About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analysis

Husni Mubarak RaharusunHusni Mubarak Raharusun: Masyarakat Desa Lebih Mengetahui dan Memahami Sejarah

Hendrajit

Hendrajit·27 October 2024·1 min read

Share
Husni Mubarak Raharusun: Masyarakat Desa Lebih Mengetahui dan Memahami Sejarah

Husni Mubarak Raharusun, Alumni Studi Hubungan Internasional Universitas Nasional dan lulusan S-2 Universitas Pertahanan yang masih tergolong usia milenial. 

Mengisahkan pengalaman risetnya yang cukup mengejutkan. Dalam risetnya terhadap kelompok separatis di Papua, ternyata kemampuan literasi masyarakat atau setidaknya para pemimpinnya, ternyata sangat bagus. Padahal mereka bermukim di daerah pedesaan. Bahkan jauh lebih bagus dibandingkan masyarakat-masyarakat kita yang berada di daerah perkotaan.

“Fenomena ini terkonfirmasi melalui penguasaan bahasa asing (inggris) mereka dalam berkomunikasi, dan pemahaman terhadap fase-fase sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana sebagian besar masyarakat perkotaan tidak memahami atau bahkan tidak mengetahui sejarah tersebut,” begitu penuturan putra asli Maluku Utara tersebut.

Dari penuturan Husni Mubarak Raharusun, mengundang satu wawasan baru. Berarti, merosotnya kualitasi penguasaan literasi, tidak selalu otomatis akibat dari pesatnya perkembangan teknologi digitalisasi. Berarti ada sesuatu di dalam budaya bangsa kita sendiri yang perlu ditelisik ulang.

Pada poin yang disampaikan Husni Mubarak tadi, rekomendasi Martiono nampaknya menjadi penting untuk jadi bahan masukan. Bahwa para pemimpin bangsa harus mendorong Program Pemberdayaan Masyarakat sebagai prioritas nasional. Namun dari peuturan Husni Mubarak itu pula, menyingkap pentingnya wawasan sejarah dan sosial-budaya. Agar kita bisa kenal diri, tahu diri dan tahu harga diri.

Dengan itu, barulah kita bisa berharap, untuk membangun sumberdaya manusia yang kreatif, inovatif dan kritis. Sehingga dengan demikian penguasaan literasi dalam pengertian kemampuan membaca dan mengekresikan pikiran dan rasa, literasi juga merupakan jendela  menuju pemahaman, pencerahan wawasan, bahkan penemuan jatidiri. Dengan demikian literasi  juga merupakan sarana berpikir  mendalam dan kritis.

Tim Penyusun: Hendrajit, Hari Samputra Agus, Korie Soenarko. 

 

Hendrajit

Editor

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

PreviousManuver AS dan Uni Eropa Kian Intensif Mendorong Skema Neoliberalisme dan Persekutuan Militer di MongoliaNextAmbar Triadi: Artificial Intelligence Hanya Referensi dan Pemantik Munculnya Ide-Ide Baru

More in Analysis

View all
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analysis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 August 2026 · 3 min read

Kita Butuh Mas Botok Sebagai Tokoh Rakyat
Analysis

Kita Butuh Mas BotokBotok Sebagai Tokoh Rakyat

29 August 2026 · 10 min read

Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
Analysis

Demo 27 AgustusDemo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

27 August 2026 · 2 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents