» Mengupayakan Sebuah Ikatan Bersama Menuju Satu ASEAN, Satu Asia Tenggara » Meneropong Politik Luar Negeri Uni Eropa di Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa » Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara » Membaca Di Balik Kudeta Militer Turki Jumat Lalu » Standar Ganda Kebijakan HAM AS di Pelbagai Belahan Dunia, Selayang Pandang
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Hankam
23-08-2016
Kepala BNPT: Terorisme Butuh Penanganan Lintas Sektoral

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengajak kementerian dan lembaga negara bersinergi menanggulangi terorisme di Tanah Air.



Artikel Terkait
» Perang Narkoba dan Putusan Vonis Hakim
» Indonesia dan UAE Tanda Tangani Perjanjian Pencegahan dan Perlindungan Korban Perdagangan Manusia
» Media Lokal: Papua Nugini Deportasi 150 Imigran Gelap ke Indonesia
» Ini Daftar Negara yang Melegalkan Ganja
» Selama Sepekan TNI Tangkap Lima Kapal Asing


18-08-2016
Stanislaus Riyanta *)
Fusi Informasi Intelijen untuk Memberantas Terorisme
Belum ada sebuah negara yang bisa bebas dari ancaman terorisme. Negara adidaya seperti Amerika Serikat dan negara besar lainnya seperti Perancis justru kerap menjadi sasaran terorisme. Terorisme terjadi lintas negara, melibatkan jaringan yang besar, hal ini yang membuat aksi teror tidak bisa dicegah dengan mudah.

11-08-2016
Testimoni Freddy Budiman Momentum Benahi Polri

Ketua Setara Institute Hendardi berharap kesaksian Freddy Budiman yang disampaikan Koordinator Kontras Haris Azhar menjadi momentum untuk evaluasi dan pembenahan Polri.


29-07-2016
Indonesia Beli Pesawat China Seharga 29,9 T
Sebanyak 30 unit pesawat jet komersial buatan China, ARJ-21, dikabarkan telah dibeli oleh sebuah maskapai Indonesia yang tidak disebutkan namanya. Pembelian pesawat bernilai US$ 2,3 miliar atau setara Rp 29,9 triliun (kurang lebih 1 triliun rupiah per unit) itu difasilitasi oleh perusahaan pembiayaan China Aircraft Leasing Group (CALC).

21-07-2016
Waspada! Aksi Teror di Perancis Menjadi Model di Indonesia
Perancis kembali berduka. Sebuah truk menabrak kerumunan orang di Promenade des Anglais, Nice, Kamis (14/7/2016) malam waktu setempat. Korban tewas tercatat 70 orang lebih dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Hasil temuan pejabat setempat menyebutkan bahwa di dalam truk tersebut terdapat banyak senjata api. Dapat dipastikan bahwa aksi ini adalah bentuk teror.

21-07-2016
Walau Santoso Tewas, Ancaman Teror Belum Tamat
Pimpinan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, diduga tewas dalam baku tembak antara satu kelompok teroris dengan Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah. Sebagai salah satu kelompok teroris paling dicari di Indonesia, informasi dugaan tewasnya Santoso cukup menyita perhatian publik. Santoso, alias Abu Wardah, diketahui sebagai tokoh yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi penyerangan dan terorisme di Poso. Selain di Poso, Santoso diduga memiliki kaitan dengan sejumlah aksi terorisme di Solo, Bogor, Depok, hingga Tambora.

16-07-2016
Tim Pengamat Indonesia IMT-5 Konga XXXIV-E Tiba di Manila

Tim Pengamat Indonesia IMT-5 (International Monitoring Team-5) Satgas Konga XXXIV-E di Filipina Selatan tahun 2016-2017, yang berjumlah 9 (sembilan) orang terdiri dari 5 (lima) orang Militer dari Mabes TNI dan 3 (tiga) orang Sipil dari Kemlu RI dibawah pimpinan Kolonel Czi Gemuruh Winardjatmiko, beberapa waktu lalu tiba di Manila, Filipina.


16-07-2016
Militer Indonesia dan Filipina Lakukan Pertemuan

Mencegah terjadinya kembali insiden perompakan bersenjata di laut dan penculikan di wilayah maritim, militer Indonesia dan Filipina telah lakukan pertemuan pada 12-14 Juli 2016. Delegasi TNI yang dipimpin oleh Asisten Operasi Panglima TNI dan Delegasi Filipina yang dipimpin oleh Asisten Operasi Angkatan Bersenjata Filipina


15-07-2016
Indonesia Mampu Menangkal Serangan ISIS
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan kemungkinan besar ISIS beralih strategi untuk melakukan teror kepada warga yang tidak berdosa, akibat kelompok ISIS kini mengalami banyak kekalahan di daerah timur tengah. ISIS telah mengalami banyak kekalahan dibanyak tempat di Irak dan Syiria. 30 persen wilayah yang diduduki berhasil direbut kembali oleh pasukan pemerintah dan sekutunya.

28-06-2016
Politisasi Dan Internasionalisasi Masalah Papua
Ada dua momentum yang ditunggu-tunggu kalangan aktivis separatis Papua yang berafiliasi dengan Gerakan Separatis Papua atau OPM yaitu Hari Proklamasi West Papua tanggal 1 Juli 2016 dan rencana pelaksanaan KTT pemimpin negara Melanesian Spearhead Group (MSG) tanggal 14 Juli 2016 di di Honiara, Kepulauan Salomon. Kedua momentum tersebut, tidak perlu diikuti atau dirayakan oleh masyarakat Papua, karena integrasi Papua dalam NKRI sudah final.

27-06-2016
The Old Soldier Never Die
----------------------------
Judul Buku : Dari Terorisme sampai Konflik TNI-Polri (Renungan dan Refleksi Menjaga Keutuhan NKRI).
Penulis : Jenderal Purn. DR. Ir. H. AM Hendropriyono, SH, MBA (mantan Kepala Badan Intelijen Negara).
Penerbit : Kompas Penerbit Buku.
Tebal Buku : 194 halaman termasuk lampiran dan biodata penulis.
Terbitan : Mei 2013
Peresensi : Toni Ervianto (alumnus pasca sarjana Universitas Indonesia)
-----------------------------



123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955
Faktor pemantik ketegangan antara Korea Utara versus Korea Selatan yang menyeret campur-tangan Amerika Serikat adalah tenggelamnya kapal perang Cheonan milik Korea Selatan. Begitupun, insiden tersebut hanya ...

Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Lihat lainya »
   Arsip
RI Tidak Akan Bayar Tebusan kepada Abu Sayyaf

Menanggapi Pembacaan Nota RAPBN 2017 : Mewujudkan Anggaran Negara yang Merdeka dan Berdaulat

Fusi Informasi Intelijen untuk Memberantas Terorisme

Indonesia Bangga Terhadap OPM Yang Menyerah

Menteri Susi: Indonesia Dirampas dengan Penjajahan Gaya Baru

HUT Kemerdekaan RI, 82 Ribu Narapidana Dapat Remisi

Pembunuh Ulama di New York Tertangkap, Berawal dari Kasus Tabrak Lari

Tandai Perayaan Kemerdekaan RI, Pemerintah Tenggelamkan 60 Kapal Ilegal

China tegaskan ASEAN adalah mitra pentingnya

Langkah Muka Dua Turki

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »