» Gerakan Anti Korupsi: Modus Baru Kolonialisme (Kisah dari Rumania, Thailand, Venezuela dan Indonesia) » Menebar Gelora Antipenjajahan! » Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung » KAA Bandung 1955 di Bawah Bayang-Bayang Politik Global AS » SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015


Hankam
15-11-2009
Militer Korea Selatan
Korea Selatan Berencana Terapkan Dinas Militer Sukarela untuk Wanita

Departemen Pertahanan Korea Selatan saat ini sedang mempertimbangkan menerapkan sistem perekrutan tentara wanita sukarela. Keputusan atas rencana tersebut akan dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Korsel tidak sampai tahun 2011.


Sebagian kalangan masyarakat di Korsel  menilai wanita harus juga berpasrtispasi dalam dinas militer seperti layaknya pria. Berdasarkan hal tersebut baru kali ini Departemen Pertahanan Korsel mempertimbangkannya.  Saat ini wanita yang bekerja dalam dinas militer Korsel sebagai perwira maupun bintara sudah mencapai 5.560. Jumlah itu menunjukkan sekitar 3 persen dari seluruh militer Korsel. Namun sampai terakhir wanita Korsel tidak diijinkan berdinas militer sebagai prajurit (tantama).

Pertimbangan yang dilakukan Departemen Pertahanan Korsel menjadikan wanita sebagai tantama untuk mengatasi kekurangan tenaga militer dalam jangka panjang. Pasalnya, rasio kelahiran anak di Korsel semakin menurun. Saat ini Korsel merupakan salah satu negara yang rasio kelahirannya paling rendah di dunia.

Sementara itu analisa Departemen Pertahanan Korsel menyebutkan jumlah tentara Korsel berkurang setiap tahunnnya. Berdasarkan analisa tersebut diprediksikan sampai tahun 2020 pasukan militer Korsel akan berkurang sekitar 510 ribu. 

Saat ini rencana dari Departemen Pertahanan Korsel ini menuai pro dan kontra ditengah masyarakat Korsel.  Namun Departemen Perhananan Korsel agaknya akan tetap melakukan penelitian ini sampai tuntas. Tahun 2011 akan diputuskan apakah sistem perekrutan tentara wanita sukarela akan diberlakukan.

Sumber KBS World



Artikel Terkait
» Korea Selatan Serahkan 10 tank Amphibi kepada Indonesia
» Global Future Institute Mendesak Menteri Pertahanan Baru Segera Membeli Beberapa Kapal Selam Berteknologi Tinggi, Berkemampuan Canggih dan Harga Relatif Murah
» Meneropong Kekuatan Angkatan Laut Bersenjata Cina
» Pakistan Pasok Bolivia Enam Pesawat Jet Buatan Cina
» Pertikaian Wilayah Perbatasan Bisa Picu Militerisme Jepang
» Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Dalam Bayang-Bayang Politik Global AS
Situasi internasional pada 1954-1955, kala Indonesia mulai menggagas sebuah pertemuan akbar bangsa-bangsa Asia-Afrika yang kelak kita kenal sebagai Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955, ...

SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015

Peran Strategis Indonesia di Balik Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Lihat lainya »
   Arsip
Sekolah Ala Tan Malaka

Komandan Sektor Barat Tinjau Pasukan Indonesia di Darfur

Laksamana AS: Korsel Harus Putuskan Terkait Sistem Rudal THAAD

Tak Ada Pengurangan Pasukan AS di Afghanistan selama 2015

PM Nepal Akan Hadiri Peringatan KAA ke-60

Keluarkan Inpres Baru, Jokowi Perbolehkan Impor Beras

AS Dorong Ukraina Berperang

Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung

Menebar Gelora Antipenjajahan!

Dari Guru menjadi Politisi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »