» Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara » Membaca Di Balik Kudeta Militer Turki Jumat Lalu » Standar Ganda Kebijakan HAM AS di Pelbagai Belahan Dunia, Selayang Pandang » Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955 » Meneropong “Kebijakan Standar Ganda” Amerika Serikat (Studi Perbandingan Papua-Indonesia dan Ukraina terkait Pelanggaran Hak-Hak Asasi Manusia)


Politik
19-04-2012
Ihwal Kepemimpinan dan Kenegarawanan
12 Butir Resep Untuk Jadi Pemimpin dan Negarawan

Pengantar Redaksi:Terimakasih kepada kang Tisnaya Kartakusuma, untuk postingan ihwal kepemimpinan dan kenegarawanan yang kiranya amat berguna dan inspiratif buat kita. Salam sukses.


12-BUTIR PRASARAN "ALEXANDRE de MARENCHES": KEPALA BADAN KOORDINASI CONTRA-INTELLIGENT FRANKA" [1986] >>>

[Pengalaman 11 Tahun Bertugas Langsung Dibawah Dua President Franka: G. Pompidou 1969-1974 & V.Giscard D'Estaing 1974-1981].

Untuk: KEPALA BADAN SEJENIS & DEWAN KEAMANAN NASIONAL.

[Menurut saya 12-Butir bisa direnungi sebagai KOMPARASI contoh resep umum: Stateman Leadership di Franka]

1. Jagalah kondisi fisik dan mental, punya mental-baja atau lebih baik lagi berpura2 tidak punya mental-baja. Miliki sikap tenang tingkat juara Olympiade untuk memimpin jabatan tinggi luar biasa sekaligus mengerikan itu. Janganlah meninggikan swara anda, sebab autorita itu bukan soal decibel.

2. Janganlah sekali-kali meninggikan swara anda, sebab wibawa autorita itu bukan soal decibel. Jagalah-diri se-independen mungkin, hilangkan pada diri anda segala hasrat dan kebutuhan, jika tidak anda akan bergantung pada itu.

3. Janganlah lupa dengan sahabat2 lama, sebab merekalah yang akan memberitahu tentang segala hal yang terjadi "diluar" dalam kehidupan "normal". Jagalah selalu kontak dengan kehidupan nyata. Selalu berhati2 dengan pertemuan yang baru, sebab tidak akan selalu bermanfaat.

4. Janganlah terlalu banyak berswara [discret], jangan mencolok mata, jangan bergaya hidup keduniawian. Jangan sering ke acara resepsi2 dan makan malam di berbagai kota, karena hanya ada banyak omong kosong, dan apapun omongan anda akan diplintir dan diputar-balikkan. Anda hanya buang waktu dan akan hilang kerampingan tubuh anda.

5. Sebelum menerima pekerjaan unik itu, mohonkanlah agar anda bisa diterima langsung oleh penentu-pengambil keputusan [decideur], namun jangan disalah-gunakan. Harus ada kepercayaan sepenuhnya timbal-balik dengan 'decideur'. Anda akan selalu menyampaikan kabar buruk kepadanya. Kabar baik tetap ditinggal saja pada jenjang teknis.

6. Anda harus menyampaikan SEMUA kabar dan jangan sekalipun berhianat tidak menyampaikannya sebab kelalaian anda. Meskipun di mata seorang Kepala Negara yang lemah, anda dianggapnya sebagai gendruwo ! Janganlah anda takut untuk tidak disukai siapapun.

7. Bersikaplah sopan dan dekat dengan pegawai kecil, sebab pengabdian mereka itu di Franka adalah tanpa batas. Selalu penuh perhatian dan tegas dengan sesama kollaborator besar. Kata Machiavelli: jadilah diri anda disukai dan disegani sekaligus.

8. Waspadalah anda terhadap mereka yang berfikir akan lebih baik di jabatan anda. Jika itu terdengar itulah tanda anda tidaklah sepadan memimpin pekerjaan itu. Berikanlah kepercayaan dan pendelegasian tugas dengan membuka peluang kepada bawahan2 yang muda.

9. Cadangkanlah waktu anda untuk keheningan dan meditasi di depan peta dunia, sebab itulah dekor anda. Saya selalu sangat terkejut tidak nyaman ketika melihat di tempat kerja berbagai pimpinan besar politik, jarang sekali ada peta2 atau peta dunia.

10. Waspadalah dengan perasaan pribadi diri anda, sebab menghalangi anda menganalisa dengan kepala dingin. Sebagai "Cartesien" [cara berfikir Metafisik Rasionel Filosof Rene Descartes abad 18], janganlah sekalipun mengabaikan kekuatan irrasionel.

11. Menghadapi tekanan ganda kelebihan beban informasi maupun beban disinformasi, janganlah gunakan cara berfikir emosionel tanpa mencerna lebih dulu beban ganda itu. Belajarlah untuk melupakan sebab ini sulit, sedangkan belajar itu lebih gambang. Seperti kata Jules Renard: "Capailah idea yang jelas lengkap", namun jangan selalu di tempat yang sama.

12. Belajarlah memahami orang2 lain yang anda hendak fahami dengan masuk ke alam mentalita mereka. Janganlah anda selalu serius. Keberanian dan rasa humor adalah kebajikan utama. Terakhir, anda harus tahu kapan keluar di saat yang tepat. Kaisar Agustus ketika berhadapan dengan kematiannya, mengucapkan kata terakhirnya: "Acta est fabula" [Aksi itu adalah luar biasa].




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955
Faktor pemantik ketegangan antara Korea Utara versus Korea Selatan yang menyeret campur-tangan Amerika Serikat adalah tenggelamnya kapal perang Cheonan milik Korea Selatan. Begitupun, insiden tersebut hanya ...

Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Lihat lainya »
   Arsip
Upaya Kudeta Gagal, Turki Dilanda Gelombang Penangkapan Tentara

Tim Pengamat Indonesia IMT-5 Konga XXXIV-E Tiba di Manila

Militer Indonesia dan Filipina Lakukan Pertemuan

Dari Musyawarah ke Bitingan

Indonesia Mampu Menangkal Serangan ISIS

Indonesia Bangga Pada Masyarakat Adat Tabi/Mamta Papua

Menuntut Papua Menjadi Anggota Melanesian Spearhead Group (MSG), untuk Apa dan Siapa?

Kebijakan Amerika Serikat dan Teror Orlando

Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955

Standar Ganda Kebijakan HAM AS di Pelbagai Belahan Dunia, Selayang Pandang

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »