» Jurus Naga Membelit Dunia (5/Habis) » Jurus Naga Membelit Dunia (Bagian 4) » Jurus Naga Membelit Dunia (bagian 3) » Jurus Naga Membelit Dunia (Bagian 2) » Perlu Komite Internasional Komunikasi Elektronik Untuk Bendung Monopoli AS di Bidang Internet dan Cyber


Hankam
15-11-2009
Militer Korea Selatan
Korea Selatan Berencana Terapkan Dinas Militer Sukarela untuk Wanita

Departemen Pertahanan Korea Selatan saat ini sedang mempertimbangkan menerapkan sistem perekrutan tentara wanita sukarela. Keputusan atas rencana tersebut akan dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Korsel tidak sampai tahun 2011.


Sebagian kalangan masyarakat di Korsel  menilai wanita harus juga berpasrtispasi dalam dinas militer seperti layaknya pria. Berdasarkan hal tersebut baru kali ini Departemen Pertahanan Korsel mempertimbangkannya.  Saat ini wanita yang bekerja dalam dinas militer Korsel sebagai perwira maupun bintara sudah mencapai 5.560. Jumlah itu menunjukkan sekitar 3 persen dari seluruh militer Korsel. Namun sampai terakhir wanita Korsel tidak diijinkan berdinas militer sebagai prajurit (tantama).

Pertimbangan yang dilakukan Departemen Pertahanan Korsel menjadikan wanita sebagai tantama untuk mengatasi kekurangan tenaga militer dalam jangka panjang. Pasalnya, rasio kelahiran anak di Korsel semakin menurun. Saat ini Korsel merupakan salah satu negara yang rasio kelahirannya paling rendah di dunia.

Sementara itu analisa Departemen Pertahanan Korsel menyebutkan jumlah tentara Korsel berkurang setiap tahunnnya. Berdasarkan analisa tersebut diprediksikan sampai tahun 2020 pasukan militer Korsel akan berkurang sekitar 510 ribu. 

Saat ini rencana dari Departemen Pertahanan Korsel ini menuai pro dan kontra ditengah masyarakat Korsel.  Namun Departemen Perhananan Korsel agaknya akan tetap melakukan penelitian ini sampai tuntas. Tahun 2011 akan diputuskan apakah sistem perekrutan tentara wanita sukarela akan diberlakukan.

Sumber KBS World



Artikel Terkait
» Korea Selatan Serahkan 10 tank Amphibi kepada Indonesia
» Global Future Institute Mendesak Menteri Pertahanan Baru Segera Membeli Beberapa Kapal Selam Berteknologi Tinggi, Berkemampuan Canggih dan Harga Relatif Murah
» Meneropong Kekuatan Angkatan Laut Bersenjata Cina
» Pakistan Pasok Bolivia Enam Pesawat Jet Buatan Cina
» Pertikaian Wilayah Perbatasan Bisa Picu Militerisme Jepang
» Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Mempertimbangkan Kerjasama Strategis Indonesia-Rusia Bidang Maritim-Infrastruktur dan Teknologi Refinery
Beberapa waktu berselang, Presiden Jokowi telah mencanangkan kesungguhannya untuk mengupayakan terhubungnya tol laut Indonesia dengan Jalur Sutra Abad 21 Cina sebagai poros maritim dunia. Sebagaimana kita ...

Perlu Komite Internasional Komunikasi Elektronik Untuk Bendung Monopoli AS di Bidang Internet dan Cyber

Kenali Dulu Agenda Strategis Cina Abad 21

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Terakhir)

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Kedua)

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama)

Lihat lainya »
   Arsip
Meski Tidak Bangun Smelter, Menteri ESDM Perpanjang Ijin Penambang PT Freeport Diperpanjang

Refleksi 100 Hari Jokowi-JK: Kebijakan Hukum untuk Keterpaduan Arah Berbangsa dan Bernegara dalam Transmisi Kultural Global

Dubes AS Temui SBY di Cikeas, Tanda Jokowi Tak Lagi Dipercaya?

Strategi Genjot Penerimaan Pajak 2015

Indonesia Peringkat ke 28 di Dunia dalam Kemampuan Berbahasa Inggris

Ledakan Mortir di Sinai, Lebih dari 20 Orang Tewas

Gorbachev Peringatkan Uni Eropa Potensi Serangan Balik Rusia

Pasca Serangan Rudal Hizbullah, PM Israel Gelar Rapat Darurat

Bahas Isu Strategis, Menlu Korsel dan AS Lakukan Pertemuan

Kegiatan Militer Israel Meningkat, Lebanon Bersikap Keras

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »