» Skema TPP dan TiSA Daya Rusaknya Melebihi WTO dan NAFTA » Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global » Mengantisipasi The Yunani Effect di Indonesia » Pemerintahan Jokowi-JK Harus Secerdas Perdana Menteri Alexis Tsipras » Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Industri Strategis
26-08-2015
Belajar dari Insiden Trigana Air

Dunia penerbangan Indonesia kembali dirundung duka. Pada 16 Agustus 2015, sebuah pesawat tipe ATR-42 milik Maskapai Trigana Air yang melayani rute Sentani-Oksibil jatuh menabrak tebing di kawasan Pengunungan Bintang, Papua. Semua penumpang yang berjumlah 49 orang dan lima orang awak pesawat dipastikan meninggal dunia. Dan dapat ditebak, semua mata kini menyoroti kualitas pelayanan penerbangan, khususnya daerah terpencil yang cenderung terabaikan.



25-08-2015
Menanti Intervensi OPEC Kendalikan Harga Minyak

Pasar minyak dunia kembali menghadapi penurunan harga secara signifikan dan tren ini menciptakan kekhawatiran bagi para produsen. Jika tren penurunan terus berlanjut, dorongan investasi untuk mempertahankan produksi secara praktis akan hilang.


24-08-2015
Petrochina Temukan Cadangan Migas Baru di Jabung

PetroChina International Jabung Ltd. berhasil menemukan cadangan minyak dan gas baru di Sumur Panen-3, Blok Jabung. Hasil tes pengeboran yang dilakukan di Panen-3 menunjukkan adanya cadangan minyak sebesar 1.849 BOPD (Barrels of Oil Per Day) dan gas sebesar 1,7 MMCFD (Million Cubic Feet per Day).


07-08-2015
Revisi UU Minerba Bakal Molor Hingga 2016

Keinginan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempercepat revisi Undang-Undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara nampaknya sulit terealisasi. Paling cepat revisi UU tersebut baru bisa digarap  tahun 2016 mendatang.


11-07-2015
Rusia-Indonesia
Melirik Peluang Kerja Sama Industri Pipa dan Peleburan Baja Rusia-Indonesia

Delegasi Indonesia pada Kamis (9/7/2015) waktu Rusia berkunjung ke industri pipa dan peleburan baja Pervoulralsk New Pipe Plant di Ekaterinburg, Rusia di sela-sela perhelatan “Innoprom 2015”.


08-07-2015
Audit Petral
Ahli Kebijakan Energi: Audit Forensic Petral Janggal dan Mencurigakan

Audit forensic terhadap Pertamina Energy Services Ltd Singapore (PES) yang telah dilakukan sejak 29 Juni 2015 dinilai janggal dan mencurigakan. Pasalnya, tim forensic oleh perusahaan konsultan forensic dari Australia yang bernama "Kordamentha" cabang Singapura ini hanya difokuskan melakukan forensik untuk kegiatan pengadaan pada 2012 – 2014.


06-07-2015
Arab Saudi Rajanya Minyak, RI Rajanya Panas Bumi

Letak Indonesia yang berada di 'ring of fire' membuat negara ini memiliki harta karun energi yakni panas bumi terbesar di dunia.

Bahkan bisa dibilang, kalau Arab Saudi rajanya minyak bumi, Indonesia rajanya panas bumi. Minyak bisa diekspor atau diangkut ke mana-mana, sementara panas bumi tak bisa diekspor, jadi anugerah harta karun luar biasa ini sangat bila tidak di manfaatkan.


02-07-2015
Keruk Emas Gila-gilaan, Freeport Hanya Berikan USD100 Juta/Tahun untuk Papua

Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc berkomitmen melakukan investasi di Indonesia sekira USD18 miliar atau sekira Rp240 triliun (kurs Rp13.353 per USD). Seperti diketahui, induk usaha dari PT Freeport Indonesia (PTFI) tersebut diwakili oleh James Robert Moffett atau Jim Bob Moffett.


30-06-2015
Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia
Menyambut Baik Babak Baru Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia

25 Juni 2015 lalu, nampaknya merupakan babak baru hubungan bilateral Indonesia-Rusia, menyusul kesepakatan kedua negara menandatangani kerjasama di bidang energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Tentu saja ini baru tahapan awal karena belum jelas waktu realisasi kerjasama ini. Namun kita cukup beralasan untuk menaruh optimisme mengingat kontruksi pembangunan PLTN ini ditargetkan harus selesai pada 2025 mendatang.


22-06-2015
Rusia & China Lirik Kilang Minyak Perairan Lombok

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Nusa Tenggara Barat Ridwansyah mengatakan Rusia dan China tertarik dengan potensi kilang minyak di perairan laut Kabupaten Lombok Utara.


16-06-2015
Iran, Cina dan Indonesia Capai Kesepakatan Minyak

Kilang kelak akan memproses 150.000 barel minyak per hari. Ketua Eksportir Minya Iran mengatakan Iran akan memasok sebagian bahan baku dan pembiayaan proyek, sedang Cina akan menyediakan 85 % dana.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)
Pemerintah Harus Punya Ocean Policy Di abad 21 ini, negara-negara di dunia yang saling berlomba dalam meningkatkan kekuatan maritimnya masing-masing harus punya Ocean Policy atau Kebijakan strategis ...

Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional

Lihat lainya »
   Arsip
Belajar dari Insiden Trigana Air

Perketat Pemekaran Daerah Otonomi Baru

Membangun Keharomisan dan Kedaulatan NKRI

Kaukus Parlemen Papua DPR dan DPD Desak Jokowi Agar Tidak Tunduk Pada Gedung Putih

Kaukus Parlemen Papua DPR dan DPD Desak Jokowi Agar Tidak Tunduk Pada Gedung Putih

Skema TPP dan TiSA Daya Rusaknya Melebihi WTO dan NAFTA

Menanti Intervensi OPEC Kendalikan Harga Minyak

JP Morgan Sarankan Lepas Portofolio di Indonesia, Rupiah Makin "Terancam"

Indonesia dan Uruguay Sepakat Dorong Peningkatan Kerjasama Ekonomi

Menlu RI: Saatnya FEALAC Menghubungkan Kedua Kawasan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »