» AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama) » Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya » Ukraina Berpotensi Bangkitkan Kembali Statusnya Sebagai Negara Nuklir » Membaca Darurat Energi dari Perspektif Geopolitik » Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)


Internasional
20-03-2012
Perkembangan Konflik di Suriah
Pasukan Rusia Mulai Bergerak Masuki Suriah

Pasukan khusus Rusia dilaporkan tiba di kota pelabuhan Mediterania Suriah Tartus, Senin (19/3). Demikian dilaporkan oleh sumber-sumber oposisi kepada Al-Arabiya. Situs informasi intelijen Israel, DEBKAfile juga melaporkan dua kapal angkatan laut Rusia berlabuh di pelabuhan Tartus.


Situs  mengutip laporan dari markas Laut Hitam di Sevastopol Rusia. Misi dari kapal itu tidak diungkapkan, tapi dilaporkan membawa satu unit 'marinir anti-teroris'. Sedangkan yang lainnya, sebuah kapal militer yang bergabung sebagai pengintai angkatan laut Rusia dan kapal pengawas yang sudah berlabuh di Tartus.

Pelabuhan Suriah Tartus sekarang merupakan pangkalan angkatan laut yang dimiliki Rusia di luar Uni Soviet. Sebuah skuadron angkatan laut Rusia melakukan manuver di sana pada bulan Januari lalu. Hal ini dipandang banyak orang sebagai tanda dukungan kepada Assad.

Juga di bulan Januari, sebuah kapal Rusia diduga membawa berton-ton amunisi untuk Suriah.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Antonov mengatakan, personil militer dan teknisi Rusia hadir di Suriah dan mengatakan negaranya akan mematuhi kontrak yang sudah ada untuk memberikan senjata ke Suriah meskipun adanya tindakan keras Assad kepada oposisi.

Antonov mengatakan pasokan senjata Rusia ke Suriah ini sejalan dengan hukum internasional dan akan terus berlanjut. "Kerjasama militer Rusia-Suriah adalah sah," katanya menegaskan.

"Satu-satunya kekhawatiran adalah keamanan warga negara kami," kata Antonov dalam referensi ke personil militer Rusia di Suriah yang melatih warga Suriah dalam penggunaan senjata yang dipasok oleh Rusia. (TGR/Rep)


 



Artikel Terkait
» Kofi Annan Akan Mediasi Konflik di Suriah
» Rusia-Iran Kembali Tegaskan Tolak Intervensi Barat di Suriah
» Rusia Tidak Tolak Pertemuan "Sahabat Suriah"
» AS Dukung Rencana Misi Liga Arab di Suriah
» Gedung Putih: Suriah Akan Dapat "Tekanan" AS dan Sekutunya
» Mayoritas Rakyat Inggris Tolak Invasi Militer ke Suriah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kepulauan (archipellagic state) dengan 17.508 pulau, yang letaknya secara geografis sangat strategis, karena berada pada posisi silang, yakni diantara ...

Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Lihat lainya »
   Arsip
Bayang-bayang Agenda AS dalam Tiga Forum Dunia (APEC, ASEAN, G20)

Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan

Korut Gelar Demonstran Protes Dikeluarkan Resolusi PBB

Menhan AS Mundur, Diduga Adanya Tekanan dari Gedung Putih

Komandan USFK: Pasukan AS Akan Direlokasi dari Seoul ke Pyeongtaek

Komandan PMPP TNI Resmikan Camp Garuda Konga XXXVII-A di Afrika

Kontrak Baru Pentagon

Paterson: Inggris Harus Segera Keluar dari Uni Eropa

Cina Ngotot Bangun Pangkalan Udara di Pulau Sengketa

Mengatasi Dampak Negatif Kenaikan Harga BBM

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »