bagi suku non-Makassar seperti saya, mungkin sudah familiar dengan rasa Konro dan Coto. Sedangkan Pallubasa nyaris tak terdengar, alias terngiang saja.

Jujur. Baru kali ini, saya mencoba sendiri rasanya di pusatnya di Jalan Serigala, Makassar. Amboy! Top. Enak sekali. Kudu diakui, menurut lidah Jawa ala saya, rasanya lebih enak dibanding Coto ataupun Konro.

Cara penyajiannya hampir mirip dengan Coto Makasar. Ada sambal, jeruk nipis dll yang telah tersedia di meja. Bedanya, kalau Coto pakai ketupat atau lontong, sedangkan Pallubasa pakai nasi. Mangkok Pallubasa pun lebih kecil daripada mangkok Coto.

Ada dua jenis penyajiannya: 1 yang biasa; 2 pakai alas. Alas artinya kuning telor. Alas bukan bahasa Makassar, tapi istilah mereka sendiri. Ya. Alas dicampur dalam mangkok. Diaduk – aduk.

Saya pesan dua mangkok. Satu yang biasa, satunya pakai alas. Perbandingan rasanya, sama-sama enaknya, tapi yang pakai alas —jujur— lebih enak lagi. Lebih soft di lidah, meski sudah diaduk dengan sambal dan jeruk nipis.

Silakan mencoba!

MAP

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousPentingnya Menyusun Strategi Kebudayaan Berdasarkan Input GeopolitikNextMakna di Balik Kisah Mitologi Yunani Kuno

More in Society

View all
Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku
Society

Anak Sekarang Tidak Suka Baca BukuBaca Buku

14 August 2026 · 1 min read

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan Lokal
Society

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan LokalKearifan Lokal

28 July 2026 · 5 min read

Sejatinya Amerika di Balik Pundi-Pundi Dollar Ajang Piala Dunia Amerika Serikat 2026
Geopolitics

Sejatinya Amerika di Balik Pundi-Pundi Dollar Ajang Piala Dunia Amerika SerikatAmerika Serikat 2026

24 July 2026 · 7 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents