» AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama) » Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya » Ukraina Berpotensi Bangkitkan Kembali Statusnya Sebagai Negara Nuklir » Membaca Darurat Energi dari Perspektif Geopolitik » Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Pertambangan
07-08-2014
Freeport
Freeport Terus Kembangkan Tambang Bawah Tanah

PT Freeport Indonesia mengaku terus mengembangkan tambang bawah tanah. Hal itu dilakukan Freeport saat tidak diizinkan ekspor oleh pemerintah.



Artikel Terkait
» Saat Freeport Terus Dapat Kemudahan
» Ekspor Mineral Mentah Distop, Bagaimana Nasib Freeport & Newmont?
» Freeport dan Newmont belum memurnikan konsentrat
» Dana Pensiun Swedia Tarik Aset Mereka dari Freeport
» Freeport Langgar UU, Pemerintah Diminta Putus Kontrak
» Kepentingan USA Di Bumi Papua (Indonesia)
» PT Freeport : Kerugian Negara & Kemiskinan Masyarakat Papua


07-08-2014
Saat Freeport Terus Dapat Kemudahan

Freeport terus mendapatkan kemudahan berbisnis di Indonesia. Setelah menandatangani MoU amandemen kontrak, kini perusahaan asal Amerika Serikat ini boleh melakukan ekspor konsentrat, dengan tarif bea keluar yang lebih murah. Sementara kewajiban divestasi malah makin menciut.


31-12-2013
Ekspor Mineral Mentah Distop, Bagaimana Nasib Freeport & Newmont?

Dalam rencana pelaksanaan Undang-undang (UU) Minerba Nomor 4 Tahun 2009, kedua perusahaan tambang raksasa di Indonesia, PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara paling mendapat sorotan publik karena keengganannya membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) mineral di Indonesia.


26-12-2013
Muhammad Yazid
Freeport dan Newmont belum memurnikan konsentrat

Dua perusahaan pemegang konsesi kontrak karya (KK), yaitu PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara sering kali menyatakan telah menghasilkan nilai tambah di dalam negeri hingga 95% hasil dari pengolahan bijih tembaga. Namun sejatinya, kewajiban untuk memurnikan hasil tambang tersebut seharusnya tidak mesti dilonggarkan karena sudah diamanatkan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.


23-10-2013
Dana Pensiun Swedia Tarik Aset Mereka dari Freeport
Dana Pensiun Swedia mengikuti jejak rekan-rekan mereka di Norwegia dan Selandia Baru melakukan divestasi atau penarikan aset-aset mereka dari perusahaan milik Amerika Serikat, Freeport McMoRan, yang beroperasi melakukan penambangan tembaga dan emas di Papua, Indonesia.

27-09-2013
Oleh : Otjih Sewandarijatun *)
Darurat Kondisi Pertambangan, Bukti Ketidakpedulian Energy Security

Pada 24 September 2013, The Jakarta Post memuat judul berita “Two Shale Gas Blocks Up For Auction” yang intinya memberitakan tentang rencana pemerintah menawarkan dua blok gas shale untuk dilelang akhir tahun ini sebagai bagian dari proyek jangka panjang pengembangan sumber daya hidrokarbon non konvensional di Indonesia. Direktur Gas Bumi pada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Hendra Fadly mengatakan pihaknya sedang meninjau dua blok, di Kisaran, Sumatera Utara, dan Tanjung Barat, Kalimantan Selatan sebelum menawarkannya untuk dilelang yang akan berpotensi untuk mendatangkan investor–investor baru. Menurutnya, proses peninjauan ini akan memakan waktu kurang lebih tiga bulan sebelum melepas dua blok gas shale tersebut untuk dilelang.


26-09-2013
Kondisi Pertambangan Indonesia Dalam Keadaan Darurat

Pemberitaan Harian The Jakarta Post berjudul “Rl Oil : From OPEC To Net Importer” yang dimuat tanggal 20 September 2013 mengulas tentang Indonesia yang meninggalkan posisinya sebagai satu-satunya wakil Asia Tenggara di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada tahun 2008 setelah menjadi net oil importer, diatur untuk menjadi pengimpor bensin terbesar pada tahun 2018 di tengah pertumbuhan pendapatan dan meningkatnya kepemilikan mobil dan bahan bakar yang subsidi.


19-08-2013
Freeport Langgar UU, Pemerintah Diminta Putus Kontrak

Pemerintah Indonesia diminta untuk tegas menindaklanjuti pernyataan dari PT Freeport Indonesia yang menolak melaksanakan UU Nomor 4 Tahun 2009 terkait pelarangan ekspor bahan mentah.


11-08-2013
70.000 Ton Uranium Indonesia Jadi Incaran Negara Penjajah

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan terdapat cadangan 70 ribu ton Uranium dan 117 ribu Thorium yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia, yang bisa bermanfaat sebagai energi alternatif di masa depan.


06-08-2013
Babat Alas di Provinsi Perawan
MENGHABISKAN MALAM di Mamuju, Sulawesi Barat, Scot Alan Marciel, Duta Besar Amerika Serikat, tetirah di tempat terbaik yang bisa diimpikan turis manapun. Presidential Suite Hotel d'Maleo, satu-satunya hotel berbintang 'tiga plus' di Mamuju, menawarkan pemadangan segar pantai Manakarra, kontur pesisir yang berbukit, lalu barisan sandeq dengan cadik-cadiknya yang berlumut. Jauh di horizon sana, Selat Makassar teduh dan tak pernah mengeluh atas kargo dan kapal-kapal barang manapun yang hilir mudik di atasnya atau, seperti sudah menjadi legenda kota di sini, pada kapal-kapal selam negara Amerika yang setiap sebentar menyeberangi palung-palungnya tanpa pernah bisa dideteksi militer Indonesia. 

03-08-2013
Wajib Bangun Smelter, Menteri ESDM: Tambang Mineral Dilarang Ekspor di 2014
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menegaskan, perusahaan tambang mineral tidak boleh ekspor di 2014 sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara.



12   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kepulauan (archipellagic state) dengan 17.508 pulau, yang letaknya secara geografis sangat strategis, karena berada pada posisi silang, yakni diantara ...

Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Lihat lainya »
   Arsip
Karhutla Persoalan Besar Bagi Riau

Kilas Balik Poso dan Aceh: Sasaran Perang Asimetris Pemilik Modal Raksasa Asing

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama)

Polemik Terhadap Revisi UU MD3

Bayang-bayang Agenda AS dalam Tiga Forum Dunia (APEC, ASEAN, G20)

Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan

Korut Gelar Demonstran Protes Dikeluarkan Resolusi PBB

Menhan AS Mundur, Diduga Adanya Tekanan dari Gedung Putih

Komandan USFK: Pasukan AS Akan Direlokasi dari Seoul ke Pyeongtaek

Komandan PMPP TNI Resmikan Camp Garuda Konga XXXVII-A di Afrika

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »