» Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya » Ukraina Berpotensi Bangkitkan Kembali Statusnya Sebagai Negara Nuklir » Membaca Darurat Energi dari Perspektif Geopolitik » Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014) » Presiden Jokowi Dalam Telikungan Neoliberalisme di APEC, G20 dan KTT ASEAN
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Industri Strategis
21-11-2014
Belajar Dari Venezuela Dalam Memberdayakan Migas Sebagai Aset Bangsa
Venezuela merupakan salah satu negara di kawasan Amerika Latin dengan sumber kekayaan alam yang melimpah, terutama dalam komoditi minyak bumi. Minyak bumi menjadi salah satu sumber pendapatan devisa terbesar bagi Venezuela. Pada tahun 2003, Venezuela menjadi negara pengekspor minyak bumi terbesar ke lima di dunia dan terbesar ketiga bagi Amerika Serikat'.


18-11-2014
Diskusi BBM dan KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL

Transcript of Diskusi BBM dan KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL

Alasan Kenaikan BBM
Beban subsidi yang besar
Ruang fiskal yang sempit sehingga pemerintah tidak dapat menjalankan program2 yang dijanjikan pada masa kampanye
Usulan kenaikan Rp 2.000 – Rp 3.000 per liter


17-11-2014
UU Pangan
Pentingnya UU Pangan Dalam Memposisikan Bulog RI Secara Kompetitif

Mewujudkan ekonomi nasional yang mandiri (berdikari) menjadi persoalan yang sangat urgensif ketika Indonesia telah berada sebagai bagian dari solusi dunia. Tidak terkecuali dalam bidang persaingan ekonomi-bisnis dalam konektifitas ekonomi regional. Makanya, menjadi perlu dan mendesak agar dilakukannya revitalisasi dan penyesuaian bahkan reformasi agar para pelaku ekonomi nasional dapat bangkit dan kemudian diperhitungkan baik domestik maupun internasional. Bahwa, kemampuan berdikari itu selanjutnya juga akan ditentukan oleh serangkaian keputusan penting untuk memposisikan pelaku usaha secara strategis sehingga mampu berdayasaing secara konstruktif (sehat) di antara para pelaku usaha (bisnis) lainnya.


16-11-2014
Privatisasi Pertamina
Hendrajit: Ada Agenda Privatisasi Pertamina

Direktur Global Future Institute (GFI) Hendrajit menyebut bahwa skema ekonomi neoliberal secara sistematis dan terencana dijabarkan dalam tata kelola migas Indonesia termasuk di dalam tubuh Pertamina.


14-11-2014
SIARAN PERS Global Future Institute (GFI)
Calon Direktur Utama Pertamina, Berada Dalam Orbit Jusuf Kalla dan Ari Sumarno Connection

Bursa calon Direktur Utama Pertamina  nampaknya  mengerucut pada  dua nama. Dan keduanya dari kalangan eksternal Pertamina.  Rinaldi Firmansyah direkomendasikan oleh Menko Ekonomi Sofyan Djalil dan kawan-kawan. Sedangkan  Widhyawan Prawiraatmadja atas rekomendasi dari Menteri ESDM Sudirman Said. Sedangkan Ahmad Faisal diplot untuk posisi komisaris. Ketiga orang tersebut semuanya merupakan Ari Soemarno Connection.


12-11-2014
Logika di Balik Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Presiden Joko Widodo telah berulang kali menegaskan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubisidi di masa awal pemerintahannya. Ia lebih memilih untuk menaikkan harga BBM dibandingkan langkah alternatif lainnya seperti pembatasan pemakain BBM bersubsidi, kuota bbm untuk kalangan tertentu seperti angkutan umum dan mobil niaga, serta beberapa alternatif lainnya yang dianjurkan para pakar ekonomi.


11-11-2014
Mendukung Kebijakan Jokowi

Sepekan setelah melantik kabinetnya, Presiden Jokowi meluncurkan program perdananya, yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sebelumnya saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi juga meluncurkan kartu serupa yakni, Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat. Presiden berkeinginan agar  masyarakat Indonesia segera mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dari program sebelumnya.  KIS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat miskin terhadap kesehatan. Sedangkan program KKS, dibuat untuk meningkatkan kemampuan masyarakat yang kurang mampu, dan kedepannya bantuan ini diusulkan dalam bentuk e-money untuk menggerakkan usaha yang produktif. Sementara itu  KIP pada fase pertama akan diterapkan pada 18 provinsi kabupaten kota, dengan sasaran 152.434 siswa, dipastikan jumlah tersebut akan bertambah karena ke depannya siswa rentan miskinpun juga akan mendapat bantuan tersebut.


05-11-2014
Membongkar Tipuan Raksasa Migas Global

Indonesia sudah betul tidak tertutup pada asing, tapi bukan berarti asing boleh terus merugikan Indonesia. Raksasa migas global terus menerus menipu Indonesia bahkan ketika sudah diberi kesempatan kelola migas Indonesia. Tak hanya soal tak bayar royalti sehingga Indonesia merugi. Raksasa migas asing juga tipu Indonesia dengan turunkan produksi migas perlahan. 


05-11-2014
Siaran Pers Global Future Institute (GFI)
Tumpas Mafioso Migas, Bukan Naikkan Harga BBM

Bila ingin menghemat keuangan negara, bukan dengan menaikkan harga BBM, tetapi tinjau ulang proses pengadaan (procurement) dan pembelian BBM dalam negeri serta struktur biaya produksi (Cost of Production). Karena di situlah sumber korupsi dan in-efisiensi selama ini.


24-10-2014
Migas Non-Konvensional dan Geopolitik Energi di Masa Depan

Di industri migas, adanya migas non-konvensional, seperti : shale oil, oil sand, shale gas, tight sand dan coal-bed methane (gas metana batubara), sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Potensi migas  non-konvensional yang kaya organik di beberapa perusahaan migas selama ini sudah teridentifikasi namun relatif diabaikan karena sangat rendahnya permeabilitas  yang mencerminkan kesulitan untuk mengalirkan migas tersebut.


24-10-2014
Menantang Jokowi Tiru Langkah Morales Atasi Krisis Minyak

Pemimpin Bolivia, Evo Morales dipastikan bakal menjadi presiden kembali untuk ketiga kalinya. Morales yang bernama lengkap Juan Evo Morales Ayma, lahir di Orinoca, Oruro Bolivia, pada 26 Oktober mendatang genap berusia 55 tahun. Dia dilantik untuk pertama kali menjadi presiden pada 22 Januari 2006.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)
Pertemuan Presiden Jokowi-Putin di  Beijing 10 November 2014, sepertinya jauh lebih strategis dan menjanjikan bagi Indonesia untuk dipertimbangkan, jika kerjasama dengan negara  beruang merah tersebut didasarkan ...

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Presiden Terpilih Jokowi Harus Jelaskan Apa Pentingnya Penggunaan Drone Bagi Pertahanan Nasional RI

Lihat lainya »
   Arsip
Mencermati Dua Kekuatan Koalisi Parlemen Indonesia

Mencermati Dua Kekuatan Koalisi Parlemen Indonesia

Menanti Hasil “Jalan-Jalan” Jokowi

MASA DEPAN PARLEMEN: “ Mau dibawa kemana?”

Belajar Dari Venezuela Dalam Memberdayakan Migas Sebagai Aset Bangsa

Ide Penghapusan Kolom Agama, Merongrong Pancasila?

Gerakan di Tanah Papua Yang Tak Kunjung Padam

Urgensi Pengadilan Perikanan dan UU Maritim

Parlemen Turki Setujui Kirim Pasukan ke Misi Afrika

Kebijakan BBM dan Resiko Kekerasan Terhadap Anak

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »