About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Pemilu Medan TempurMedan Tempur 2024

Rusman

Rusman·27 December 2023·2 min read

Share
Pemilu Medan Tempur 2024

Telaah Out the Box Berbasis Geopolitik

Sangat tajamnya perseteruan antara Paslon PS-GRR versus AMIN di lapangan dibanding rivalitasnya dengan GAMA, misalnya, atau persaingan antara GAMA versus AMIN, janganlah dikaji dari sudut pandang lokal semata. Bingung membacanya. Pakai eagle view. Tatapan elang. Lemparkan ‘asumsi nakal’ sebagai objek untuk dibedah, lantas ditelaah lewat pisau geopolitik global. Niscaya akan terlihat benang merahnya meskipun samar.

Asumsi nakalnya, apabila PS-GRR itu kepanjangan tangan (proxy) kepentingan China, sedang AMIN itu proxy-nya Amerika Serikat (AS). Maka isu rivalitas tajam antara PS-GRR dan AMIN mulai terurai. Mulai terlihat. Sekali lagi, ini sebatas asumsi. Teori yang dianggap benar.

Indonesia hari ini, selama masih menggunakan UUD 2002 —hasil Amandemen UUD 1945 (1999-2002)— maka negeri tercinta ini hanyalah ‘medan tempur’ bagi kepentingan para adidaya (terutama China dan AS) dalam koridor pertikaian hegemoni serta rebutan SDA yang berlimpah. Retorikanya, “Negeri mana di dunia ini yang bisa lepas dari pengaruh China dan AS?”

Di bolak-balik bagaimana pun, selama sistem Pemilunya berbasis UUD 2002, Indonesia masih tetap menjadi medan kurusetra para adidaya. Tidak berdaulat. Lagi-lagi, ini juga asumsi nakal seperti asumsi awal tadi. Hal itu perlu disadari bersama.

Di tengah rivalitas tajam antara PS-GRR melawan AMIN, yang diuntungkan justru GAMA. Kenapa? GAMA itu mirip sekoci melintas santai pada dua arus sungai (tempuran) yang beradu kuat via masing-masing cara. PS-GRR melalui modus gimik dan ‘power‘. AMIN lewat silent operation dan playing victim. Atau, kebalikannya? PS-GRR melalui playing victim, dan AMIN pakai gimik.

Dalam konteks copras-capres, GAMA siap menampung massa AMIN pada satu sisi, namun di sisi lain, secara histori-struktural, GAMA memiliki irisan kuat dengan PS-GRR itu sendiri. Kedudukan GAMA dalam Pilpres 2024 sebenarnya pada ‘posisi karaoke’. Kanan-kiri OK. Nyirik. Menang alhamdulillah, kalahnya pun — Paslon GAMA masih bisa menjadi Menteri, atau Menko. Akan tetapi, telaah kecil ini cuma berbasis asumsi. Bukan teori.

Lagi-lagi, itupun kalau ada Pilpres. Ah, ini juga kesimpulan nakal!

M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousEskalasi Konflik Bersenjata Israel versus Arab Palestina Jangan Sampai Meluas ke Timur Tengah, Semenanjung Korea, dan Asia TenggaraNextKembali Ke UUD 1945 Dipersepsikan Balik Ke Zaman Orde Baru Adalah Logika Sesat

More in Analysis

View all
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analysis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 August 2026 · 3 min read

Kita Butuh Mas Botok Sebagai Tokoh Rakyat
Analysis

Kita Butuh Mas BotokBotok Sebagai Tokoh Rakyat

29 August 2026 · 10 min read

Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
Analysis

Demo 27 AgustusDemo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

27 August 2026 · 2 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents