» Perlu Kontra Skema Hadapi National Security Agency (NSA) di Bidang Cyber Media » The US Federal Reserve Bank dan The London Connection » Tol Laut Ditunda? (3/Habis) » AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Terakhir) » Pentingnya Menegakkan Kedaulatan Laut Dalam Kerangka Supremasi Maritim


Internasional
20-03-2012
Perkembangan Konflik di Suriah
Pasukan Rusia Mulai Bergerak Masuki Suriah

Pasukan khusus Rusia dilaporkan tiba di kota pelabuhan Mediterania Suriah Tartus, Senin (19/3). Demikian dilaporkan oleh sumber-sumber oposisi kepada Al-Arabiya. Situs informasi intelijen Israel, DEBKAfile juga melaporkan dua kapal angkatan laut Rusia berlabuh di pelabuhan Tartus.


Situs  mengutip laporan dari markas Laut Hitam di Sevastopol Rusia. Misi dari kapal itu tidak diungkapkan, tapi dilaporkan membawa satu unit 'marinir anti-teroris'. Sedangkan yang lainnya, sebuah kapal militer yang bergabung sebagai pengintai angkatan laut Rusia dan kapal pengawas yang sudah berlabuh di Tartus.

Pelabuhan Suriah Tartus sekarang merupakan pangkalan angkatan laut yang dimiliki Rusia di luar Uni Soviet. Sebuah skuadron angkatan laut Rusia melakukan manuver di sana pada bulan Januari lalu. Hal ini dipandang banyak orang sebagai tanda dukungan kepada Assad.

Juga di bulan Januari, sebuah kapal Rusia diduga membawa berton-ton amunisi untuk Suriah.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Antonov mengatakan, personil militer dan teknisi Rusia hadir di Suriah dan mengatakan negaranya akan mematuhi kontrak yang sudah ada untuk memberikan senjata ke Suriah meskipun adanya tindakan keras Assad kepada oposisi.

Antonov mengatakan pasokan senjata Rusia ke Suriah ini sejalan dengan hukum internasional dan akan terus berlanjut. "Kerjasama militer Rusia-Suriah adalah sah," katanya menegaskan.

"Satu-satunya kekhawatiran adalah keamanan warga negara kami," kata Antonov dalam referensi ke personil militer Rusia di Suriah yang melatih warga Suriah dalam penggunaan senjata yang dipasok oleh Rusia. (TGR/Rep)


 



Artikel Terkait
» Kofi Annan Akan Mediasi Konflik di Suriah
» Rusia-Iran Kembali Tegaskan Tolak Intervensi Barat di Suriah
» Rusia Tidak Tolak Pertemuan "Sahabat Suriah"
» AS Dukung Rencana Misi Liga Arab di Suriah
» Gedung Putih: Suriah Akan Dapat "Tekanan" AS dan Sekutunya
» Mayoritas Rakyat Inggris Tolak Invasi Militer ke Suriah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Terakhir)
Melihat perkembangan cara berperang abad 21 yang lebih mengutamakan Perang Non Militer mau tidak mau kita harus mengubah paradigma doktrin pertahanan keamanan yang sudah ada. Tapi ...

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Kedua)

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama)

Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan

Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Lihat lainya »
   Arsip
Malapetaka Ekonomi 1929

Indonesia Perlu Miliki Blue Print Pengembangan Maritim Seperti India dan Cina

Gagasan Von Hayek Selaras dengan Club of Rome

AS Pulihkan Hubungan dengan Kuba

TNI Terus Mencari Korban Tanah Longsor Banjarnegara

Misi Perdamaian PBB, 175 Prajurit TNI Siap Berangkat ke Kongo

Perlu Terpenuhinya Cita-Cita Trisakti Terlebih Dahulu

Kedutaan Inggris di Kairo Kembali Dibuka untuk Umum

AS Ingin Mesir Jadi Penguasa di Wilayah

Palestina Segera Ajukan Draf Resolusi, Akankah Berakhir Veto?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »