About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

No Viral, No Justice!

Rusman

Rusman·16 March 2023·2 min read

Share
No Viral, No Justice!
Catatan Senyap Bekerjanya Kedaulatan Tuhan di Bumi Pertiwi Skenario Tuhan itu Mahahalus, lembut lagi Mahasempurna. Nyaris tidak ada yang menerka kecuali atas izin-Nya. Bahkan, lepas dari prakiraan intelijen secanggih manapun. Di negara penganut Kedaulatan Tuhan, kekuasaan dan otoritas tertinggi pada Ilahi. Hak Langit. Manungso sak dermo nglakoni. Pada dinamika bangsa dimaksud, sebagian rakyatnya hampir tak menyadari bahwa banyak peristiwa terjadi akibat skenario-Nya, Yang Maha Lembut. Bukankah daun jatuh pun sudah tertulis di sana (Lauh Mahfudz)? Siapa sangka, penganiayaan Mario terhadap David ialah ‘kotak pandora’ dari berbagai pencucian uang (money laundry) di jajaran Kemenkeu cq Ditjen Pajak, dan kuat diduga merugikan keuangan negara hingga ratusan triliuan rupiah. Siapa mengira, akibat ulah Mario, anak dari Rafael Alun Trisambodo (RAT), berimbas lengsernya RAT dari jabatan lalu ia menjadi target KPK. Termasuk Kepala Bea Cukai Jogja, Makassar dan lain-lain dicopot gegara pamer hedonisme di ruang publik. Sekali lagi, skenario-Nya tak teraba siapapun. Uniknya, kasus Mario —selaku jalan pembuka— malah meredup di publik. Sebaliknya, dampaknya justru menjalar kemana-mana. Mirip snowball process. semakin lama kian besar lagi meluas. Siapa bisa memprediksi, bahwa isu Mario akhirnya menguak 134 pegawai pajak yang memiliki saham di 280 perusahaan, dan 480 pegawai Ditjen Pajak diduga terlibat money laundering ratusan triliun. Ya, siapa pula mengira kasus penganiayaan David oleh Mario mampu membuka kedok Menkeu SMI merangkap 30 jabatan, sedang UU 39/2008 tentang Kementerian Negara, khususnya Pasal 23 tidak membolehkan (Menteri dilarang merangkap jabatan). Hari ini, kita memasuki era yang nitizen bilang: “No viral, no justice“. Kenapa? Mari flashback sejenak perihal clue di catatan ini. Bahwa konstitusi kita/UUD 1945 Naskah Asli itu menganut ‘tiga kedaulatan sekaligus’ yakni Kedaulatan Tuhan, Kedaulatan Rakyat dan Kedaulatan Negara. Betapa cerdas, bijak dan visionernya The Founding Fathers kita, memagari konstitusi negeri ini dengan tiga kedaulatan dalam satu tarikan napas. Singkat narasi, meski Kedaulatan Rakyat telah dibajak kaum reformis terutama pada amandemen UUD 1945 ke-4 di tahun 2002 dengan cara mengubah kedudukan MPR selaku Lembaga Tertinggi Negara menjadi Lembaga Tinggi Negara, hal ini berdampak di setiap upaya mengubah secara fundamental terhadap konstitusi guna menyikapi lingkungan bergerak serta merespon isu-isu strategis, selalu berujung buntu. Deadlock. Namun, negeri ini masih memiliki dua kedaulatan lain yakni Kedaulatan Tuhan dan Kedaulatan Negara. Terkait terbukanya beberapa kasus di Ditjen Pajak tadi, bahwa di atas permukaan memang muncul slogan mbeling para nitizen: ‘no viral no justice‘, namun slogan dimaksud sekadar cover belaka. Hanya ‘tampak atas’ saja. Bahwa terkuaknya berbagai kecurangan di jajaran Kemenkeu, tak lepas dari kerja senyap Kedaulatan Tuhan di bawah permukaan. Sepi ing pamrih rame ing gawe, ora kethok nyambut gawene ning hasile gede. Jadi, kendati Kedaulatan Rakyat telah dibajak kelompok reformis (gadungan), ternyata republik ini masih bersemayam Kedaulatan Negara pada konstitusi, dan Kedaulatan Tuhan itu ada (being), nyata (reality) dan berada (existance). Di Bumi Pertiwi ini, masih banyak kembang sore dan bunga-bunga sedap malam. Tamat M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousMenarik Hikmah Dari Seorang Pemimpin Yang Mengenali Kodrat Geopolitik NegaranyaNextSiaran Pers: Global Future Institute Menolak Keikutsertaan Timnas Israel Dalam Piala U-20 Mei 2023 di Indonesia

More in Analysis

View all
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analysis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 August 2026 · 3 min read

Kita Butuh Mas Botok Sebagai Tokoh Rakyat
Analysis

Kita Butuh Mas BotokBotok Sebagai Tokoh Rakyat

29 August 2026 · 10 min read

Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
Analysis

Demo 27 AgustusDemo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

27 August 2026 · 2 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents