» Bilderberg Group, Rekomendasi Rand Corporation dan Skenario Balkanisasi Nusantara » Saatnya Peran Aktif Indonesia dalam Konflik Iran-Arab Saudi » Waspadai Mafia Global Bermain di “Green Global Economy” dan “Global Climate Change” » Peran Strategis Indonesia di ASEAN Dibahas Soedjatmoko Melalui Surat-Surat Pribadinya Kepada Presiden Suharto » Jurus Mabuk di Tengah Kota
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Industri Strategis
23-01-2016
Minyak Mentah Mentah Iran
Yunani Pembeli Minyak Iran Pertama Pasca Sanksi Internasional

Hellenic Petroleum, perusahaan penyulingan minyak mentah terbesar di Yunani pada Jumat waktu setempat, menyepakati pembelian minyak mentah dari Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC). Kesepakatan ini menjadikan Hellenic perusahaan penyuling minyak Eropa pertama yang mengawali hubungan dagang dengan Tehran pasca pencabutan sanksi internasional.



Artikel Terkait
» KTT Forum Negara-Negara Pengekspor Gas di Tehran
» Krisis Minyak Rekayasa Saudi untuk Sakiti Iran
» Harga Minyak Dunia Terus Turun
» Iran Luncurkan Terminal Ekspor Gas Kondensat di Perairan Teluk Persia
» Iran Siap Bangun Kilang Minyak Kecil di Irak dan Pakistan
» Iran-Armenia Barter Gas dengan Listrik
» Iran Menemukan Tambang Minyak dan Gas Dekat Perbatasan
» Impor Minyak Korsel dari Iran Naik 24 Persen


04-01-2016
Mengkritisi Kebijakan Impor Pangan Pemerintahan Jokowi-JK (Sebuah Catatan Akhir Tahun)
Pernyataan Menteri Perdagangan Thomas Lembong yang mengatakan Indonesia masih akan mengandalkan impor pangan pada tahun 2016 mendatang menjadi catatan serius yang perlu dikritisi. Apapun alasannya, pemerintah sejatinya mencari solusi agar tidak melulu mengandalkan impor dibidang pangan. Pasalnya, dianalisis dari segala aspek, Indonesia sebenarnya berpotensi untuk bisa mengerem kebijakan impor pangan ini.  

16-12-2015
Freeport, Papua
Freeport, Sejarah Kelam Amerika Serikat di Papua
Freeport bukan sekadar hitung-hitungan investasi ekonomi, melainkan merupakan mata-rantai investasi politik  dan simbol penjajahan ekonomi Amerika Serikat di Papua. Alhasil, benturan antara kepentingan nasional NKRI versus kepentingan asing, tak terhindarkan lagi. Beranikah Presiden Jokowi ambil sikap tegas hentikan kontrak karya sekaligus menasionalisasi Freeport?

07-12-2015
Bangun kendaraan militer, Pindad gandeng Australia
PT Pindad akan berkongsi dengan perusahaan asal Australia, Defense Teaming Center (DTC) Inc, untuk memproduksi kendaraan pertahanan berbasis teknologi. Kerjasama jangka panjang tersebut bakal meningkatkan pendapatan Pindad dari segmen pasar militer.

04-12-2015
Akal-Akalan Sudirman Said, "Mencurangi Waktu"
Pada 10 Juni 2015, PT. Freeport Indonesia menyatakan persetujuan untuk mengubah pola hubungan kerja dari Kontrak Karya menjadi Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), sesuai ketentuan UU No. 4/2009. Awalnya, Kementerian ESDM berusaha untuk menjadikan persetujuan tersebut sebagai jalan keluar bagi permohonan perpanjangan izin operasi PT. Freeport Indonesia, karena menurut Pasal 83 UU yang sama, Menteri ESDM dapat menerbitkan IUPK dengan jangka waktu paling lama 20 tahun dan dapat diperpanjang dua kali masing-masing 10 tahun.

04-12-2015
Jokowi dan Sudirman Said Membegal UUD dan UU MINERBA Izinkan Freeport dan Newmont Ekspor Kosentrat
Sekali lagi pemerintahan Jokowi melalui Menteri ESDM telah membegal UU No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba) melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementrian ESDM dengan Perusahaan Tambang raksasa multinasional Freeport dan PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT).

25-11-2015
KTT Forum Negara-Negara Pengekspor Gas di Tehran
KTT ke-3 Forum Negara-Negara Pengekspor Gas (GECF) dibuka di Tehran, Senin (23/11/2015) dengan dihadiri oleh sembilan pemimpin dunia. Agenda internasional ini membuat Iran kembali menjadi pusat perhatian dunia ekonomi dan politik.

25-11-2015
Gaduh Freeport Indonesia
Pengamat : Kegaduhan Penuh Hengki-Pengki Freeport Indonesia Bukti Tata Kelola Negara Buruk

Kesan kuat ada tarik-menarik kekuatan politik antara eksekutif dan legislatif pada setiap keputusan perpanjangan kontrak operasi tambang energi mustahil untuk ditepis.


19-11-2015
Freeport
Hendrajit: Freeport Berhasil Adu Domba Pemerintah dan DPR

Pengkaji geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit menilai PT Freeport Indonesia berhasil mengadu domba antara pemerintah dan DPR terkait kasus perpanjangan kontrak PT Freeport. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said secara resmi melaporkan Ketua DPR Setya Novanto kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR atas dugaan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk memperpanjang kontrak Freeport. Akibat pengaduan Sudirman tersebut, hubungan pemerintah dan DPR memanas.


19-11-2015
Audit Forensik Petral
Audit Forensik Petral Separoh Hati dan Lips Service

Audit forensik Petral mencederai keadilan masyarakat sebagai konsumen BBM Pertamina yang korban permainan mafia minyak dan gas selama lebih 10 tahun.


02-11-2015
Freeport, Janji Palsu dan Ancaman Investasi
Seperti dilansir VoA Indonesia, saat mendampingi Presiden Jokowi pada acara di Wisma Tilden, Washington DC, pada minggu sore (25/10) Menteri ESDM Sudirman Said kembali menggembar-gemborkan rencana bisnis 18 miliar dollar AS dari Freeport. Hal ini merupakan perulangan dari isi surat Sudirman Said kepada James Moffett yang ditembuskan ke Presiden Jokowi pada 7 Oktober 2015, yang menyatakan bahwa PTFI berkomitmen untuk berinvestasi sebesar 18 miliar dollar AS bila kontraknya diperpanjang Pemerintah Indonesia setelah tahun 2021.



123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Bisa Mencegah Terseretnya Negara-Negara OKI Dalam Proxy War Arab Saudi versus Iran
Pada 2016 ini, Organisasi Konferensi Islam (OKI) akan menggelar dua agenda penting. Pertama, Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara Islam di Istambul, Turki, Januari ini. Dan KTT untuk ...

MEA: Peluang atau Ancaman?

Rencana Mundurnya James “Bob” Moffet, Indikasi Adanya Strategi Freeport Ganti Aktor Baru Untuk Pertahankan Kesepakatan Lama

Mempertimbangkan Indonesia Sebagai “Sang Juru Damai” Konflik Suriah

Pada Hakekatnya Turki Merupakan Sekutu ISIS

Presiden Jokowi Harus Fokuskan Sektor Maritim, Perdagangan dan Investasi di G-20

Lihat lainya »
   Arsip
Dibalik Kembalinya TPN-OPM ke NKRI

Investor Pergi, Ada Apa dengan Indonesia?

Selain Pikirkan Kesejahteraan Papua, Pemerintah Juga Rangkul OPM

Sebaiknya BIN Diberikan Wewenang Menangkap Untuk Mencegah Aksi Terorisme

Hasil Program Penanggulangan Kemiskinan Pemerintah 2015 Jauh Dibawah Target

Hengkang dari Indonesia, Tetapi Berekspansi secara Global: Awas Efek Domino!

Strategi Global China: Bagaimana China Berhasil Merebut Banyak Proyek

Swasembada Pangan Dalam 3 Tahun? Impor Pangan Masih Besar di 2016

'SISIK MELIK' INTELIJEN INDONESIA

Presiden Jokowi, Kembalilah Kepada Cita-cita Poros Maritim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Lihat Lainnya »