» Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya » Membaca Krisis Yaman dari Perspektif Geopolitik dan Kawasan » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (3/Habis) » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (2) » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (1)


Politik
03-02-2012
Melawan Hegemoni Barat
Ahmadinejad Serukan Tatanan Dunia Baru

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyerukan sebuah tatanan dunia baru negara-negara pejuang keadilan, guna menggeser hegemoni Barat.


Hal itu dikemukakan Presiden Ahmadinejad Kamis (2/2) pada acara peresmian Konferensi Internasional pada Hollywoodism dan Sinema di Tehran.

Ahmadinejad menambahkan bahwa kekuatan besar dunia sengaja menipu negara-negara kecil yang sebelumnya tidak memiliki pertentangan apapun satu sama lain, dan menyulut friksi rekayasa.

Presiden Ahmadinejad juga menegaskan bahwa tatanan dunia baru tersebut harus total-inklusif, dan tidak didominasi oleh satu bangsa tertentu.

Sedikitnya 48 cendikiawan asing dari Perancis, AS, Kanada, Belgia, Yunani, Spanyol, Tunisia, Italia, Mesir, Rusia, Lebanon, Azerbaijan, Palestina dan Inggris berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Konferensi itu dimulai di Tehran sebagai bagian dari program Festival Film Internasional Fajr 2012. (IRIB Indonesia/MZ)


Sumber :Iran Indonesia Radio
Artikel Terkait
» Ahmadinejad: Demokrasi di AS Hanyalah "Kebohongan Besar"
» Obama Sambut "Harapan Baru" di Myanmar
» AS Akan Tutup Kedutaan Besar di Suriah
» Perang Verbal Bakal Kandidat Pilpres Kubu Republik AS
» Gerakan Occupy AIPAC Lahir di AS
» Ron Paul: AS Tak Mampu Gelar Perang Baru
» AS dan Arab Saudi Terus Intervensi Bahrain
» Ahmadinejad: Amerika Latin Bukan Lagi Halaman Belakang AS



 

Advance Search

   Isu Hangat »
SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI
Kepada Yang Terhormat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Di Tempat   Kepada Yang Terhormat Ketua Umum PDIP Perjuangan Ibu Megwati Sukarnoputri ...

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Lihat lainya »
   Arsip
RI dan OKI Dukung Kemerdekaan Negara Palestina

Cina Bangun 24 Pelabuhan, 15 Bandara, dan 8.700 Km Jalur Kereta di Indonesia

Jokowi Intruksikan Menteri ESDM Bahas Kerjasama dengan Iran

TNI dan Tentara Perancis Latihan Bersama di Lebanon

Menelisik Pidato Presiden Iran di KAA

AS Tumpuk Sembilan Kapal Perang di Laut Yaman

Dies Natalis dan Wisuda ke-54 UPDM (B) Diwarnai Dengan Seminar Sehari

GFI Mengapresiasi Pidato Presiden Jokowi di KAA ke-60

Ini Pidato Lengkap Jokowi di KAA: Ungkit Kemerdekaan Palestina Hingga Kritik Bank Dunia

Dasa Sila Bandung 1955 Bersenyawa dengan Mukadimah UUD 18 Agustus 1955 dan Falsafah Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »