» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Ekonomi dan Bisnis
05-09-2012
APEC 2013
Amerika Serikat Dukung Indonesia sebagai Ketua APEC 2013

Pada kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Selasa (3/9) pagi, dibahas beberapa masalah yang menjadi perhatian dan kepedulian, serta kepentingan bersama kedua negara. Menlu Clinton juga menyampaikan dukungan Amerika Serikat terhadap keketuaan Indonesia pada APEC 2013 mendatang.


"Ibu Menlu tadi menyampaikan salam dari Presiden Barack Obama kepada Presiden SBY,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengawali keterangan persnya di Kantor Presiden usai pertemuan.

Pertemuan antara lain membahas hubungan bilateral Amerika Serikat dan Indonesia, khususnya bagaimana kedua negara bisa mewujudkan kemitraan komprehensif. “Menlu Clinton menginformasikan bahwa pada tanggal 20 Sepetember mendatang, di Washington DC akan diselenggarakan Joint Ministry of Commission yang ke-3 antara Indonesia dan Amerika, yang akan dipimpin Menteri Luar Negeri kedua negara untuk menindaklanjuti dicapainya kemitraan komprehensif antara kedua negara,” lanjut Marty.

Secara umum, hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat sangat kuat dan positif. “Tadi Bapak Presiden menyampaikan harapan agar hubungan bilateral kedua negara yang sudah baik ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan, sehingga semakin komprehensif dan saling menguntungkan kedua negara,” tambahnya.

Pada pertemuan tersebut, Menlu Clinton menyampaikan dukungan Amerika Serikat terhadap keketuaan Indonesia pada APEC 2013 mendatang. Sebagaimana diketahui, Indonesia akan bertindak selaku Ketua APEC pada tahun 2013. “Amerika Serikat menyampaikan komitmennya untuk mendukung Indonesia selaku Ketua APEC 2013,” Marty menegaskan.

Kepada Menlu Clinton, Presiden SBY juga menginformasikan tentang tanggung jawab yang dipikulnya selaku ketua bersama atau co-chairs dari High-Level Panel PBB di bidang Post 2015 Development Agenda. “Ini menjadi tanggung jawab yang dipikul Presiden SBY bersama dengan PM Inggris dan Presiden Liberia, dan Amerika Serikat menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya-upaya Indonesia tersebut,” ujar Marty kepada wartawan.

"Kepada Menlu Clinton, Presiden SBY menginformasikan bahwa dalam rangkaian kunjungannya pada akhir bulan ini ke New York, dalam rangka menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, beliau juga akan menghadiri Investment Day untuk mempromosikan potensi penananam modal asing di Indonesia,” jelas Marty. (osa)


Sumber :presidenri.go.id
Artikel Terkait
» Rangkaian KTT APEC 2012 di Vladivostok Dimulai
» Wamenparekraf Mewakili Indonesia Pada APEC TMM 2012
» RI Tekankan Pentingnya Kegiatan UKM Mikro dan Super Mikro Dalam Forum APEC
» KTT APEC 2013: MOMENTUM KEBANGKITAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI BEBAS AKTIF RI
» Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
» Indonesia dan Perannya di Forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »