» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida


Hankam
16-09-2012
Sudan Tolak Pasukan AS
Sudan Berani Tolak Pengiriman Marinir Amerika Serikat

Media massa Arab melaporkan bahwa pemerintah Sudan menolak permintaan Amerika Serikat untuk mengirim pasukannya ke negara ini dengan dalih menjaga kedutaan besarnya di Sudan.


Seperti dilaporkan Mehrnews, televisi Skynews sesi bahasa Arab melaporkan, Sudan menolak pengiriman marinir AS ke negara ini dengan alasan menjaga keamanan kedubes Washington di Khartoum.

Seorang petinggi AS saat diwawancarai Reuters menyatakan, Gedung Putih berencana mengirim satu unit marinirnya ke Sudan.

Seraya menjelasakan masalah ini, petinggi tersebut mengatakan bahwa langkah ini diambil Washington menyusul aksi protes anti Amerika di Sudan dan ditujukan untuk menjaga keamanan kedubesnya di Khartoum.

Seiring dengan eskalasi sensitifitas anti Amerika di negara-negara Arab dan Islam akibat penanyangan film yang menistakan Nabi Muhammad Saw dan Islam, Washington mengirim pasukannya ke sejumlah negara seperti Yaman dan Libya.

Dilaporkan, warga Sudan juga melakukan aksi protes atas penanyangan film yang menghina kesucian Islam di Amerika dan menyerang kedubes Washington di Khartoum serta membakar bendera negara ini. (IRIB Indonesia/MF)


Sumber :Iran Indonesian Radio
Artikel Terkait
» AS Serahkan Peralatan Canggih kepada Militer Yaman
» AS Abaikan Protes Pakistan Soal Serangan Sepihak
» AS akan Bangun Sistem Pertahanan Rudal di Asia
» AS Pertimbangkan Suplai Senjata Berat Bagi Pemberontak Suriah
» Ketegangan Antara Pakistan dan AS Meningkat



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Panglima TNI: Tujuh Langkah untuk Menguasai Indonesia

Mengapa China Bersemangat Membangun Infrastruktur di Indonesia?

Tentara Filipina Tewaskan 10 Aktivis Garis Keras Guna Bebaskan Sandera

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »