» Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (2) » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (1) » Gerakan Anti Korupsi: Modus Baru Kolonialisme (Kisah dari Rumania, Thailand, Venezuela dan Indonesia) » Menebar Gelora Antipenjajahan! » Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung


Hankam
16-09-2012
Sudan Tolak Pasukan AS
Sudan Berani Tolak Pengiriman Marinir Amerika Serikat

Media massa Arab melaporkan bahwa pemerintah Sudan menolak permintaan Amerika Serikat untuk mengirim pasukannya ke negara ini dengan dalih menjaga kedutaan besarnya di Sudan.


Seperti dilaporkan Mehrnews, televisi Skynews sesi bahasa Arab melaporkan, Sudan menolak pengiriman marinir AS ke negara ini dengan alasan menjaga keamanan kedubes Washington di Khartoum.

Seorang petinggi AS saat diwawancarai Reuters menyatakan, Gedung Putih berencana mengirim satu unit marinirnya ke Sudan.

Seraya menjelasakan masalah ini, petinggi tersebut mengatakan bahwa langkah ini diambil Washington menyusul aksi protes anti Amerika di Sudan dan ditujukan untuk menjaga keamanan kedubesnya di Khartoum.

Seiring dengan eskalasi sensitifitas anti Amerika di negara-negara Arab dan Islam akibat penanyangan film yang menistakan Nabi Muhammad Saw dan Islam, Washington mengirim pasukannya ke sejumlah negara seperti Yaman dan Libya.

Dilaporkan, warga Sudan juga melakukan aksi protes atas penanyangan film yang menghina kesucian Islam di Amerika dan menyerang kedubes Washington di Khartoum serta membakar bendera negara ini. (IRIB Indonesia/MF)


Sumber :Iran Indonesian Radio
Artikel Terkait
» AS Serahkan Peralatan Canggih kepada Militer Yaman
» AS Abaikan Protes Pakistan Soal Serangan Sepihak
» AS akan Bangun Sistem Pertahanan Rudal di Asia
» AS Pertimbangkan Suplai Senjata Berat Bagi Pemberontak Suriah
» Ketegangan Antara Pakistan dan AS Meningkat



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Dalam Bayang-Bayang Politik Global AS
Situasi internasional pada 1954-1955, kala Indonesia mulai menggagas sebuah pertemuan akbar bangsa-bangsa Asia-Afrika yang kelak kita kenal sebagai Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955, ...

SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015

Peran Strategis Indonesia di Balik Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Lihat lainya »
   Arsip
The Big Puzzle NKRI terkait TEKNOLOGI & Keamanan Sistem Informasi (2)

The Big Puzzle NKRI terkait TEKNOLOGI & Keamanan Sistem Informasi (1)

PUPUTAN MARGARANA: AGRESI MILITER BELANDA TERHADAP REPUBLIK INDONESIA YANG MERDEKA DAN BERDAULAT

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (1)

Korsel Berhasil Orbitkan Satelit Multifungsi

Kerja Sama Polisi Indonesia – Timor Leste Meningkat

Indonesia Pantau Situasi di Yaman

Nigeria Gelar Pemilu Presiden

Alasan Kemanusiaan, Israel Akan Cairkan Dana Pajak Palestina

Hegemony XXIX: Pahlawan HAM adalah Pelanggar HAM terbesar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »