About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Society

Hari Samputra Agus: Literasi Tolok Ukur Kemajuan Peradaban BangsaPeradaban Bangsa

Hendrajit

Hendrajit·26 October 2024·2 min read

Share
Hari Samputra Agus: Literasi Tolok Ukur Kemajuan Peradaban Bangsa

Disampaikan dalam Seminar Terbatas Global Future Institute tentang Teknologi, Literasi dan Musik (TELISIK) – Kamis, 24 Oktober 2024.

Hari Samputra Agus dalam keynote Speech yang disampaikan saat membuka sesi diskusi, literasi dalam maknanya yang hakiki, merupakan kemampuan menyerap apa yang didengar maupun dibaca, baik tersurat maupun tersirat. Sehingga kemampuan literasi bukan sekadar menelan mentah-mentah apa yang diserap lewat pendengaran dan bacaan pustaka, melainkan juga mampu mengunyah dan mengolahnya sehingga mengispirasi munculnya pemahaman baru.

Berarti literasi selain kemampuan membaca dan mengekresikan pikiran dan rasa, literasi juga merupakan jendela menuju pemahaman, pencerahan wawasan, bahkan penemuan jatidiri. Dengan demikian literasi juga merupakan sarana berpikir mendalam dan kritis.

Oleh sebab kemampuan literasi masyarakat dibentuk oleh lingkungan sosial dan budaya di tempat mana seseorang berada, maka literasi bukan cuma kegiatan personal, melainkan proses sosial untuk membentuk pikiran kolektif masyarakat dan bangsa.

Berarti, literasi adalah kemampuan mempertanyakan kondisi kekinian yang tidak adil, mempertanyakan norma norma sosial yang berlaku sekarang, juga kemampuan melihat perkembangan dunia dari sudut pandang beragam.

Maka dalam era digital, dan abad informasi dewasa ini, literasi tak cukup hanya kemampuan membaca dan mengekspresikan pikiran dan rasa, melainkan juga jadi sarana mengubah cara pandang dan pola pikir dalam merespons perkembangan global, regional dan lokal yang perubahannya begitu cepat dan pesat.

Dengan itu, literasi berarti juga sumber inspirasi, jendela menuju pemahaman, dan memantik pencerahan wawasan. Maka itu, pungkas Hari Samputra Agus, penguasaan literasi sebagai tolok ukur kemajuan peradaban bangsa, menjadi sangat penting. Artinya, lewat penguasaan literasi lah, daya cipta dan temuan-temuan baru muncul. Baik di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Industri, Pertanian, dan Seni-Budaya.

Di sinilah pentingnya penguasaan literasi sebagai tolok ukur kemajuan peradaban bangsa. Artinya, lewat penguasaan literasilah, daya cipta dan temuan temuan baru muncul. Di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, industri, pertanian, dan bahkan sosial dan budaya. Termasuk di ranah kesenian.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Editor

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

PreviousBenny Barman: Sosok-Sosok Seperti Giri Basuki dan Drigo Tobing Perlu Diberi Waktu Lebih Panjang Berbagi Pengalamanya Di Seni dan MusikNextGiri Basuki dan Drigo Tobing Di Seminar GFI Mengulas Teknologi, Literasi dan Kebudayaan

More in Society

View all
Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku
Society

Anak Sekarang Tidak Suka Baca BukuBaca Buku

14 August 2026 · 1 min read

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan Lokal
Society

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan LokalKearifan Lokal

28 July 2026 · 5 min read

Sejatinya Amerika di Balik Pundi-Pundi Dollar Ajang Piala Dunia Amerika Serikat 2026
Geopolitics

Sejatinya Amerika di Balik Pundi-Pundi Dollar Ajang Piala Dunia Amerika SerikatAmerika Serikat 2026

24 July 2026 · 7 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents