About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Membaca Konflik Amerika Versus China Dari Perspektif Thucydides TrapThucydides Trap dan Teori BK

Rusman

Rusman·31 December 2023·2 min read

Share
Membaca Konflik Amerika Versus China Dari Perspektif Thucydides Trap dan Teori BK
Refleksi Kecil Geopolitik di Ujung 2023 Membaca dinamika geopolitik global hari ini, terutama fluktuasi hubungan antara China dan Amerika Serikat (AS), saya teringat dua teori tua tentang penyebab krisis dan peperangan. Dua teori dimaksud, antara lain: Teori yang pertama, Thucydides Trap: “Kebangkitan Athena, dan ketakutan yang ditanamkan di Sparta, membuat perang tak terelakkan”. Ya. Thucydides Trap alias Perangkap Thucydides dipopulerkan oleh Allison pada 2012 di Financial Times guna menggambarkan opsi perang bagi pemegang hegemoni tatkala muncul kekuatan baru. Menyimak uraian (teori) Allison di atas, seandainya diksi Athena diganti China, lalu Sparta diubah dengan diksi AS, bisa dibayangkan peristiwa apa yang akan terjadi. Perang? Mungkin! Sebab, kebangkitan China pada satu sisi, dan ketakutan atas kebangkrutan AS di sisi lain kerap bertemu serta bertabrakan pada dimensi-dimensi geopolitik. Entah bertemu pada dimensi frontier, misalnya, atau bertumburan pada dimensi keamananan negara dan bangsa dan seterusnya, terutama dimensi living space (ruang hidup). Secara fisik, bahwa konflik antara keduanya sudah kerap kali terjadi. Bahkan hari ini, konflik tersebut berkelindan secara masive di medan tempur lain, misalnya, psywar di perairan Laut China Selatan, atau trade war, perang biologi, currency war, ataupun perang teknologi dalam hal persaingan IT, dan lainnya; Teori yang kedua, tentang Krisis Kapitalis ala Bung Karno (BK) baik kajian teori dari sisi internal maupun eksternal. A. Dari sisi internal, misalnya, BK menyatakan: “Dalam kapitalis terdapat penyakit yang inheren. Siklus ekonomi kapitalisme selalu menciptakan krisis bagi dirinya sendiri yang akan merembet menjadi krisis politik dan akhirnya bisa memecah kebekuan menjadi krisis revolusioner. Jalan bagi imperialis untuk menyelematkan dirinya adalah dengan cara teror terhadap rakyat lewat rezim fasisnya atau ditaktor militer”; B. Sedang dari sisi eksternal BK mengatakan sebagai berikut: “Kapitalisme yang terjebak krisis akhirnya membuahkan fasisme, sedang fasisme ialah perjuangan penghabisan para Monopolis Kapitalis yang terancam bangkrut”. Nah, mencermati dengan seksama dua teori di atas, terlihat jelas irisan antara keduanya. Poin inti atas irisan dimaksud adalah, bahwa si subjek butuh pilihan/opsi untuk segera mengambil tindakan cepat guna menghindari kondisi yang bertambah kritis. Bahasa vulgarnya kira-kira begini, “Pilih bangkrut, atau letuskan peperangan”. Mengapa demikian? Pengalaman atas Great Depression yang melanda ekonomi Paman Sam dekade 1930-an silam, ada learning points yang mutlak dipetik, bahwa melalui Perang Dunia II (1939-1945), krisis ekonomi berat yang melanda AS dapat diakhiri dan perekonomiannya pulih kembali. Tampaknya, kedua teori di atas (Thucydides Trap dan BK) sudah klop untuk menggambar posisi China dan AS di panggung geopolitik global. Ya. Kebangkitan China pada satu sisi, dan keberadaan AS yang cenderung bangkrut di sisi lain. Maka berdasar kedua teori di atas, sesungguhnya perang terbuka secara militer antara China versus AS hanya soal momentum serta pemicu! M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousNilai Strategis Geopolitik Mesir Sebagai “Daerah Jantung” di Afrika, Timur-Tengah dan AsiaNextAS-Inggris-Perancis Tetap Mendukung Israel dan Menolak Kedaulatan Negara Palestina

More in Analysis

View all
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analysis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 August 2026 · 3 min read

Kita Butuh Mas Botok Sebagai Tokoh Rakyat
Analysis

Kita Butuh Mas BotokBotok Sebagai Tokoh Rakyat

29 August 2026 · 10 min read

Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
Analysis

Demo 27 AgustusDemo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

27 August 2026 · 2 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents