» Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya » Ukraina Berpotensi Bangkitkan Kembali Statusnya Sebagai Negara Nuklir » Membaca Darurat Energi dari Perspektif Geopolitik » Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014) » Presiden Jokowi Dalam Telikungan Neoliberalisme di APEC, G20 dan KTT ASEAN


Politik
07-10-2012
Kisah Bung Karno
BUNG KARNO Ramalkan Pecahnya Perang Asia Timur Raya, Gara-Gara Baca Novel
Penulis : Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute

Batin yang terbuka terhadap sarana sarana informasi yang tersedia maupun gagasan gagasan inspiratif melalui buku/majalah, bisa melahirkan orang orang yang menciptakan sejarah. Dalam kasus bung Karno, bapak pendiri bangsa Indonesia, sebuah novel pun ternyata bisa menggugah dan member inspirasi pada Presiden pertama RI tersebut.


Menarik. Ternyata seseorang sekalibier Bung Karno, bisa tercerahkan pikiran dan jiwanya bukan oleh sebuah buku karya Ilmuwan yang bergelar doktor dan asyik sama dirinya sendiri, melainkan gara gara sebuah buku novel karya seorang wartawan. Charles Hector Bywater namanya. Sehingga Bung Karno bisa meramal bakal pecah perang pasifik antara Amerika dan Jepang, dan karenanya melihat peluang buat Indonesia merdeka. Rupanya ini gara gara sebuah buku novel karya Bywater waktu itu selain wartawan perang Inggris, juga secara tekun mendalami soal militer dan intelin. Judul novel yang sangat mencerahkan pikiran dan jiwa Bungk Karno itu, bertajuk The Great Pacific War.

Ironisnya pas Pecah Perang Pasfik dan Jepang menginvasi Indonesia pada 1942, Bywater sudah meninggal karena koresponden Harian The London Daily Telegraph tersebut meninggal pada 1940. Jadi dua tahun sebelum Jepang menginvasi Indonesia. Buku novel Great Pacific War, yang isinya secara detil meramalkan serangkaian kegiatan yang mendorong terkondisinya Perang Pasifik tersebut terbit pada 1925. Dan mulai dibaca Bung Karno kira kira setahun dua tahun setelah terbit. Berarti saat Bung Karno berusia 23 atau 24 tahun.

Baik Amerika maupun Jepang mengakui bahwa buku karya Bywater ini merupakan sumber utama bagi kedua negara dalam merancang strategi militer selama perang tersebut berkecamuk.

Menyimak sekelumit kisah ini, ternyata intelektual dan politisi kelas satu sekaliber Bung Karno, bisa tercerahkan jiwa dan pikirannya justru oleh buku novel karya seorang wartawan perang yang kebetulan menekuni berbagai seluk beluk kemiliteran khususnya angkatan laut. Dan bukan dari seorang ilmuwan teoritis yang asyik sendiri di kampus atau menara gading.



Artikel Terkait
» Surat Terbuka Ny. Ratna Sari Dewi Soekarno Kepada Soeharto (Terjemahan Bebas dari Vrij Nederland)
» Membumikan Pemikiran Bung Karno
» Politik Migas Bung Karno
» Cara Soekarno Melawan Amerika



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)
Pertemuan Presiden Jokowi-Putin di  Beijing 10 November 2014, sepertinya jauh lebih strategis dan menjanjikan bagi Indonesia untuk dipertimbangkan, jika kerjasama dengan negara  beruang merah tersebut didasarkan ...

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Presiden Terpilih Jokowi Harus Jelaskan Apa Pentingnya Penggunaan Drone Bagi Pertahanan Nasional RI

Lihat lainya »
   Arsip
Kebijakan BBM dan Resiko Kekerasan Terhadap Anak

Profil Dan Biografi Kabinet Kerja Jokowi-JK

Menteri-menteri Rapat Finalisasi Pengubahan Badan Keamanan Laut

Putin Tuding Obama Hendak Kuasai Rusia

Politisi NasDem Dipilih Jokowi Jadi Jaksa Agung

Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya

Menanti Kehadiran Komisi Ideologi Pancasila

Menhan Cina-Rusia Bertemu Bahas Pengaruh AS di Asia-Pasifik

Rekam Jejak Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas Jokowi

Putin dan Kekhawatirannya atas Krisis di Ukraina

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »