» Jurus Naga Membelit Dunia (3) » Jurus Naga Membelit Dunia (Bagian 2) » Perlu Komite Internasional Komunikasi Elektronik Untuk Bendung Monopoli AS di Bidang Internet dan Cyber » Jurus Naga Membelit Dunia (Bagian 1) » Pentingnya Cina Kuasai Pelabuhan-Pelabuhan di Asia-Pasifik
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Industri Strategis
26-01-2015
Migas Nasional
PSC dan Gagasan Penguasaan Negara di Sektor Migas: Menggugat “Kedaulatan” Pertamina

Industri minyak dan gas bumi di Indonesia menuntut penguasaan Negara atas sektor yang dinilai menguasai hajat hidup rakyat banyak. Mengingat sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui itu merupakan kekayaan alam terbesar Indonesia yang diharapkan dapat mendorong sekaligus mempercepat tangga kemakmuran bangsa. Sehingga pada awal kekuasaan Orde Baru, sekitar tahun 1973, pendapatan dari sektor minyak dan gas bumi sempat diandalkan sebagai penghasil devisa Negara terbesar, sekitar 60%. Saat ini pun, kendati sektor migas tinggal menyisakan kontribusi sekitar 11,79% dari total APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), Namun masih “dipaksa” menjadi andalan.



Artikel Terkait
» Logika di Balik Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
» Membongkar Tipuan Raksasa Migas Global
» SIARAN PERS GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI); Jokowi –JK Fokus Berantas Mafia Migas Hulu dan Hilir
» Skema Neolib di Balik Kenaikan Harga BBM
» Pertamina Cabut Pembatasan Distribusi BBM Bersubsidi


20-01-2015
Harga Minyak Turun di Bawah 49 Dolar per Barel

Harga minyak mentah Brend turun ke bawah 49 dolar per barel dan minyak mentah AS juga turun lebih dari 1 dolar pada Senin (Selasa dinihari WIB) setelah prospek ekonomi global gelap dan Irak mengumumkan angka rekor produksinya.


15-01-2015
Rekomendasi Migas dan Kondensat Ekspor
Permendag 03/M-DAG/PER/I/2015 Tamparan Bagi Kementerian ESDM

Pembatasan ekspor kondensat dengan terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 03/M-DAG/PER/I/2015 pada 5 Januari 2015 dengan merevisi Permendag Nomor 42 Tahun 2009 sejatinya menjadi tamparan keras bagi Kementerian ESDM dan stakeholders minyak dan gas (migas).  “Artinya, jajaran Kementerian ESDM jangan lagi sembarangan dan gampang meloloskan rekomendasi migas dan kondensat untuk diekspor hanya demi memuaskan sahwat serakah segelintir pengusaha tanpa memikirkan kepentingan nasional,” tegas Yusri Usman, pengamat kebijakan energi kepada theglobal-review.com, Kamis (15/1/2015) di Jakarta.


05-12-2014
Harga Minyak
Harga Minyak Dunia Terus Turun

Harga minyak mentah di Asia jatuh pada perdagangan hari ini setelah Saudi Aramco memangkas harga minyak mentahnya yang dijual ke Asia dan Amerika Serikat. Demikian dikatakan para analis seperti dikutip AFP.


04-12-2014
Blok Mahakam
Blok Mahakam Diserahkan ke Pertamina

Penguasaan Blok Mahakam pasca berakhirnya kontrak Total E&P Indonesie tiga tahun akan diberikan kepada PT Pertamina (Persero). Keputusan resmi pemerintah tentang penyerahan blok tersebut direncanakan terbit sebelum akhir tahun ini.


02-12-2014
Pemerintah Sama Sekali Tidak Memberikan Subsidi BBM
Berdasar sumber otentik, struktur harga BBP jenis premium, Harga Mogas Plats dengan FOB Singapura jarak waktu 11 Oktober hingga 17 November 2014, harga berkisar 89,05$/bbl hingga 85,43$/bbl, jadi kalau dirata-rata harga 88,88$/bbl.

30-11-2014
Korea Selatan
Harga BBM di Metropolitan Seoul Turun

Beberapa SPBU di wilayah metropolitan Seoul, Korea Selatan terlihat telah menurunkan harga BBM jenis bensin di kisaran 1.500 won per liternya. Langkah ini diambil karena turunnya harga minyak internasional di tengah keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak mengurangi produksi minyaknya.


28-11-2014
Minyak Indonesia
Surya Paloh, Rini Soemarno, dan Sudirman Said, Dibalik Kebohongan Publik Sonangol

Petral minta harga USD 15/bbl di bawah harga pasar sesuai janji Sonangol ketika berkunjung ke Indonesia dan telah melakukan deal dengan para pejabat di Indonesia seperti Surya Paloh, Sudirman Said dan lainnya.


28-11-2014
Rusia Akan Pastikan Keamanan PLTN yang Dibangun di RI
Pemerintah Rusia menawarkan kerjasama dengan Indonesia untuk membangun dua blok Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Bahkan, pemerintah Rusia menjamin akan membangun PLTN dengan teknologi yang terbaru dan sangat aman untuk Indonesia.

21-11-2014
Belajar Dari Venezuela Dalam Memberdayakan Migas Sebagai Aset Bangsa
Venezuela merupakan salah satu negara di kawasan Amerika Latin dengan sumber kekayaan alam yang melimpah, terutama dalam komoditi minyak bumi. Minyak bumi menjadi salah satu sumber pendapatan devisa terbesar bagi Venezuela. Pada tahun 2003, Venezuela menjadi negara pengekspor minyak bumi terbesar ke lima di dunia dan terbesar ketiga bagi Amerika Serikat'.

18-11-2014
Diskusi BBM dan KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL

Transcript of Diskusi BBM dan KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL

Alasan Kenaikan BBM
Beban subsidi yang besar
Ruang fiskal yang sempit sehingga pemerintah tidak dapat menjalankan program2 yang dijanjikan pada masa kampanye
Usulan kenaikan Rp 2.000 – Rp 3.000 per liter




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Mempertimbangkan Kerjasama Strategis Indonesia-Rusia Bidang Maritim-Infrastruktur dan Teknologi Refinery
Beberapa waktu berselang, Presiden Jokowi telah mencanangkan kesungguhannya untuk mengupayakan terhubungnya tol laut Indonesia dengan Jalur Sutra Abad 21 Cina sebagai poros maritim dunia. Sebagaimana kita ...

Perlu Komite Internasional Komunikasi Elektronik Untuk Bendung Monopoli AS di Bidang Internet dan Cyber

Kenali Dulu Agenda Strategis Cina Abad 21

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Terakhir)

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Kedua)

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama)

Lihat lainya »
   Arsip
Bius Nihilisme Demokrasi

Jurus Naga Membelit Dunia (3)

Ribuan Demonstran di Kosovo Tuntut Pemecatan Menteri Etnik Serbia

16 Orang Tewas Saat Peringatan HUT Revolusi Mesir

PSC dan Gagasan Penguasaan Negara di Sektor Migas: Menggugat “Kedaulatan” Pertamina

Mantan Anggota Militer Perancis Bergabung dengan ISIS

Terkait kamp konsentrasi, Rusia Tuduh Polandia Ubah Sejarah

Kemlu RI Pantau Perkembangan Pasca Kekerasan di Bangladesh

Perlu Investasi Kesiagaan

An Eye for An Eye (and a tooth for a tooth)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »