» Dunia Tiga Sisi » Pemerintah Jokowi-JK Harus Segera Cabut UU No 7/2004 Tentang Sumber Daya Air » Amerika Serikat Dukung Bangkitnya Kembali Kekuatan Militer Jepang » Menyorot Politik HAM Belanda di Indonesia » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Industri Strategis
21-05-2015
Misteri Ketidakhadiran Daniel Purba di Komisi DPR VII

Tidak hadirnya Daniel purba, mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Minyak & Gas yang dipimpin oleh Faisal Basri di rapat dengar pendapat DPR RI Rabu malam kemarin (20/5) mengundang tanya beberapa  anggota DPR Komisi VII.  Utamanya dipertanyakan langsung oleh Ketua Komisi VII Kardaya Warnika dari fraksi Gerindra. Anehnya, Faisal pun tidak mengetahui kenapa Daniel tidak hadir malam ini. Padahal dia yakin Daniel tentunya tahu bakal andanya undangan dari Komisi VII yang antara lain menangani sektor Migas ini.



Artikel Terkait
» Benarkah Pemerintah Akan Jual Pertamina?
» Krisis Minyak Rekayasa Saudi untuk Sakiti Iran
» SKEMA PSC Ibnu Sutowo Layak Diterapkan Kembali
» PSC dan Gagasan Penguasaan Negara di Sektor Migas: Menggugat “Kedaulatan” Pertamina
» Harga Minyak Turun di Bawah 49 Dolar per Barel
» Permendag 03/M-DAG/PER/I/2015 Tamparan Bagi Kementerian ESDM


15-04-2015
Tembus Tank Baja, Senapan 'Sniper' Indonesia Gegerkan Dunia

Penembak runduk. Istilah itu bisa ditelusuri sejak tahun 1770-an, di kalangan prajurit kolonial Inggris di India. Barang siapa mahir memburu burung snipe yang konon sulit ditembak, maka ia berhak mendapat julukan 'sniper'.


09-04-2015
Pindad Jajaki Pembuatan Roket dengan Prancis

Kiprah PT Pindad (Persero) untuk semakin dikenal di dunia internasional terus digenjot. Kerjasama dengan berbagai negara pun terus dilakukan baik dalam hal penjualan produk, investasi, hingga pemasaran produk.


31-03-2015
Privatisasi Pertamina
Benarkah Pemerintah Akan Jual Pertamina?

Pemerintah Jokowi-JK pada 28 Maret lalu kembali menaikkan harga BBM jenis premium dan solar menjadi Rp 7.400 dan solar Rp 6.900. Kabarnya pemerintah juga akan menjual PT. Pertamina ke pihak swasta (privatisasi) melalui menjual obligasi milik Pertamina kepada publik yang masuk ke dalam daftar Bursa Efek Indonesia. Benarkah?


12-03-2015
Produk Perikanan
Menteri Susi: 2015 Indonesia Eksportir Terbesar Produk Ikan di ASEAN

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menargetkan pada 2015 menjadikan Indonesia sebagai eksportir terbesar produk perikanan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).


27-02-2015
Krisis Minyak Rekayasa Saudi untuk Sakiti Iran
Berbicara di Economic Club of New York pada Rabu (11/2/15), Ketua Dallas Federal Reserve Richard Fisher mengatakan "Saudi sudah merekayasa krisis minyak.”

26-02-2015
SKEMA PSC Ibnu Sutowo Layak Diterapkan Kembali
Di dunia migas, Indonesia sesungguhnya memiliki satu sistem kontrak kerjasama yang cukup spektakuler sebagai buah pikiran dari Ibnu Sutowo. Sayang, tokoh yang pernah menjabat sebagai Dirut Pertamina pertama ini lebih dikenal sebagai koruptor di era Soeharto. 

09-02-2015
Mobil Nasional Indonesia-Malaysia
Mengapa Harus Dengan Proton Malaysia?

Mengapa harus ada proyek mobil nasional dengan Proton? Apa tidak salah pendekatan? Yang perlu dipelajari dari Proton adalah bagaimana sikap pemerintah Malaysia, kalau tidak bisa disebut sebagai keberpihakan, memunculkan proyek "Proton" sebagai kebanggan nasional rakyat Malaysia bahkan para pegawai pemerintahnya.


06-02-2015
Industri Pesawat Korea Selatan
Pengembangan Jet Tempur, Korean Air Kerjasama dengan Airbus

Maskapai terbesar Korea Selatan, Korean Air, akan bekerja sama dengan Airbus Eropa untuk mengembangkan jet tempur. Demikian dikatakan seorang pejabat Korean Air, pada Kamis (5/2/2015).


30-01-2015
Ada Tarik-Menarik Kepentingan Seputar Tender Pembelian Minyak Mentah ISC
Tender minyak mentah ISC (Intergrated Supply Chain)  belum diumumkan pemenangnya. Diduga masih terjadi tarik menarik antar kepentingan di dalamnya. Diduga Daniel Purba, yang dikenal sebagai kroni bisnis Ari Sumarno bersaudara, berusaha memenuhi pesanan Big Bos-nya untuk memenangkan perusahaan tertentu. Hal tersebut nantinya akan terlihat dari harga pemenang tender  yang tidak memberi tawaran termurah.

30-01-2015
Freeport Obral Konsentrat, Menteri Sudirman Said Dituntut Mundur
Minggu lalu Menteri ESDM Sudirman Said dengan lantang bicara akan menghentikan ijin ekspor konsentrat PT Freeport jika tidak segera membangun Smelter. Hanya berselang tiga hari, perpanjangan ekspor pun diberikan meski tidak jelas apakah Freeport akan bangun smelter atau tidak," ujar direktur Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean kepada Aktual di Jakarta, Senin (26/1).



123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Mengingatkan Kembali Tiga Kejahatan Perang Jepang di Indonesia
Kejahatan perang tentara Jepang di Indonesia antara 1942-1945 merupakan sejarah hitam  yang tidak boleh kita lupakan. Adanya kebijakan pemerintahan fasisme Jepang di Indonesia yang secara sistematis ...

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Lihat lainya »
   Arsip
Dunia Tiga Sisi

Freeport Makin Bikin Repot

Sarpin Efek : Merekonstruksi Payung Keadilan dalam Era Baru Rechstaat

Apa yang Dilakukan AS di Yaman?

Ingin menjadi Orang Barat tapi Kok Palsu

Satgas Pamtas RI-PNG bantu SD Inpres di Papua

Pembantaian Westerling dan Puputan Margarana, Bali: Australia Dan Inggris Ikut Bertanggungjawab

China-AS Ribut Soal Wilayah yang Disengketakan

Jepang Akui Niue Sebagai Negara

Hampir 40.000 Warga Burundi Mengungsi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »