About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Geopolitics

Menyingkap Soft PowerSoft Power Di Balik Kolonialisme dan Imperialisme

Rusman

Rusman·13 December 2025·1 min read

Share
Menyingkap Soft Power Di Balik Kolonialisme dan Imperialisme

Ketika Islam sedang jaya-jayanya di Turki dan Moghul India pada abad 13 dan abad 14, mereka tidak mengetahui kalau Eropa sedang menggeliat. Sehingga tidak sadar ada tiga tren yang kelak jadi fondasi kolonialisme dan imperialisme Eropa ke Timur.

Pertama, reformasi Kristen terhadap Katolik Roma yang dipelopori Martin Luther.

Kedua, munculnya ilmuwan-ilmuwan yang berhasil menghasilkan temuan-temuan baru yang diilhami oleh filsafat Yunani. Hanya saja karena revolusi keilmuan itu tidak bersumber dari agama maka kemudian jadi benih lahirnya sekularisme dan gagasan modernisasi.

Ketiga, seiring dengan menguatnya dorongan orang eropa menjelajah dunia timur, maka muncul temuan temuan jalur laut dan maritim. Seperti Columbus menemukan benua Amerika. Maupun Magellan dan Bartolomeus Diaz.

Temuan Columbus berupa benua Amerika yang semula dia sangka India, bukan hal yang terpenting. Melainkan munculnya kesadaran adanya jalur maritim bagi orang eropa menuju Hindia Timur seperti Indonesia dan Semenanjung Malaya. Atau jalur ke Tanjung Harapan menuju Timur Tengah dan Afrika Utara.

Kesadaran geopolitik maritim berupa pengetahuan atas jalur-jalur laut inilah yang kemudian diolah Eropa seperti Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol dan Portugis untuk melancarkan ekspansi niaga ke Asia, Afrika, Timur Tengah dan Pasifik.

Inilah tiga tren global yang tidak disadari kerajaan kerajaan Muslim yang merasa lagi jaya-jayanya. Sehingga menggeliatnya Eropa tidak dipandang sebagai sesuatu yang berbahaya di masa depan.

Cerita saya tentang Turki, Iran dan Afrika Utara tadi: Intinya. Kalau tidak mampu membaca tren, baik tren global maupun lokal, kita tidak bisa paham apa pola ancaman yang sedang kita hadapi. Apalagi untuk menangkalnya.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousTrump Corollary: Di Antara Upaya Amerika Mempertahankan Hegemoninya dan Indonesia CorollaryNextTitik Kritis Bangsa: Antara Sistem Penjajahan dan Enjoy The Power

More in Geopolitics

View all
Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
Analysis

Demo 27 AgustusDemo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

27 August 2026 · 2 min read

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
Analysis

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali GeopolitikHidupkan Kembali Geopolitik?

18 August 2026 · 10 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents