» Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (2) » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (1) » Gerakan Anti Korupsi: Modus Baru Kolonialisme (Kisah dari Rumania, Thailand, Venezuela dan Indonesia) » Menebar Gelora Antipenjajahan! » Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Industri Strategis
31-03-2015
Privatisasi Pertamina
Benarkah Pemerintah Akan Jual Pertamina?

Pemerintah Jokowi-JK pada 28 Maret lalu kembali menaikkan harga BBM jenis premium dan solar menjadi Rp 7.400 dan solar Rp 6.900. Kabarnya pemerintah juga akan menjual PT. Pertamina ke pihak swasta (privatisasi) melalui menjual obligasi milik Pertamina kepada publik yang masuk ke dalam daftar Bursa Efek Indonesia. Benarkah?



Artikel Terkait
» SKEMA PSC Ibnu Sutowo Layak Diterapkan Kembali
» Harga Minyak Dunia Terus Turun
» Blok Mahakam Diserahkan ke Pertamina
» Harga BBM di Metropolitan Seoul Turun
» Menantang Jokowi Tiru Langkah Morales Atasi Krisis Minyak
» SIARAN PERS GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI); Jokowi –JK Fokus Berantas Mafia Migas Hulu dan Hilir
» Skema Neolib di Balik Kenaikan Harga BBM


12-03-2015
Produk Perikanan
Menteri Susi: 2015 Indonesia Eksportir Terbesar Produk Ikan di ASEAN

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menargetkan pada 2015 menjadikan Indonesia sebagai eksportir terbesar produk perikanan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).


27-02-2015
Krisis Minyak Rekayasa Saudi untuk Sakiti Iran
Berbicara di Economic Club of New York pada Rabu (11/2/15), Ketua Dallas Federal Reserve Richard Fisher mengatakan "Saudi sudah merekayasa krisis minyak.”

26-02-2015
SKEMA PSC Ibnu Sutowo Layak Diterapkan Kembali
Di dunia migas, Indonesia sesungguhnya memiliki satu sistem kontrak kerjasama yang cukup spektakuler sebagai buah pikiran dari Ibnu Sutowo. Sayang, tokoh yang pernah menjabat sebagai Dirut Pertamina pertama ini lebih dikenal sebagai koruptor di era Soeharto. 

09-02-2015
Mobil Nasional Indonesia-Malaysia
Mengapa Harus Dengan Proton Malaysia?

Mengapa harus ada proyek mobil nasional dengan Proton? Apa tidak salah pendekatan? Yang perlu dipelajari dari Proton adalah bagaimana sikap pemerintah Malaysia, kalau tidak bisa disebut sebagai keberpihakan, memunculkan proyek "Proton" sebagai kebanggan nasional rakyat Malaysia bahkan para pegawai pemerintahnya.


06-02-2015
Industri Pesawat Korea Selatan
Pengembangan Jet Tempur, Korean Air Kerjasama dengan Airbus

Maskapai terbesar Korea Selatan, Korean Air, akan bekerja sama dengan Airbus Eropa untuk mengembangkan jet tempur. Demikian dikatakan seorang pejabat Korean Air, pada Kamis (5/2/2015).


30-01-2015
Ada Tarik-Menarik Kepentingan Seputar Tender Pembelian Minyak Mentah ISC
Tender minyak mentah ISC (Intergrated Supply Chain)  belum diumumkan pemenangnya. Diduga masih terjadi tarik menarik antar kepentingan di dalamnya. Diduga Daniel Purba, yang dikenal sebagai kroni bisnis Ari Sumarno bersaudara, berusaha memenuhi pesanan Big Bos-nya untuk memenangkan perusahaan tertentu. Hal tersebut nantinya akan terlihat dari harga pemenang tender  yang tidak memberi tawaran termurah.

30-01-2015
Freeport Obral Konsentrat, Menteri Sudirman Said Dituntut Mundur
Minggu lalu Menteri ESDM Sudirman Said dengan lantang bicara akan menghentikan ijin ekspor konsentrat PT Freeport jika tidak segera membangun Smelter. Hanya berselang tiga hari, perpanjangan ekspor pun diberikan meski tidak jelas apakah Freeport akan bangun smelter atau tidak," ujar direktur Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean kepada Aktual di Jakarta, Senin (26/1).

30-01-2015
Meski Tidak Bangun Smelter, Menteri ESDM Perpanjang Ijin Penambang PT Freeport Diperpanjang
"Pada tanggal 23 Januari kemarin, pemerintah telah sepakat dengan memberikan perpanjangan MoU terkait ekspor Freeport. MoU diperpanjang enam bulan," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam konferensi persnya di kantor ESDM, Jakarta Pusat, Minggu (25/1).

30-01-2015
Strategi Genjot Penerimaan Pajak 2015

Salah satu isu penting sekaligus strategis yang kerap terlewatkan dalam diskursus pembangunan nasional adalah sektor penerimaan pajak. Pasalnya, dalam berbagai wacana pembangunan nasional, isu tersebut terdengar sayup-sayup, sementara wacana yang nyaring gaungnya justru masalah kenaikan bahan bakar minyak (BBM), pembangunan infrastruktur, ataupun seteru antar-koalisi di parlemen. Padahal, pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Sebab, bila dirinci, sektor pendapatan suatu negara berasal dari penerimaan pajak, penerimaan bukan pajak (PNBP), penerimaan hibah, baik hibah dalam negeri maupun dari luar negeri.


26-01-2015
Migas Nasional
PSC dan Gagasan Penguasaan Negara di Sektor Migas: Menggugat “Kedaulatan” Pertamina

Industri minyak dan gas bumi di Indonesia menuntut penguasaan Negara atas sektor yang dinilai menguasai hajat hidup rakyat banyak. Mengingat sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui itu merupakan kekayaan alam terbesar Indonesia yang diharapkan dapat mendorong sekaligus mempercepat tangga kemakmuran bangsa. Sehingga pada awal kekuasaan Orde Baru, sekitar tahun 1973, pendapatan dari sektor minyak dan gas bumi sempat diandalkan sebagai penghasil devisa Negara terbesar, sekitar 60%. Saat ini pun, kendati sektor migas tinggal menyisakan kontribusi sekitar 11,79% dari total APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), Namun masih “dipaksa” menjadi andalan.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Dalam Bayang-Bayang Politik Global AS
Situasi internasional pada 1954-1955, kala Indonesia mulai menggagas sebuah pertemuan akbar bangsa-bangsa Asia-Afrika yang kelak kita kenal sebagai Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955, ...

SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015

Peran Strategis Indonesia di Balik Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Lihat lainya »
   Arsip
The Big Puzzle NKRI terkait TEKNOLOGI & Keamanan Sistem Informasi (2)

The Big Puzzle NKRI terkait TEKNOLOGI & Keamanan Sistem Informasi (1)

PUPUTAN MARGARANA: AGRESI MILITER BELANDA TERHADAP REPUBLIK INDONESIA YANG MERDEKA DAN BERDAULAT

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (1)

Korsel Berhasil Orbitkan Satelit Multifungsi

Kerja Sama Polisi Indonesia – Timor Leste Meningkat

Indonesia Pantau Situasi di Yaman

Nigeria Gelar Pemilu Presiden

Alasan Kemanusiaan, Israel Akan Cairkan Dana Pajak Palestina

Hegemony XXIX: Pahlawan HAM adalah Pelanggar HAM terbesar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »