» Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016) » Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN » Suriah, Pusaran Pertarungan Global AS-Inggris-Perancis dan Rusia » Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN » Indonesia Harus Mendorong Terciptanya Keseimbangan Kekuatan Baru di Asia Tenggara Melalui KTT ASEAN-Rusia Mei 2016


Politik
03-02-2012
Melawan Hegemoni Barat
Ahmadinejad Serukan Tatanan Dunia Baru

Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyerukan sebuah tatanan dunia baru negara-negara pejuang keadilan, guna menggeser hegemoni Barat.


Hal itu dikemukakan Presiden Ahmadinejad Kamis (2/2) pada acara peresmian Konferensi Internasional pada Hollywoodism dan Sinema di Tehran.

Ahmadinejad menambahkan bahwa kekuatan besar dunia sengaja menipu negara-negara kecil yang sebelumnya tidak memiliki pertentangan apapun satu sama lain, dan menyulut friksi rekayasa.

Presiden Ahmadinejad juga menegaskan bahwa tatanan dunia baru tersebut harus total-inklusif, dan tidak didominasi oleh satu bangsa tertentu.

Sedikitnya 48 cendikiawan asing dari Perancis, AS, Kanada, Belgia, Yunani, Spanyol, Tunisia, Italia, Mesir, Rusia, Lebanon, Azerbaijan, Palestina dan Inggris berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

Konferensi itu dimulai di Tehran sebagai bagian dari program Festival Film Internasional Fajr 2012. (IRIB Indonesia/MZ)


Sumber :Iran Indonesia Radio
Artikel Terkait
» Ahmadinejad: Demokrasi di AS Hanyalah "Kebohongan Besar"
» Obama Sambut "Harapan Baru" di Myanmar
» AS Akan Tutup Kedutaan Besar di Suriah
» Perang Verbal Bakal Kandidat Pilpres Kubu Republik AS
» Gerakan Occupy AIPAC Lahir di AS
» Ron Paul: AS Tak Mampu Gelar Perang Baru
» AS dan Arab Saudi Terus Intervensi Bahrain
» Ahmadinejad: Amerika Latin Bukan Lagi Halaman Belakang AS



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN
Kita harus bedakan Cina Republik Kita dan Rakyat Cina. Pertumbuhan kekuatan ekonomi dan keuangan dari para taipan seberang laut (Overseas China) yang berkiblat pada Kapitalisme berbasis ...

Dalam Soal Ianfu (Comfort Women), Korea Selatan Bukan Satu-satunya Korban Kejahatan Perang Jepang

Blunder AS dalam Perang Suriah

Indonesia Harus Bisa Mencegah Terseretnya Negara-Negara OKI Dalam Proxy War Arab Saudi versus Iran

MEA: Peluang atau Ancaman?

Rencana Mundurnya James “Bob” Moffet, Indikasi Adanya Strategi Freeport Ganti Aktor Baru Untuk Pertahankan Kesepakatan Lama

Lihat lainya »
   Arsip
Menghina Presiden RI sama dengan Menghina NKRI

Pemerintah Tidak Berhadil Membalikkan Tren Penurunan Ekspor Sepanjang 18 Bulan

Pertama, Pesawat Militer Cina Mendarat di Pulau Sengketa

Wapres JK Sampaikan Kritik Pedas Kepada Negara-negara OKI

PPRC TNI Fokus Latihan Pembebasan Sandera

Panglima TNI: Kopassus Itu Ibarat Angin

Satgas Pamtas 431/SSP Ajarkan Baca Tulis Warga di Papua

Korsel dan AS Perkirakan Korut Lakukan Pelucuran Rudal Balistik

ADB Tingkatkan Dana Utang Ke RI dari $ 740 Juta menjadi $ 2 Miliar per Tahun selama 5 Tahun ke Depan

India Dituduh Ingin Ganggu Stabilitas Pakistan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Lihat Lainnya »