About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

International

Galang Front Anti Imperialisme, FPNFPN Hadiri Konferensi Internasional Solidaritas untuk Anak dan Pemuda Palestina di Teheran

Rusman

Rusman·20 October 2025·4 min read

Share
Galang Front Anti Imperialisme, FPN Hadiri Konferensi Internasional Solidaritas untuk Anak dan Pemuda Palestina di Teheran

Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN), Furqan AMC menghadiri Konferensi Internasional ke-8 Solidaritas untuk Anak dan Pemuda Palestina di Teheran, Iran. Konferensi yang dilangsungkan dari tanggal 11-13 Oktober 2025 ini dihadiri tokoh-tokoh politik, budaya, hukum, serta aktivis poros perlawanan dari berbagai organisasi di seluruh dunia.

Kurang lebih ada perwakilan dari 32 negara yang hadir. Di antaranya, Afrika Selatan dan Zimbagwe dari Benua Afrika. Cina, Indonesia, Pakistan, Malaysia dan Thailand dari Asia. Chile dan Bolivia dari Amerika Latin. Bosnia, Serbia, Turki dan Rusia dari Eropa.

“Tujuan utama konferensi ini adalah untuk mengkaji dimensi kejahatan rezim Zionis dalam pembunuhan anak-anak Palestina dan kebijakan rasisnya, serta untuk mengambil keputusan yang praktis, efektif, dan memberikan efek jera dalam menghadapinya,” ungkap Sekjen FPN, Furqan AMC.

Furqan menyebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan agresi Israel di Gaza sebagai genosida. Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menyimpulkan otoritas Israel dan pasukan keamanannya melakukan dan terus melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina. Ketika gencatan senjatapun Israel terus membunuh rakyat Palestina.

Dua organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) asal Israel, B’Tselem dan Physicians for Human Right, juga telah menyebut pemerintah Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

“Bahkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Isarel Yoav Galant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina,” jelas Furqan.

Furqan mengungkap hingga tanggal 19 Oktober 2025, sudah 68.159 korban tewas dan 170.203 luka-luka sejak 7 Oktober 2023 menurut laporan kementerian kesehatan Palestina. Namun angka tersebut hanya yang tercatat di rumah sakit. Besar kemungkinan angkanya lebih tinggi karena banyaknya korban yang terjebak di reruntuhan maupun yang hilang, termasuk yang meninggal tidak langsung karena minimnya perawatan.

Hasil riset akademis Professor Richard Hil dan Dr. Gideon Polya, korban tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 sebenarnya telah mencapai angka 680 ribu orang lebih dan 380 ribu di antaranya adalah anak di bawah lima tahun (balita).

Data di atas selaras dengan laporan jurnal ilmiah Inggris The Lancet yang menyebut
Jumlah kematian tidak langsung berkisar antara 3 hingga 15 kali lipat jumlah kematian langsung.

Dalam konferensi internasional di Teheran tersebut Furqan mengajak semua jaringan yang hadir dari berbagai penjuru dunia untuk membangun Front Anti Imperialisme.

“Rumus zionisme/kolonialisme/imperialisme dari dulu sama, yaitu pecah belah. Karena itu melawannya harus dengan Persatuan Perjuangan,” ungkap Furqan.

“Front Anti Imperialisme di seluruh dunia harus dibangun dari berbagai latar belakang ideologi, agama, mazhab, suku bangsa dan negara. Kita harus mampu melampaui semua perbedaan dan ego kelompok (ashabiyah) untuk membangun persatuan perjuangan menumbangkan zionisme/kolonialisme/imperialisme. Front Anti Imperialisme itu harus kita bangun dengan terpimpin, terorganisir dan berlipat ganda,” tegas Furqan.

Lebih lanjut Furqan menjelaskan bahwa Palestina adalah Front Anti Imperialisme terdepan saat ini. Sedangkan Israel adalah benteng terakhir kolonialiame/imperialisme. Pada kongres perdana zionisme internasional tahun 1897 bapak pendiri Israel, Theodore Herzl menyebut dengan gamblang bahwa tujuan Israel didirikan adalah untuk menopang kolonialisme dan imperialisme di Asia Barat/Timur Tengah.

“Yang dipraktekkan zionisme Iarael adalah setler colonialism (kolonialisme pemukim). Persis seperti yang dipraktikkan Inggris ketika mengambil alih Kanada dan Australia dari suku Aborigin, serta mengambil alih Amerika dari suku Indian. Politik apartheid Zionisme Israel sangatlah rasis dan fasis,” urai Furqan.

Adapun terkait “Solusi dua negara” menurut Furqan sudah puluhan tahun digaungkan, tapi kenyataannya sampai sekarang Palestina belum merdeka. Kenapa? Karena memang Israel tidak menginginkan adanya negara Palestina. Jadi, harapan palsu “Solusi dua negara” selama ini lebih terlihat seperti taktik buying time untuk memberi waktu bagi Israel menggusur dan mencaplok wilayah Palestina sebagaimana yang tergambar dari peta yang populer, di mana wilayah Palestina semakin lama semakin mengecil digerogoti kanker zionis.

“Perdamaian abadi dengan solusi dua negara hanyalah fatamorgana. Sepanjang ideologi zionisme masih bercokol, selamanya tidak akan ada perdamaian abadi. Pengalaman membuktikannya,” pungkas Furqan.

FPN sendiri saat memiliki 89 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dan beberapa kota di luar negeri.

Tujuan strategis FPN adalah membangun Persatuan Perjuangan mendukung Palestina merebut kemerdekaannya. Taktik FPN: terpimpin, terorganisir dan berlipat ganda.

FPN sudah menyelenggarakan 7 kali workshop (pelatihan) untuk anggota, berbagai webinar untuk edukasi publik, aktivasi media sosial untuk kampanye dan beberapa kali melakukan aksi massa.

Ada aksi demonstrasi menggeruduk Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menuntut Amerika berhenti mempersenjatai Israel. Aksi mengepung Kedutaan Mesir di Jakarta meminta gerbang Rafah dibuka. Aksi meminta Presiden Indonesia untuk memimpin dunia hentikan genosida di Palestina dan tegas melawan zionisme, kolonialisme, imperialisme.

Setiap aksi, diikuti serentak oleh cabang-cabang FPN di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousHilangnya Legitimasi Badan Pidana International (ICC), Melumpuhkan Wibawa Moral Statuta RomaNextKTT Penyelesaian Damai Gaza di Mesir Membuka Harapan Baru, Namun Komitmen AS dan Israel Masih Diragukan

More in International

View all
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analysis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 August 2026 · 3 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analysis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 August 2026 · 6 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents