» Gagasan Pembentukan ASEAN Maritime Community dan Perkuatan ASEAN dalam Manuber Politik Luar Negeri Indonesia » Timbul Kesan Indonesia Belum Berani Keluar dari “Western Hemisphere" di Bidang Militer » Kebijakan Luar Negeri RI Bebas dan Aktif Masih Tetap Relevan dan Akan Terus Berlanjut » Gerhard von Mende, Konseptor dan Pendorong Gerakan Separatisme Asia Tengah dan Kaukasus » Manuver Turki Politisasi Isu Tatar di Forum OKI Berpotensi Pecah-Belah Kekompakan Negara-Negara Islam


Politik
07-10-2012
Kisah Bung Karno
BUNG KARNO Ramalkan Pecahnya Perang Asia Timur Raya, Gara-Gara Baca Novel
Penulis : Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute

Batin yang terbuka terhadap sarana sarana informasi yang tersedia maupun gagasan gagasan inspiratif melalui buku/majalah, bisa melahirkan orang orang yang menciptakan sejarah. Dalam kasus bung Karno, bapak pendiri bangsa Indonesia, sebuah novel pun ternyata bisa menggugah dan member inspirasi pada Presiden pertama RI tersebut.


Menarik. Ternyata seseorang sekalibier Bung Karno, bisa tercerahkan pikiran dan jiwanya bukan oleh sebuah buku karya Ilmuwan yang bergelar doktor dan asyik sama dirinya sendiri, melainkan gara gara sebuah buku novel karya seorang wartawan. Charles Hector Bywater namanya. Sehingga Bung Karno bisa meramal bakal pecah perang pasifik antara Amerika dan Jepang, dan karenanya melihat peluang buat Indonesia merdeka. Rupanya ini gara gara sebuah buku novel karya Bywater waktu itu selain wartawan perang Inggris, juga secara tekun mendalami soal militer dan intelin. Judul novel yang sangat mencerahkan pikiran dan jiwa Bungk Karno itu, bertajuk The Great Pacific War.

Ironisnya pas Pecah Perang Pasfik dan Jepang menginvasi Indonesia pada 1942, Bywater sudah meninggal karena koresponden Harian The London Daily Telegraph tersebut meninggal pada 1940. Jadi dua tahun sebelum Jepang menginvasi Indonesia. Buku novel Great Pacific War, yang isinya secara detil meramalkan serangkaian kegiatan yang mendorong terkondisinya Perang Pasifik tersebut terbit pada 1925. Dan mulai dibaca Bung Karno kira kira setahun dua tahun setelah terbit. Berarti saat Bung Karno berusia 23 atau 24 tahun.

Baik Amerika maupun Jepang mengakui bahwa buku karya Bywater ini merupakan sumber utama bagi kedua negara dalam merancang strategi militer selama perang tersebut berkecamuk.

Menyimak sekelumit kisah ini, ternyata intelektual dan politisi kelas satu sekaliber Bung Karno, bisa tercerahkan jiwa dan pikirannya justru oleh buku novel karya seorang wartawan perang yang kebetulan menekuni berbagai seluk beluk kemiliteran khususnya angkatan laut. Dan bukan dari seorang ilmuwan teoritis yang asyik sendiri di kampus atau menara gading.



Artikel Terkait
» Surat Terbuka Ny. Ratna Sari Dewi Soekarno Kepada Soeharto (Terjemahan Bebas dari Vrij Nederland)
» Membumikan Pemikiran Bung Karno
» Politik Migas Bung Karno
» Cara Soekarno Melawan Amerika



 

Advance Search

   Isu Hangat »
MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF
Term of Reference SEMINAR TERBATAS Seminar Terbatas Global Future Institute (GFI) dan Vox Muda (Komunitas Mahasiswa Universitas Nasional),  Senin 5 Desember 2016   Sebenarnya sejak 1972 Dr Daoed ...

MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF

Manuver Militer Amerika Serikat di Semenanjung Korea Harus Ditangkal Sedini Mungkin Oleh Kementerian Luar Negeri dan “Pemangku Kepentingan” Politik-Keamanan RI

Rencana AS Kembangkan ICBM di Korea Selatan Berpotensi Merusak Rencana Global Maritime Fulcrum (Poros Maritim Dunia) Presiden Jokowi

Mempertanyakan Kelayakan Kerjasama Pertahanan RI-Ukraina

Pemerintah Tiongkok Mainkan Isu Lingkungan Hidup Untuk Hancurkan Pesaing Bisnisnya di Sektor Teknologi Nuklir di Indonesia

Lihat lainya »
   Arsip
Saudi Hukum Mati 15 Orang yang Dituduh Jadi Mata-mata Iran

Panglima TNI: Bangsa Indonesia Tidak Akan Membiarkan ISIS Berkembang

Gempa Pidie, Korban Tewas 52 Orang

ABRI Penegak Demokrasi UU 45

Iran Kecam Perpanjangan Sanksi AS

GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI) DAN VOX MUDA SELENGGARAKAN DISKUSI TERBATAS TENTANG AKTUALISASI POLITIK LUAR NEGERI RI BEBAS-AKTIF

GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI) DAN VOX MUDA SELENGGARAKAN DISKUSI TERBATAS TENTANG AKTUALISASI POLITIK LUAR NEGERI RI BEBAS-AKTIF

Gerhard von Mende, Konseptor dan Pendorong Gerakan Separatisme Asia Tengah dan Kaukasus

Amerika Harus Hentikan Penjualan Senjata ke Saudi

ASEAN RCEP Dinilai Rugikan Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »