Tentang KamiBedah BukuRedaksiGaleriPodcastHubungi Kami
ID/EN
The Global ReviewThe Global ReviewPemandu Informasi Perkembangan Dunia
  • Analisis
  • Internasional
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Selatan
    • Asia Tengah
    • Australia
    • Timur Tengah
    • Afrika
    • Amerika Latin
  • Geopolitik
  • Politik-Keamanan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Isu

    • Diplomasi
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • Lingkungan Hidup
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan

    Liputan Khusus

    • Sorot Tokoh
    • Features
    • Media

    Kanal

    • Bedah Buku
    • Pustaka GFI
    • Podcast
    • Galeri
Logo Global Future Institute

Diterbitkan oleh

Global Future Institute (GFI)

Lembaga pengkajian geopolitik dan politik luar negeri, berdiri 11 Oktober 2007. The Global Review adalah kanal jurnalistiknya.

Tentang GFI
The Global Review

Pemandu Informasi Perkembangan Dunia

DARIA Building, Suite 402, Jl. Iskandarsyah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

redaksi.theglobalreview@gmail.com

Lembaga

  • Tentang Global Future Institute
  • Pengurus GFI
  • Hubungi Kami

Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Bedah Buku
  • Galeri
  • Podcast

Copyright © 2008-2026 The Global Review

Analisis

Antara Polemik Aceh – Medan dan Konflik IsraelKonflik Israel versus Iran

Rusman

Rusman·16 Juni 2025·2 menit baca

Bagikan
Antara Polemik Aceh – Medan dan Konflik Israel versus Iran
Sebuah Refreshing Geopolitik Dari perspektif geopolitik, perang apapun atau konflik di manapun baik lokal, regional maupun konflik global sekalipun hanyalah (geo) strategi guna meraih apa yang disebut geoekonomi. Ini berlaku jamak di dunia politik. Kapanpun. Konflik lokal di Ambon dahulu (1999-2002), contoh, meski bermenu sektarian, toch ujungnya rebutan (geo) ekonomi antara warga pendatang versus penduduk asli. Atau, konflik Dayak – Madura di Sampit, Kalteng (2001), juga faktor ekonomi. Ini keniscayaan. Konflik global apalagi. Invasi Barat —Amerika dan sekutu— di Irak, Afghanistan, Libya, Syria dan lain-lain pun bermuara pada geoekonomi dalam hal ini adalah penguasaan minyak, gas bumi, ataupun geopolitic pipeline, geoposisi strategis dan lain-lain. Poin intinya, geoekonomi selalu terkait profit dan benefit bagi aktor-aktor di balik layar, kendati isu alias pintu masuk konflik soal terorisme, misalnya, atau radikalisme agama, senjata pemusnah massal, demokratisasi, isu nuklir dan lain-lain. Jadi, ketika terjadi konflik alias peperangan di skala apapun maka pertanyaan pokoknya ialah, “Geoekonomi mana dan komoditas apa yang tengah diperebutkan?” Hal lain yang tak kalah penting untuk dipahami bersama bahwa dalam sebuah pagelaran konflik selalu ada pion atau wayang (proxy); ada dalangnya; dan ada pemilik hajatan yang meremot jalannya pagelaran (konflik) itu sendiri. Narasinya begini, pion akan patuh perintah dalang, dan si dalang tergantung maunya pemilik hajatan. Ini pola klasik dan pakem yang kerap kali berulang, walau tidak setiap kali. Beranjak dari uraian di atas, pertanyaan yang muncul akibat polemik empat pulau (Pulau Panjang, Pulau Mangkir Besar, Pulau Mangkir Kecil, dan Pulau Lipan) antara Aceh – Sumatera Utara/Medan, maka retorikanya adalah: Pertama, geoekonomi mana dan komoditas apa yang diperebutkan? Kedua, dalam polemik tersebut — siapa pion, mana si dalang, dan adakah pemilik hajatan pada isu dimaksud? Retorika di atas tidak perlu dijawab agar tulisan ini bisa dilanjutkan ke level yang lebih tinggi/global. Bahwa antara Iran-Israel kini telah menjadi konflik terbuka. Retorikanya pun sama, yaitu: 1. Geoekonomi apa yang diperebutkan; 2. Mana pion, dalang, dan siapa pemilik hajatan? Ya. Pembahasan tentang hal-hal di atas dirasa lebih urgen daripada sekadar bahasan historis dan kronologis yang kerap diselipi narasi konspirasi, misalnya, konon konflik Iran-Israel hanya sekadar propaganda pemilik hajatan untuk menaikkan harga minyak dan emas; atau, bahwa konflik tersebut dalam rangka menjatuhkan saham-saham di Wall Street, dan lainnya. Katakanlah, bila isu itu memang sebuah konspirasi, pertanyaan menggelitik yang muncul, “Bagaimana dengan kerugian atas kerusakan infrastruktur, contohnya, ataupun korban jiwa baik dari personel militer maupun warga sipil?” Hal lain yang tak kalah penting dalam mencermati dinamika geopolitik bahwa setiap tujuan niscaya membawa korban. Sekali lagi, itu sudah jamak dalam geopolitik. Dan itu yang disebut dengan istilah ‘tumbal politik’. Demikianlah sedikit refreshing dalam membaca isu dan peristiwa terkait geopolitik baik di level lokal maupun global. Terima kasih. M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Rusman

Editor

Rusman

Direktur Teknologi Informasi

Perintis GFI sejak 2008, wartawan tabloid DeTAK, jurnalis terbaik versi Yayasan KEHATI dan Lembaga Pers Dr. Supomo tahun 2000.

SebelumnyaTiga Skenario Yang Mungkin Dilakukan AS Untuk Melumpuhkan QRIS Sebagai Sistem Pembayaran Digital ala IndonesiaSelanjutnyaTerjebak Perdebatan Kaum Sofis

Lainnya di Analisis

Lihat semua
Polarisasi Blok Indo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN
Analisis

Polarisasi Blok Indo-PasifikIndo-Pasifik, Membahayakan Kedaulatan Nasional ASEAN

30 Agustus 2026 · 3 menit baca

Kita Butuh Mas Botok Sebagai Tokoh Rakyat
Analisis

Kita Butuh Mas BotokBotok Sebagai Tokoh Rakyat

29 Agustus 2026 · 10 menit baca

Demo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan
Analisis

Demo 27 AgustusDemo 27 Agustus: Antara Isu Rakyat, Kepentingan Politik, dan Dugaan Penunggangan

27 Agustus 2026 · 2 menit baca

Terpopuler

  1. 01Rencana Merger Elnusa dan PDSI: Menguji Pidato Pasal 33 UUD 1945 Presiden Prabowo
  2. 02Redefinisi Paradoks untuk Dekonstruksi Derrida
  3. 03Ekonomi Politik NU dan Pesantren (Catatan Pasca Muktamar)
  4. 04Media Takut Penguasa atau Takut Kehilangan Bisnis?
  5. 05Menelisik Sindikat “Protection Racket” di Jantung Republik

Podcast Terbaru

  • Armory Reborn

    Militerisasi Eropa: Konsekuensi Pasca-Invasi Rusia ke Ukraina

  • Jaya Suprana Show

    Di Jaya Suprana Show, Hendrajit Bedah Perang Asimetris sebagai Sarana Nir-Militer Imperialisme Gaya Baru

  • Rasil TV

    Rasil TV: Gejolak Geopolitik Dunia dan Peluang Perang Dunia Ketiga

Semua podcast

Bedah Buku

Sampul buku Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Buku pilihan

Perang Asimetris & Skema Penjajahan Gaya Baru

Hendrajit, Global Future Institute (2019)

Baca ulasannya

Ikuti di Facebook

theglobal-review.com

2.147 pengikut

Suka Halaman

Jaringan Rujukan

Sumber dan mitra pantauan kami, dari lembaga resmi dalam negeri hingga media analisis lintas kawasan.

Indonesia

  • Kemlu.go.id
  • Kemhan.go.id
  • NU.or.id
  • Kompas.com
  • The Jakarta Post
  • Obsession News
  • Opini Indonesia
  • Pena Merah Putih

Internasional

  • Strategic Culture
  • Global Research
  • The Duran
  • Consortium News
  • Journal NEO
  • Voltaire Network
  • MintPress News
  • Oriental Review
  • Antiwar.com
  • Countercurrents