» Neo Nazi dan Tangan-Tangan Israel di Ukraina » Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina » Ukraina Dalam Perspektif Geopolitik Zbigniew Brzezinski » Gagalnya Skenario Revolusi Warna dan Titik-Balik Amerika di Ukraina » Cina, Jangan Berdendang Kau!


Politik
07-10-2012
Kisah Bung Karno
BUNG KARNO Ramalkan Pecahnya Perang Asia Timur Raya, Gara-Gara Baca Novel
Penulis : Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute

Batin yang terbuka terhadap sarana sarana informasi yang tersedia maupun gagasan gagasan inspiratif melalui buku/majalah, bisa melahirkan orang orang yang menciptakan sejarah. Dalam kasus bung Karno, bapak pendiri bangsa Indonesia, sebuah novel pun ternyata bisa menggugah dan member inspirasi pada Presiden pertama RI tersebut.


Menarik. Ternyata seseorang sekalibier Bung Karno, bisa tercerahkan pikiran dan jiwanya bukan oleh sebuah buku karya Ilmuwan yang bergelar doktor dan asyik sama dirinya sendiri, melainkan gara gara sebuah buku novel karya seorang wartawan. Charles Hector Bywater namanya. Sehingga Bung Karno bisa meramal bakal pecah perang pasifik antara Amerika dan Jepang, dan karenanya melihat peluang buat Indonesia merdeka. Rupanya ini gara gara sebuah buku novel karya Bywater waktu itu selain wartawan perang Inggris, juga secara tekun mendalami soal militer dan intelin. Judul novel yang sangat mencerahkan pikiran dan jiwa Bungk Karno itu, bertajuk The Great Pacific War.

Ironisnya pas Pecah Perang Pasfik dan Jepang menginvasi Indonesia pada 1942, Bywater sudah meninggal karena koresponden Harian The London Daily Telegraph tersebut meninggal pada 1940. Jadi dua tahun sebelum Jepang menginvasi Indonesia. Buku novel Great Pacific War, yang isinya secara detil meramalkan serangkaian kegiatan yang mendorong terkondisinya Perang Pasifik tersebut terbit pada 1925. Dan mulai dibaca Bung Karno kira kira setahun dua tahun setelah terbit. Berarti saat Bung Karno berusia 23 atau 24 tahun.

Baik Amerika maupun Jepang mengakui bahwa buku karya Bywater ini merupakan sumber utama bagi kedua negara dalam merancang strategi militer selama perang tersebut berkecamuk.

Menyimak sekelumit kisah ini, ternyata intelektual dan politisi kelas satu sekaliber Bung Karno, bisa tercerahkan jiwa dan pikirannya justru oleh buku novel karya seorang wartawan perang yang kebetulan menekuni berbagai seluk beluk kemiliteran khususnya angkatan laut. Dan bukan dari seorang ilmuwan teoritis yang asyik sendiri di kampus atau menara gading.



Artikel Terkait
» Surat Terbuka Ny. Ratna Sari Dewi Soekarno Kepada Soeharto (Terjemahan Bebas dari Vrij Nederland)
» Membumikan Pemikiran Bung Karno
» Politik Migas Bung Karno
» Cara Soekarno Melawan Amerika



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Krisis Ukraina, Sadarkan Indonesia Pentingnya Kesadaran dan Wawasan Geopolitik
Senin 7 April 2014, Global Future Institute (GFI) meluncurkan edisi kelima jurnal berkalanya, The Global Review Quarterly dengan mengangkat tema: Gagalnya Revolusi Warna di Ukraina. Yang ...

Ukraina Dalam Perspektif Geopolitik Zbigniew Brzezinski

Gagalnya Skenario Revolusi Warna dan Titik-Balik Amerika di Ukraina

Nasib Muslim Tatar: Isu Jihad Baru di Ukraina?

Membaca Skenario Besar di Balik Penggulingan Presiden Yanukovich

Singapura: “Negeri Makelar” Sarangnya Koruptor? (4)

Lihat lainya »
   Arsip
Pro-Rusia Tolak Meninggalkan Gedung Pemerintah di Ukraina

Hentikan Pemakaian Energi Kotor

Amerika Kembali Ancam Beri Sanksi Ekonomi untuk Rusia

Iran Kembangkan Versi Terbaru dari Rudal Sayyad

Rusia Kecewa atas Penilaian AS terkait Kesepakatan Jenewa

Iran akan Resmikan Kapal Selam Canggih Buatan Dalam Negeri

Putin: Ukraina Timur Merupakan Rusia Baru

Penghargaan Pulitzer untuk The Guardian dan Washington Post

Snowden Bertanya, Putin Menjawab

Mendagri Ukraina: Bentrokan Terjadi, Tiga Aktivis Pro-Rusia Tewas

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »