» Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II) » Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi » Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I) » Melacak Jejak Para Taipan Indonesia Investasi di Daratan Cina » Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Hankam
29-07-2015
BIN dan Tolikara

Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso tak mau disebut kecolongan soal kerusuhan yang mengakibatkan terbakarnya sejumlah kios dan mushala di Tolikara, Papua, saat pelaksanaan shalat Idul Fitri, Jumat (17/7/2015). Sutiyoso mengatakan, potensi insiden ini sudah terdeteksi setelah munculnya surat larangan shalat Id yang mengatasnamakan Gereja Injili di Indonesia (GIDI). "Tanggal 11 Juli, seluruh aparat sudah tahu karena ada edaran tidak boleh shalat Id dari GIDI, tapi yang tanda tangan bukan presidennya," kata Sutiyoso di Jakarta, Rabu (22/7/2015).



Artikel Terkait
» Hendropriyono: Dewan Ketahanan Nasional Dapat Ambil Alih Kekuasaan Presiden Jokowi
» Antara BIN dan CIA
» Dubes AS Temui SBY di Cikeas, Tanda Jokowi Tak Lagi Dipercaya?
» Jokowi: 343 Media Massa Dipantau Intelijen
» Perlu Kepala BIN Ultra-Nasionalis, Profesional dan Non-Parpol
» Panglima TNI Ingin Cetak Master Intelijen Hebat dan Diakui Dunia
» Sipil Sanggup Menjadi Kepala BIN?


23-07-2015
Pasukan Perdamaian Indonesia di Sudan-Afrika
TNI Gelar Pengobatan Massal Gratis di Darfur Barat

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt), yang tengah bertugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB dibawah bendera United Nations Mission In Darfur, menggelar pengobatan massal gratis bagi masyarakat lokal di wilayah El Riyad, Darfur Barat, Sudan-Afrika, Rabu (22/7/2015).


23-07-2015
Korea Selatan-Jepang
Awal Agustus, Korsel dan Jepang Gelar Pertemuan Militer

Otoritas militer Korea Selatan dan Jepang membicarakan penggelaran pertemuan rutin tingkat direktur jenderal di awal Agustus mendatang.


11-07-2015
Hendropriyono: Dewan Ketahanan Nasional Dapat Ambil Alih Kekuasaan Presiden Jokowi

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono memberikan peringatan kepada Sutiyoso, Kepala BIN yang baru dilantik, kemungkinan akan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, seperti yang terjadi pada tahun 1998 lalu.


08-07-2015
Pakistan dan India Gabung Blok Keamanan Pimpinan China

Dua negara dengan kapabilitas nuklir yang berseteru, India dan Pakistan akan memulai proses untuk bergabung dengan blok keamanan yang dipimpin oleh China dan Rusia.


07-07-2015
Pertama Kali Jepang Ikut Serta dalam Latihan Perang AS-Australia

Jepang untuk pertama kalinya ikut serta dalam latihan perang bersama Amerika Serikat dan Australia, Minggu (5/7), pada saat ketegangan dengan Cina terkait sengketa wilayah membayangi latihan perang itu.


30-06-2015
Korea Selatan
Korsel Tunda Rencana Pengurangan Pasukan

Korea Selatan melalui Kementerian Pertahanan menangguhkan rencana mengurangi 520 ribu tenaga militernya dalam 8 tahun hingga tahun 2030.


26-06-2015
Program Nuklir Iran dan Gagalnya Operasi Merlin CIA

Semasa pemerintahan Bill Clinton, Amerika Serikat nampaknya bisa juga diperdaya musuh dalam sebuah perang intelijen. Hal ini bisa terjadi gara-gara kecerobohan badan intelijen AS sendiri, Central Intelligence Agency (CIA). Mari kita bongkar kembali berkas lama, Operasi Merlin yang digelar CIA pada masa pemerintahan Clinton pada 2000.


26-06-2015
Quds, Kedigdayaan Pasukan Khusus Iran

Perkenalkan Qod Force, pasukan khusus Iran. Yang mengambil nama kota suci di Palestina, Al Quds (Jerusaelm). Pasukan Quds didirikan pada 1990 dan diumumkan secara langsung oleh pemimpin spiritual tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.


26-06-2015
Malaysia "Cuekin" 2 Nota Protes dari Indonesia

Masalah batas wilayah Indonesia yang dimasuki oleh militer Malaysia di Ambalat menjadi pembahasan serius kedua negara. Rupanya, sudah ada tujuh pelanggaran batas wilayah yang dilakukan Malaysia, dan sudah dua nota protes dilayangkan, namun semuanya tidak digubris oleh Malaysia.


23-06-2015
Panther, Helikopter Anti-Kapal Selam TNI AL

Angkatan Laut Indonesia akan membangun skadron Anti Kapal Selam (ASW). Menurut IHS Jane Defense, berdasarkan laporan yang diterbitkan kantor berita Antara, skadron ini akan menjadi yang pertama kali sejak tahun 1970-an bagi Angkatan Laut Indonesia untuk memiliki unit penerbangan yang didedikasikan sepenuhnya untuk ASW.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi
Soal penguasaan lahan tanah dan properti, jangan dianggap enteng. Karena dalam skema ekonomi para Taipan dan pelaku bisnis asing, hal itu merupakan tahapan awal untuk menanam ...

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional

Menyambut Baik Babak Baru Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Aceh dan Papua, Satu Skema Penguasaan Asing?

Aceh-Papua: Pintu Masuk Balkanisasi Nusantara

Inggris akan Gelar Referendum Keanggotaan UE pada 2016

Jokowi dan David Cameron Bakal Tanda Tangani Sejumlah MoU

Cina Minta AS tidak Menjadi Wasit di Laut Cina Selatan

Dengan Mantra "Verdeel en heers", Kolonialisme Bisa Membangun Kekuasaan di Negara Lain

Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?

Obama Frustasi Karena Gagal Loloskan UU Senjata

Wahai Anak Bangsa Sadarlah Musuh-Musuh Kita Telah di Depan Mata

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »