» Menebar Gelora Antipenjajahan! » Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung » KAA Bandung 1955 di Bawah Bayang-Bayang Politik Global AS » SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015 » Membaca Ulang Kawasan dari Perspektif Geopolitik (2/Habis)


Politik
19-04-2012
Ihwal Kepemimpinan dan Kenegarawanan
12 Butir Resep Untuk Jadi Pemimpin dan Negarawan

Pengantar Redaksi:Terimakasih kepada kang Tisnaya Kartakusuma, untuk postingan ihwal kepemimpinan dan kenegarawanan yang kiranya amat berguna dan inspiratif buat kita. Salam sukses.


12-BUTIR PRASARAN "ALEXANDRE de MARENCHES": KEPALA BADAN KOORDINASI CONTRA-INTELLIGENT FRANKA" [1986] >>>

[Pengalaman 11 Tahun Bertugas Langsung Dibawah Dua President Franka: G. Pompidou 1969-1974 & V.Giscard D'Estaing 1974-1981].

Untuk: KEPALA BADAN SEJENIS & DEWAN KEAMANAN NASIONAL.

[Menurut saya 12-Butir bisa direnungi sebagai KOMPARASI contoh resep umum: Stateman Leadership di Franka]

1. Jagalah kondisi fisik dan mental, punya mental-baja atau lebih baik lagi berpura2 tidak punya mental-baja. Miliki sikap tenang tingkat juara Olympiade untuk memimpin jabatan tinggi luar biasa sekaligus mengerikan itu. Janganlah meninggikan swara anda, sebab autorita itu bukan soal decibel.

2. Janganlah sekali-kali meninggikan swara anda, sebab wibawa autorita itu bukan soal decibel. Jagalah-diri se-independen mungkin, hilangkan pada diri anda segala hasrat dan kebutuhan, jika tidak anda akan bergantung pada itu.

3. Janganlah lupa dengan sahabat2 lama, sebab merekalah yang akan memberitahu tentang segala hal yang terjadi "diluar" dalam kehidupan "normal". Jagalah selalu kontak dengan kehidupan nyata. Selalu berhati2 dengan pertemuan yang baru, sebab tidak akan selalu bermanfaat.

4. Janganlah terlalu banyak berswara [discret], jangan mencolok mata, jangan bergaya hidup keduniawian. Jangan sering ke acara resepsi2 dan makan malam di berbagai kota, karena hanya ada banyak omong kosong, dan apapun omongan anda akan diplintir dan diputar-balikkan. Anda hanya buang waktu dan akan hilang kerampingan tubuh anda.

5. Sebelum menerima pekerjaan unik itu, mohonkanlah agar anda bisa diterima langsung oleh penentu-pengambil keputusan [decideur], namun jangan disalah-gunakan. Harus ada kepercayaan sepenuhnya timbal-balik dengan 'decideur'. Anda akan selalu menyampaikan kabar buruk kepadanya. Kabar baik tetap ditinggal saja pada jenjang teknis.

6. Anda harus menyampaikan SEMUA kabar dan jangan sekalipun berhianat tidak menyampaikannya sebab kelalaian anda. Meskipun di mata seorang Kepala Negara yang lemah, anda dianggapnya sebagai gendruwo ! Janganlah anda takut untuk tidak disukai siapapun.

7. Bersikaplah sopan dan dekat dengan pegawai kecil, sebab pengabdian mereka itu di Franka adalah tanpa batas. Selalu penuh perhatian dan tegas dengan sesama kollaborator besar. Kata Machiavelli: jadilah diri anda disukai dan disegani sekaligus.

8. Waspadalah anda terhadap mereka yang berfikir akan lebih baik di jabatan anda. Jika itu terdengar itulah tanda anda tidaklah sepadan memimpin pekerjaan itu. Berikanlah kepercayaan dan pendelegasian tugas dengan membuka peluang kepada bawahan2 yang muda.

9. Cadangkanlah waktu anda untuk keheningan dan meditasi di depan peta dunia, sebab itulah dekor anda. Saya selalu sangat terkejut tidak nyaman ketika melihat di tempat kerja berbagai pimpinan besar politik, jarang sekali ada peta2 atau peta dunia.

10. Waspadalah dengan perasaan pribadi diri anda, sebab menghalangi anda menganalisa dengan kepala dingin. Sebagai "Cartesien" [cara berfikir Metafisik Rasionel Filosof Rene Descartes abad 18], janganlah sekalipun mengabaikan kekuatan irrasionel.

11. Menghadapi tekanan ganda kelebihan beban informasi maupun beban disinformasi, janganlah gunakan cara berfikir emosionel tanpa mencerna lebih dulu beban ganda itu. Belajarlah untuk melupakan sebab ini sulit, sedangkan belajar itu lebih gambang. Seperti kata Jules Renard: "Capailah idea yang jelas lengkap", namun jangan selalu di tempat yang sama.

12. Belajarlah memahami orang2 lain yang anda hendak fahami dengan masuk ke alam mentalita mereka. Janganlah anda selalu serius. Keberanian dan rasa humor adalah kebajikan utama. Terakhir, anda harus tahu kapan keluar di saat yang tepat. Kaisar Agustus ketika berhadapan dengan kematiannya, mengucapkan kata terakhirnya: "Acta est fabula" [Aksi itu adalah luar biasa].




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Dalam Bayang-Bayang Politik Global AS
Situasi internasional pada 1954-1955, kala Indonesia mulai menggagas sebuah pertemuan akbar bangsa-bangsa Asia-Afrika yang kelak kita kenal sebagai Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955, ...

SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015

Peran Strategis Indonesia di Balik Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Lihat lainya »
   Arsip
Keluarkan Inpres Baru, Jokowi Perbolehkan Impor Beras

AS Dorong Ukraina Berperang

Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung

Menebar Gelora Antipenjajahan!

Dari Guru menjadi Politisi

Perkuat Kerjasama Antar Negara, Jokowi Kunjungi Tokyo dan Beijing

Perangi Polusi, Paris Batasi Penggunaan Mobil

Pyongyang Gelar Sidang Ketiga Dewan Rakyat Tertinggi

AS Perbesar Kekuatan Pertahanan Rudal THAAD pada 2019

Raja Yordania Ingin Hadiri Pertemuan dan Peringatan KAA

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »