About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Book Reviews

ColonUS

Rusman

Rusman·21 December 2024·2 min read

Share
ColonUS

Oleh Agung Marsudi
DURI INSTITUTE

USAI mengikuti peluncuran buku berjudul “Neokolonialisme AS di Asia: Perspektif Indonesia” di Wisma Daria, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (20/12). Gayung bersambut, seorang sahabat lama mengajak melanjutkan diskusi di Pondok Ranggi.

Obrolan renyah, bersama para pengamat global, dan penulis spesialis Jepang, EkaHindra, di kantor Global Future Institute (GFI) harus saya tinggalkan, seiring kepulan asap rokok yang membubung tinggi, menari, meliuk ke luar jendela, lurung ventilasi.

Narasi neokolonialisme, di mata Rahadi Teguh Wiratama, peneraju Indonesia Consulting Group yang ia sebut sebagai “penghisapan” menemukan jalannya sendiri, dihisap dari tiga kata kunci; hegemoni, dominasi, invasi.

Domino dominasi asing, seperti permainan di labirin kekuasaan, yang dampaknya menggurita di lini masa. Geopolitik adalah bahan bakar sejarah, yang membuat berapi sejarah. Obrolan tentang Kanaan, sebagai “babon” geopolitik, sepertinya mulai relevan. Titik getar dunia, negeri Kanaan, tanah yang dijanjikan.

Dalam perspektif Indonesia, khususnya terkait penguasaan sumberdaya daya alam, neokolonialisme Amerika itu nyata. Bisa ditelisik dari invasi AS di ladang-ladang minyak dan gas bumi dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga tambang emas Papua. Pompa angguk “penghisapan” eksploitasinya melebihi usia sejarah kemerdekaan. Investasi, dengan rantai eksploitasi sumber daya alam di perut bumi, yang tidak bisa diperbaharui, lebih dari 50 tahun adalah invasi.

Mau rezim kontrak, atau rezim perijinan, sumber daya alam tak semestinya diserahkan dengan konspirasi murahan, sembunyi di balik tangan. Gaya baru “penjajahan”.

Masih segar dalam ingatan, pernyataan Menhan AS Lloyd Austin pada KTT Dialog Shangri-La ke-20 di Singapura pada 3 Juni 2023, “AS akan aman, jika Asia aman”.

Amerika itu, colonUS.

Neokolonialisme Amerika di Asia, bukan soal kekuatan, dan senjata. Tapi soal ketakutan yang dibeli dengan pinjaman, kesehatan yang diperjualbelikan, di balik standar ganda kemanusiaan, atas nama demokrasi dan HAM.

Senarai acara peluncuran buku, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan diskusi itu, dihadiri oleh mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, mantan Wamenlu Triyono Wibowo, mantan Dirut Pertamina Martiono, akademisi, mahasiswa, civil society organization, dan lain-lain.

Buku setebal 403 halaman tersebut ditulis oleh Hendrajit, Rahadi Teguh Wiratama, M. Abriyanto, Satrio Arismunandar, Agung Marsudi D. Susanto dan Dina Y. Sulaeman.

Jakarta, 20 Desember 2024

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousUSAID dan Neokolonialisme AS di AsiaNextGeopolitik: Pisau Bedah Untuk Membuka Apa Yang Ingin Diungkap Sejarah.

More in Book Reviews

View all
Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik
Book Reviews

Menelisik Sindikat “Protection RacketProtection Racket” di Jantung Republik

31 August 2026 · 3 min read

Ketika Artificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi
Book Reviews

Ketika Artificial IntelligenceArtificial Intelligence (AI) Memasuki Ruang Redaksi

16 August 2026 · 12 min read

Membaca “Defensive Nationalism” dalam Konteks Indonesia
Book Reviews

Membaca “Defensive NationalismDefensive Nationalism” dalam Konteks Indonesia

12 August 2026 · 8 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents