Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Sosial

Bankir Van HallBankir Van Hall Dalam Perlawanan Bawah Tanah Terhadap Kolonialisme Nazi Jerman di Belanda

Hendrajit

Hendrajit·13 Januari 2026·2 menit baca

Bagikan
Bankir Van Hall Dalam Perlawanan Bawah Tanah Terhadap Kolonialisme Nazi Jerman di Belanda

The resistance banker adalah sebuah film dokumenter yang menceritakan kisah perjuangan bankir dan aktivis keturunan Inggris yang bermukim di Belanda saat penjajahan Jerman 1940-1945. Keluarga Van Hall, Walraven (Wally) dan Gijsbert (Gijs) adalah bankir kelas menengah yang miris melihat pembantaian warga Yahudi oleh Jerman.

Wally dan Gijs pernah bekerja di Wallstreet untuk beberapa penugasan yang berhubungan dengan pasar keuangan. Wally sebelum bekerja di Amerika Serikat, bercita-cita sebagai perwira tentara angkatan laut namun kandas karena memiliki kelainan rabun pada matanya.

Jerman di tahun itu menguasai sistem birokrasi, ekonomi, dan militer Belanda sekaligus melakukan pengusiran terhadap warga Yahudi karena pemikiran kapitalis yang menurut Nazi saat itu adalah dalang dari kemiskinan buruh. Pembantaian dalam film tersebut ditampilkan, siapapun yang melindungi Yahudi tak segan di penjara.

The Resistance Banker, Kisah Nyata tentang Keberanian dan Pengorbanan, ini Dia Filmnya!

Wally dan Gijs merasa apa yang Nazi di Belanda tidak manusiawi. Sebagai bankir yang memiliki koneksi keuangan yang luas, keduanya bersepakat merencanakan pengusiran Jerman. Uang adalah sumber utama untuk melindungi warga Yahudi yang sengaja dibiarkan kelaparan bahkan dibunuh dan ditakuti hingga bunuh diri.

Yayasan nelayan milik keluarga Van Hall menjadi lembaga penampung dan pendistribusian dana pengusiran Jerman. Yayasan ini milik leluhur Van Hall yang merupakan seorang pelaut bahkan info lain menyebut mereka sebagai kumpulan perompak.

Sebagai bankir yang mengerti seluk beluk peredaran uang, Wally mengordinasikan beberapa orang bahkan internal lembaga untuk melakukan pencairan asuransi kematian warga yahudi yang masih hidup dengan bantuan internal perusahaan. Hal ini tidak berjalan mulus karena dana yang dicairkan tidak banyak.

Hal gila dilakukan Van Hall dengan menawarkan obligasi negara ke koneksi keuangan yang ia miliki dengan menerbitkan obligasi palsu. Serial nomor yang sama didapat dari pegawai bank sentral yang kontra dengan Nazi. Lewat pemalsuan obligasi ini dana yang diterima berkali-kali lipat hingga 40 juta gulden Belanda atau sekitar 1 miliar euro saat ini.

Image

Uang tersebut digunakan untuk perjuangan Van Hall dalam membebaskan Yahudi, seperti melindungi kebutuhan warga Yahudi, operasional kelompok bawah tanah, penyebaran flyer informasi, dan juga membiayai pemogokan buruh kereta api.

Gijs saat itu sempat dalam dilema karena ia memikirkan nasib keluarganya. Berbeda dengan Wally yang berusaha keras untuk mengusir Nazi dari Belanda kala itu.

Gijs tetap berhati-hati dan menjaga profesionalisme sebagai seorang bankir. Sedangkan Wally harus memindahkan istri dan anak-anaknya dari Zanndam ke daerah pedesaan terpencil agar selamat, tidak menjadi korban Jerman.

Nazi Jerman

Di tengah pasukan intel Jerman yang selalu mencari keberadaan tokoh sentral pemberontakan, Wally selalu selamat dari berbagai peristiwa. Namun, Februari 1945, hari sial itu tiba. Ia tertangkap oleh kelompok Nazi dan ditembak mati. Seluruh dana pasca perang disimpan di Bank Swiss.

Dua belas tahun kemudian, tahun 1957, Gijs saudara kandungnya terpilih menjadi Walikota Amsterdam dan tahun 2010 Monumen Perjuangan Wally Van Hall diresmikan Pemerintah Belanda dekat gedung De Nederlanndsche Bank (Bank Sentral Belanda) sebagai simbol pendanaan perlawanan lewat pemalsuan obligasi .

Murniatun Margono,  Direktur  Advokasi Hukum, Global Future Institute (GFI)

Hendrajit

Editor

Hendrajit

Direktur Eksekutif GFI

Pengkaji geopolitik, memprakarsai berdirinya Global Future Institute pada 11 Oktober 2007. Penulis buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru.

SebelumnyaMembaca K-pop Diplomasi Korea-Japan di Nara, Pelajaran Strategis untuk IndonesiaSelanjutnyaKegagalan Swasembada Pangan Berpotensi Mengganggu Stabilitas Politik Iran

Lainnya di Sosial

Lihat semua
Anak Sekarang Tidak Suka Baca Buku
Sosial

Anak Sekarang Tidak Suka Baca BukuBaca Buku

14 Agustus 2026 · 1 menit baca

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan Lokal
Sosial

Dieng, Obyek Wisata Yang Indah dan Kaya Kearifan LokalKearifan Lokal

28 Juli 2026 · 5 menit baca

Sejatinya Amerika di Balik Pundi-Pundi Dollar Ajang Piala Dunia Amerika Serikat 2026
Geopolitik

Sejatinya Amerika di Balik Pundi-Pundi Dollar Ajang Piala Dunia Amerika SerikatAmerika Serikat 2026

24 Juli 2026 · 7 menit baca

Terpopuler

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents