» Neo Nazi dan Tangan-Tangan Israel di Ukraina » Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina » Ukraina Dalam Perspektif Geopolitik Zbigniew Brzezinski » Gagalnya Skenario Revolusi Warna dan Titik-Balik Amerika di Ukraina » Cina, Jangan Berdendang Kau!
Join With Us at :

   Terpopuler
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Kelas Kilo, Jenis Kapal Selam Yang Tepat Bagi Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Industri Strategis
28-03-2014
Gas Iran
Iran Luncurkan Terminal Ekspor Gas Kondensat di Perairan Teluk Persia

Direktur Utama Perusahaan Terminal Minyak Republik Islam Iran (IOTC) mengatakan, Tehran telah meluncurkan terminal ekspor gas kondensat pertama di perairan Teluk Persia.



Artikel Terkait
» Iran Genjot Ekspor Minyak hingga Empat Juta Barel Perhari
» Iran Siap Bangun Kilang Minyak Kecil di Irak dan Pakistan
» Iran-Armenia Barter Gas dengan Listrik


25-03-2014
38 Investor Asing Minat Kelola Bandara Indonesia

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku rencana tender pengelolaan bandara milik pemerintah oleh swasta sudah menarik banyak peminat. Investor tersebut datang baik dari dalam maupun luar negeri.


21-02-2014
Misteri 1% Setoran Freeport dan Rahasia Tambang Emas Prabowo

“Coba cek ulang datanya. Jangan sampai mencampur adukan asumsi dan faktanya, bung” kata Prabowo Subianto saat kucoba menanyakan soal statement beliau terkait kesan “membiarkan” Freeport Indonesia terus melakukan operasi pertambangannya di Papua. Padahal konon isyu setoran Freport ke pemerintah Republik Indonesia hanya 1%.


17-02-2014
Ternyata Perang Iraq Memang Demi Minyak

Ya, Perang Iraq memang demi minyak, dan perang ini ada pemenangnya: Perusahaan Minyak Besar.  Demikian laporan CNN pekan ini dalam memeringati 10 tahun Perang Iraq yang dipimpin Amerika Serikat untuk mendongkel Presiden Saddam Husein dan rejimnya.


10-02-2014
UU Minerba RI
Pemerintah Tidak Perlu Takut Ancaman PT. Freeport
Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan UU No.4 tahun 2009 tentang mineral dan batu bara (Minerba), pemerintah memberi kesempatan kepada perusahaan tambang menghentikan ekspor mineral mentah pada 12 Januari 2014. Pemerintah sebelumnya sudah memberikan tenggang waktu selama 5 tahun kepada perusahaan swasta untuk menerapkan kewajiban membangun pengolahan dan pemurnian (smelter) mineral di dalam negeri. Namun selama kurun waktu 5 tahun (dari 2009 s/d 2014) banyak perusahaan swasta yang tidak membangun smelter, termasuk dua perusahaan pertambangan besar yakni PT. Freeport Indonesia yang beroperasi di Papua dan PT. Newmont Nusa Tenggara yang beroperasi di NTB. Akibatnya pada awal 2014, hampir tidak ada perusahaan yang siap mengolah sendiri hasil tambang mineral, dan jika peraturan itu tetap dilaksanakan sejumlah perusahaan terancam bangkrut dan balik mengamcam akan melakukan pemutusan hukuman kerja (PHK) karena perusahaan kehilangan pendapatan.

30-01-2014
Freeport McMoran Keberatan Penerapan Tarif Bea Keluar atas Produk Mineral
President and CEO Freeport McMoran, Richard C Ardkeson menyambangi kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait larangan ekspor produk olahan yang telah berlaku sejak 12 Januari 2014.

22-01-2014
PT Freeport Indonesia, Mengapa Merepotkan Kita ?
Ketua DPC SPSI Kimia Energi dan Pertambangan Kabupaten Mimika mengatakan, sebanyak 300 karyawan PT Freeport Indonesia (PT FI) berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat Air Fast untuk melakukan aksi lanjutan pada 9 Januari 2014 di Kementerian ESDM, Menakertrans dan Komisi 9 DPR RI dalam rangka menolak penerapan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Aksi tersebut merupakan aksi lanjutan akibat rencana implementasi UU No. 4 Tahun 2009 tentang Minerba yang mengharuskan perusahaan untuk membangun Smelter. Apabila pemerintah tetap bertahan dan bersikeras serta tidak memberikan ruang kepada PT FI untuk melakukan ekspor maka akan berdampak kepada penurunan produksi PT FI, sehingga mengganggu pendapatan daerah, baik Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika. 

13-01-2014
Gas di Indonesia
Mahalnya Elpiji di Negeri Kaya Gas
Warung makan itu berukuran tiga kali empat meter. Berdinding bata. Cukup strategis. Jaraknya 30 meter dari Stasiun Gondangdia, Jakarta.
Siang itu, Jumat di awal Januari, warung tampak sepi. Lauk pauk dan sayur yang tersaji masih cukup lengkap. Pemilik warung itu, Nur Sidiq, tak tampak sibuk.

06-01-2014
Menata Ulang Kekayaan Energi Nasional

Bulan Maret 2013,  Bank dunia mengeluarkan laporan yang mengejutkan “Perekonomian Indonesia, Tekanan Meningkat”. Tidak biasanya lembaga keuangan yang setia mengucurkan utang bagi Indonesia tersebut mengeluarkan nada pesimis tentang keadaan ekonomi Indonesia, biasanya Bank Dunia selalu menghembuskan “angin surga”.


31-12-2013
Ekspor Mineral Mentah Distop, Bagaimana Nasib Freeport & Newmont?

Dalam rencana pelaksanaan Undang-undang (UU) Minerba Nomor 4 Tahun 2009, kedua perusahaan tambang raksasa di Indonesia, PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara paling mendapat sorotan publik karena keengganannya membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) mineral di Indonesia.


26-12-2013
Muhammad Yazid
Freeport dan Newmont belum memurnikan konsentrat

Dua perusahaan pemegang konsesi kontrak karya (KK), yaitu PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara sering kali menyatakan telah menghasilkan nilai tambah di dalam negeri hingga 95% hasil dari pengolahan bijih tembaga. Namun sejatinya, kewajiban untuk memurnikan hasil tambang tersebut seharusnya tidak mesti dilonggarkan karena sudah diamanatkan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Krisis Ukraina, Sadarkan Indonesia Pentingnya Kesadaran dan Wawasan Geopolitik
Senin 7 April 2014, Global Future Institute (GFI) meluncurkan edisi kelima jurnal berkalanya, The Global Review Quarterly dengan mengangkat tema: Gagalnya Revolusi Warna di Ukraina. Yang ...

Ukraina Dalam Perspektif Geopolitik Zbigniew Brzezinski

Gagalnya Skenario Revolusi Warna dan Titik-Balik Amerika di Ukraina

Nasib Muslim Tatar: Isu Jihad Baru di Ukraina?

Membaca Skenario Besar di Balik Penggulingan Presiden Yanukovich

Singapura: “Negeri Makelar” Sarangnya Koruptor? (4)

Lihat lainya »
   Arsip
"Menyusup" ke Indonesia, Kapten AL Australia Dipecat

Panglima TNI: Koresponden Channel News Asia Salah Menafsirkan Kutipan

Pameran Apkasi International Trade And Investment Summit 2014

Magnetnya Prabowo di Pilpres

Ini Produk Asli Indonesia yang Dipersulit Masuk Pasar Eropa

Iran Sadar RI Miliki Potensi Militer Besar

AS Gunakan Budaya Sebagai "Soft-Power" Propaganda

Orang-Orang Fundamentalis Katolik di Lingkaran Jokowi

Pertumbuhan Ekonomi Cina Melesat

Misteri Dibalik Kasus Anas

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »