» Mengupayakan Sebuah Ikatan Bersama Menuju Satu ASEAN, Satu Asia Tenggara » Meneropong Politik Luar Negeri Uni Eropa di Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa » Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara » Membaca Di Balik Kudeta Militer Turki Jumat Lalu » Standar Ganda Kebijakan HAM AS di Pelbagai Belahan Dunia, Selayang Pandang


Hankam
16-09-2012
Sudan Tolak Pasukan AS
Sudan Berani Tolak Pengiriman Marinir Amerika Serikat

Media massa Arab melaporkan bahwa pemerintah Sudan menolak permintaan Amerika Serikat untuk mengirim pasukannya ke negara ini dengan dalih menjaga kedutaan besarnya di Sudan.


Seperti dilaporkan Mehrnews, televisi Skynews sesi bahasa Arab melaporkan, Sudan menolak pengiriman marinir AS ke negara ini dengan alasan menjaga keamanan kedubes Washington di Khartoum.

Seorang petinggi AS saat diwawancarai Reuters menyatakan, Gedung Putih berencana mengirim satu unit marinirnya ke Sudan.

Seraya menjelasakan masalah ini, petinggi tersebut mengatakan bahwa langkah ini diambil Washington menyusul aksi protes anti Amerika di Sudan dan ditujukan untuk menjaga keamanan kedubesnya di Khartoum.

Seiring dengan eskalasi sensitifitas anti Amerika di negara-negara Arab dan Islam akibat penanyangan film yang menistakan Nabi Muhammad Saw dan Islam, Washington mengirim pasukannya ke sejumlah negara seperti Yaman dan Libya.

Dilaporkan, warga Sudan juga melakukan aksi protes atas penanyangan film yang menghina kesucian Islam di Amerika dan menyerang kedubes Washington di Khartoum serta membakar bendera negara ini. (IRIB Indonesia/MF)


Sumber :Iran Indonesian Radio
Artikel Terkait
» AS Serahkan Peralatan Canggih kepada Militer Yaman
» AS Abaikan Protes Pakistan Soal Serangan Sepihak
» AS akan Bangun Sistem Pertahanan Rudal di Asia
» AS Pertimbangkan Suplai Senjata Berat Bagi Pemberontak Suriah
» Ketegangan Antara Pakistan dan AS Meningkat



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955
Faktor pemantik ketegangan antara Korea Utara versus Korea Selatan yang menyeret campur-tangan Amerika Serikat adalah tenggelamnya kapal perang Cheonan milik Korea Selatan. Begitupun, insiden tersebut hanya ...

Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Lihat lainya »
   Arsip
Papua, Riwayatmu Kini

“PANCASILA” Bukan Komunisme

Kenapa Luhut Berbohong Soal Penandatanganan Ijin Freeport Oleh Archandra?

RI Tidak Akan Bayar Tebusan kepada Abu Sayyaf

Menanggapi Pembacaan Nota RAPBN 2017 : Mewujudkan Anggaran Negara yang Merdeka dan Berdaulat

Fusi Informasi Intelijen untuk Memberantas Terorisme

Indonesia Bangga Terhadap OPM Yang Menyerah

Menteri Susi: Indonesia Dirampas dengan Penjajahan Gaya Baru

HUT Kemerdekaan RI, 82 Ribu Narapidana Dapat Remisi

Pembunuh Ulama di New York Tertangkap, Berawal dari Kasus Tabrak Lari

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »