About UsBook ReviewsEditorialGalleryPodcastContact
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewYour Guide to World Affairs
  • Analysis
  • International
    • Southeast Asia
    • East Asia
    • South Asia
    • Central Asia
    • Australia
    • Middle East
    • Africa
    • Latin America
  • Geopolitics
  • Politics & Security
  • Economy & Business
  • Issues

    • Diplomacy
    • Law
    • Society
    • Culture
    • Environment
    • Science & Tech
    • Health

    Special Coverage

    • Profiles
    • Features
    • Media

    Channels

    • Book Reviews
    • GFI Library
    • Podcast
    • Gallery
Logo Global Future Institute

Published by

Global Future Institute (GFI)

A geopolitics and foreign-policy think tank, established 11 October 2007. The Global Review is its journalistic channel.

About GFI
The Global Review

Your Guide to World Affairs

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Institution

  • About Global Future Institute
  • GFI Board
  • Contact

Media

  • About Us
  • Editorial
  • Book Reviews
  • Gallery
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Middle East

Ayat-Ayat Tuhan di GazaGaza

Rusman

Rusman·15 October 2025·3 min read

Share
Ayat-Ayat Tuhan di Gaza

Presiden Trump hari ini memberikan ceramah di gedung parlemen Israel untuk menyambut pertukaran dan pembebasan tawanan Israel dari Kelompok Perlawan Hamas Gaza.

Sejak Hamas melancarkan serangan Badai Aqsa 7 Oktober 2023 dunia Islam terbagi menjadi dua kelompok besar; Mereka yang menuduh Hamas bodoh dan memprediksikan kehancuran Gaza akibat tindakan mereka menyerang dan mempermalukan Israel. Kedua mereka yang awalnya bingung dan kemudian merasakan bahwa tindakan tadi adalah bentuk perlawanan alamiah dari satu bangsa terjajah kepada penjajahnya.

Setelah lima kali memveto gencatan senjata di Gaza maka pada 18 September bulan lalu kembali AS memveto untuk ke-enam kalinya gencatan senjata tanpa syarat untuk kemanusiaan. Tentu saja dengan harapan mereka dapat menuntaskan perang yang kini memasuki perayaan ke-dua tahun. Kenyataannya Israel dengan bantuan AS dan sekutu baratnya tidak juga dapat mencapai tujuan-tujuan objektif kampanye militer mereka di Gaza;

Pertama, tidak satu pun tawanan Israel yang dapat dibebaskan kecuali mereka bersepakat dengan tawaran Hamas dalam pertukaran tawanan.

Kedua, setiap acara pembebasan dilakukan maka ratusan pejuang Hamas dengan kendaraan dan pakaian militer lengkap muncul entah darimana. Seolah-olah mereka baru saja mengambil pakaiannya dari tempat laundry. Lewat kepercayaan tinggi mereka menyerahkan tawanan Israel kepada mediator dan pemimpinnya mengucapkan pidato kemenangan.

Hampir 90 persen wilayah Gaza hancur, lebih dari 65 ribu rakyat sipil anak-anak, perempuan, dan orang tua tewas dibantai Israel. Untuk operasi ini Surat Kabar Gurdian menyebutkan RAF Inggris melakukan lebih dari 600 penerbangan intelejen untuk membantu operasi militer Israel dari Bandara Akrotiri di Siprus sejak 2023. AS melakukan 35 kali operasi militer atas nama kemanusian di Gaza yang sebenarnya merupakan deploy pasukan mereka untuk membantu IDF. Italia, Jerman, dan Prancis membantu pengiriman amunisi ke Israel dan negara-negara kerajaan Arab di teluk berusaha membantu Israel menyingkirkan pemimpin-pemimpin Hamas.

Sebagai orang beragama saya hanya melihat ini sebagai logos dari Tuhan YME mendemonstrasikan kekuasaan dan kehendak-kehendaknya melalui tanda-tanda atau ayat-ayatnya.

Tidak satu pun ahli militer yang akan meletakkan taruhan di pihak Hamas dalam menghadapi Israel dengan kekuatan militer dan bantuan besar-besaran Barat baik militer, intelejen, finansial dan diplomatik di belakangnya. Satu enclave yang baratnya berbatasan dengan Mesir, dan selebihnya ditembok Israel serta utaranya dipagari lautan. Pada awal pemerintahnya Presiden Prabowo pun pernah mengatakan bahwa Indonesia siap menampung pengungsi dari Gaza. Perang baru berlangsung 10 bulan, dan satu pernyataan yang bukan hanya tidak relevan dengan situasi tetapi juga menganggap perlawan Hamas dan rakyat Gaza dianggap sudah usai.

Tetapi lebih dari 2 tahun perang dengan kehancuran wilayah, korban jiwa puluhan ribu, kelaparan, dan penghinaan Hamas dan warga Gaza sekali lagi merayakan kemenangan.

Trump melihat kemustahilan Israel memaksakan perang di Gaza yang semakin menarik dirinya kepada ketidakpopuleran nasional dan juga internasional. Ia seperti pemimpin Barat lainnya mulai berpaling dari mendukung Israel secara terbuka kepada dukungan bersyarakat. Ia menyadari bahwa demo besar-besara di semua kota-kota di dunia untuk kemerdekaan Palestina sulit di cegah. Pawai perahu layar ke Gaza membuka blokade militer Israel pasti akan dikerjakan lagi oleh aktivis kemanusian dengan instensitas lebih besar.

Trump melihat bahwa mengikuti syarat pertukaran tawanan dan penghentian perang atas nama kemanusian oleh Hamas adalah pilihan memalukan bagi Israel dan juga AS tetapi harus dilakukan. Jika mereka tidak ingin benar-benar semakin dipermalukan dalam pergaulan politik Internasional.

Kita melihat ini sebagai tanda-tanda kekuasaan Tuhan, bagaimana mereka yang awalnya dianggap lemah adalah yang paling berdiri tegak di antara orang-orang yang selama ini mencaci dan meremehkan. Bagaimana perang ini membuat si lemah menjadi si paling kuat, si paling sabar, si paling beriman dan bagaimana ia memisahkan orang-orang munafik dan pengecut dengan orang beriman dan yakin.

Ya, kita tidak pernah dapat menentukan apa yang Tuhan kehendaki tetapi kita dapat membaca tanda-tanda kekuasaannya tadi.

Andi Hakim, Pemerhati Masalah Internasional

Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

PreviousKTT Penyelesaian Damai Gaza di Mesir Membuka Harapan Baru, Namun Komitmen AS dan Israel Masih DiragukanNextFPN Minta Prabowo Tegas Lawan Zionisme

More in International

View all
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analysis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 August 2026 · 3 min read

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCW di Tengah Rivalitas Global
Analysis

Sabrina Dallafior dan Ujian Independensi OPCWOPCW di Tengah Rivalitas Global

18 August 2026 · 3 min read

USAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia
Analysis

USAIDUSAID Organ Terselubung Washington Untuk Mengendalikan Dunia

10 August 2026 · 6 min read

Most Read

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Latest Podcasts

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

All podcasts

Book Reviews

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Featured book

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Read the review

Follow on Facebook

theglobal-review.com

2.147 followers

Like Page

Reference Network

The sources and partners we monitor, from official domestic institutions to analytical media across regions.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

International

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents