| 02-09-2010 |
| Invasi Berakhir, Stimulus Bergulir |
 Setelah secara resmi mengakhiri misi tempur di Irak, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berjanji untuk memfokuskan kinerja pemerintahannya dalam mendorong perekonomian nasional. |
|
| 02-09-2010 |
| Risiko Bayangi Pelonggaran Kredit di AS |
 Untuk mendorong laju ekonomi, bank-bank di Amerika Serikat (AS) melakukan praktik pelonggaran standar dan persyaratan kredit untuk kalangan pebisnis dan rumah tangga. Namun risiko kredit macet khususnya sektor perumahan masih besar sehingga berpotensi memaksa para bankir untuk membeli kembali kredit mereka. |
|
| 02-09-2010 |
| Perbankan di AS |
| Obama Hadapi Tantangan Terberat Mereformasi Perbankan |
 Setelah didera krisis keuangan yang parah, Amerika Serikat (AS) mulai menyadari kesalahannya sendiri. Partai Republik sendiri telah mendesak dibentuknya agen federal baru yang bertugas membuat peraturan perlindungan konsumen untuk hipotek dan kartu kredit. Namun, rakyat AS justru mencurigai pembentukan lembaga itu justru akan memihak pembuat kebijakan perbankan. |
|
| 27-08-2010 |
| Indonesia-Nepal |
| Nepal Ingin Tingkatkan Hubungan Ekonomi dan Pariwisata Dengan Indonesia |
 Nepal ingin meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi, dan mengharapkan Indonesia dapat menanamkan modalnya di sektor pertambangan, minyak, tenaga listrik dan pertanian di Nepal, ujar President Federasi Kadin Nepal, Suraj Vaida, Kepala Kantor Bea Cukai dan Kepala Otoritas Bandara Tribhuvan International Airport, kepada Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal, Zet Mirzal Zainnudin di Kathmandu (25/8). |
|
| 26-08-2010 |
| Uni Eropa |
| Uni Eropa Dihantui Resesi Seiring Meningkatnya Defisit |
 Laju produk domestik bruto (PDB) negara-negara Uni Eropa pada kuartal kedua tahun 2010 tumbuh sebesar 1%. Meski cenderung membaik, namun para ekonom mewanti-wanti ekonomi Eropa masih berisiko kembali ke jurang resesi seiring kebijakan pemerintah memangkas belanja untuk mengurangi defisit anggaran. |
|
| 26-08-2010 |
| Pemerintah Jepang Berhasil Menahan Apresiasi Yen |
 Tanpa bantuan dari Amerika Serikat (AS), pemerintah Jepang berhasil mengatasi problem moneter di negaranya sendiri dengan mengambil tindakan intervensi untuk meredam penguatan mata uang itu. Padahal Jepang dikenal tidak pernah melakukan intervensi dalam pasar valuta sejak tahun 2004 silam. |
|
| 26-08-2010 |
| Kondisi Politik Ekonomi di Thailand |
| Di Tengah Krisis Politik, Ekonomi Thailand Tumbuh Fantastis |
 Sesuai ramalan banyak kalangan, bank sentral Thailand (Bank of Thailand) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada bulan Agustus. Meski diterpa gejolak politik terburuk yang menewaskan sedikitnya 89 orang, ekonomi negara Gajah Putih itu tumbuh melampaui estimasi berbagai kalangan. |
|
| 26-08-2010 |
| Keraguan Pemulihan Ekonomi Hantui Pebisnis Global |
 Para eksekutif di seluruh dunia rupanya meragukan bahwa pemulihan ekonomi dunia mampu berjalan berkesinambungan. Namun, mereka masih optimis bahwa kondisi ekonomi global saat ini membawa dampak yang signifikan dan kondusif bagi kebangkitan korporasi. |
|
| 26-08-2010 |
| Perekonomian AS |
| Kebijakan Defisit Anggaran Jadi ’Bumerang’ bagi AS |
 Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) untuk tahun fiskal 2011 diperkirakan mencapai USD1.066 triliun atau setara dengan 7% dari produk domestik bruto (PDB). Selama ini, data-data mengenai perkembangan ekonomi AS memang tidak sebagus yang diharapkan oleh para pebisnis dan analis. |
|
| 23-08-2010 |
| Indonesia-Kamboja |
| PM Kamboja Harapkan Peningkatan Kerjasama Pelatihan, Pariwisata dan Investasi |
 Pemerintah Kamboja mengharapkan masuknya investasi pengusaha Indonesia untuk mendirikan warehouse dan rice milling guna meningkatkan ekspor beras Kamboja. Hal ini dinyatakan oleh PM Kamboja Hun Sen dalam Kunjungan Kehormatan Duta Besar LBBP RI untuk kerajaan Kamboja, Soehardjono Sastromihardjo, di Phnom Penh. (19/08) |
|