About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Science & Tech

Kaspersky: Bisnis Di Asia TenggaraAsia Tenggara Hadapi 400 Serangan Ransomware Setiap Hari

Rusman

Rusman·23 April 2025·2 min read

Share
Kaspersky: Bisnis Di Asia Tenggara Hadapi 400 Serangan Ransomware Setiap Hari

Bisnis di Asia Tenggara (SEA) terus menghadapi lonjakan serangan ransomware yang mengkhawatirkan pada tahun 2024. Temuan terbaru dari Kaspersky menunjukkan bahwa bisnis di sini menghadapi rata-rata 400 upaya ransomware setiap harinya di tahun lalu.

Ransomware, seperti namanya, adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses ke sistem komputer atau mengenkripsi datanya hingga sejumlah uang (tebusan) dibayarkan. Serangan ini telah menargetkan baik individu dan perusahaan.

Secara keseluruhan, solusi Kaspersky yang digunakan oleh bisnis di Asia Tenggara mendeteksi dan memblokir sebanyak 135.274 serangan ransomware antara Januari hingga Desember tahun lalu.

“Dari total 57.000 serangan ransomware pada paruh pertama (semester I) tahun 2024, kelompok ransomware jelas meningkatkan serangan mereka selama enam bulan terakhirnya tahun lalu. Dengan kelompok ransomware memanfaatkan metode yang semakin canggih, perusahaan-perusahaan di kawasan ini merasakan tekanan karena penyerang mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur TI dan jaringan perusahaan yang semakin kompleks,” komentar Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

Perusahaan di Indonesia menghadapi jumlah serangan ransomware terbanyak (57.554) diikuti oleh Vietnam (29.282), dan Filipina (21.629).

Temuan penting lainnya dari Kaspersky menunjukkan bahwa jumlah ransomware di Malaysia mencatat peningkatan sebesar 153% secara tahunan, dengan 12.643 deteksi tahun lalu dibandingkan dengan hanya 4.982 pada tahun 2023.

 

Row Labels 2024
indonesia 57554
malaysia 12643
philippines 21629
singapore 208
thailand 13958
viet nam 29282

Insiden ransomware yang terkenal di wilayah tersebut tahun lalu mencakup serangan terhadap pusat data nasional, penyedia layanan pos, portal pemerintah untuk pekerja asing, dan sektor ritel.

“Kelompok ransomware terus menyempurnakan taktik mereka, mengeksploitasi kerentanan yang diketahui, dan memanfaatkan alat canggih seperti Meterpreter dan Mimikatz untuk mendapatkan akses yang tidak sah. Dengan menargetkan aplikasi yang terhubung ke internet, memanipulasi akun lokal, dan menghindari pertahanan titik akhir, mereka menunjukkan penguasaan yang canggih terhadap kelemahan jaringan. Ancaman yang sedang berlangsung menekankan kebutuhan mendesak akan pertahanan keamanan siber yang kuat, karena musuh terus berinovasi dan mengeksploitasi bahkan kerentanan yang paling umum sekalipun,” imbuh Hia.

Untuk mengurangi risiko serangan ransomware, individu dan organisasi harus memprioritaskan langkah-langkah keamanan siber sebagai berikut:

  • Gunakan solusi keamanan yang kuat dan dikonfigurasi dengan benar seperti Kaspersky NEXT.
  • Terapkan Managed Detection and Response (MDR) untuk mencari ancaman secara proaktif.
  • Nonaktifkan layanan dan port yang tidak digunakan untuk meminimalkan permukaan serangan.
  • Selalu perbarui semua sistem dan perangkat lunak dengan pembaruan dan patch
  • Lakukan uji penetrasi dan pemindaian kerentanan secara berkala untuk mengidentifikasi dan mengatasi kerentanan dengan segera.
  • Berikan pelatihan keamanan siber yang komprehensif kepada karyawan untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman siber dan praktik terbaik untuk mitigasi.
  • Terapkan dan kelola pencadangan data penting secara berkala, dan uji prosedur pencadangan serta pemulihan secara berkala.
  • Gunakan Threat Intelligence untuk melacak TTP terbaru yang digunakan oleh kelompok penjahat siber dan sesuaikan mekanisme deteksi Anda untuk menangkapnya.
  • Berikan perhatian khusus pada perangkat lunak “baru” yang dijalankan dan diinstal pada sistem dalam jaringan Anda (termasuk perangkat lunak yang sah).
Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousRisiko Keamanan Siber Terkait Situasi Tarif Amerika SerikatNextKaspersky Ungkap Virus Trojan Triada Canggih yang Terpasang Di Ponsel Pintar Palsu

More in Science & Tech

View all
Chatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum
Culture

Chatbot AIChatbot AI Dapat Mempengaruhi Hasil Pemilihan Umum

15 July 2026 · 6 min read

140 Juta Upaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI
Science & Tech

140 Juta Upaya PhishingUpaya Phishing dan Penipuan di Kuartal Pertama 2026, Kaspersky Merespons Dengan Perlindungan Berbasis AI

9 July 2026 · 3 min read

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026
Science & Tech

Malware yang Menyamar Sebagai Layanan AI Terhadap UMKM di Asia TenggaraAsia Tenggara Meningkat Hampir Tujuh Kali Lipat di Tahun 2026

6 July 2026 · 3 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents