» AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama) » Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya » Ukraina Berpotensi Bangkitkan Kembali Statusnya Sebagai Negara Nuklir » Membaca Darurat Energi dari Perspektif Geopolitik » Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)


Internasional
31-07-2009
Rusia-Ukraina
Rusia-Ukraina Semakin Memanas
Penulis : Tim Global Future Institute (GFI)

Sebagai negara yang dulunya masuk dalam kedaulatan Uni Soviet, Ukraina sekarang terhitung negara yang sudah merdeka dan berdaulat. Sayangnya hubungan dengan negara bekas induknya, Rusia, tidak semesra hubungan Rusia dengan Kazakhstan atau Rusia dengan Kirgistan dan Usbekistan.  Atau bahkan dengan Azerbaijan sekalipun, yang notabene berpenduduk mayoritas beragama Islam.


Entah kenapa, dengan Ukraina ini hubungan Rusia malah bisa dibilang cukup buruk. Selama ini Rusia bercuriga Ukraina telah menjadi negara pemasok persenjataan bagi Georgia dan negara-negara eks Soviet lainnya. Selain dari itu, Ukraina yang notabene banyak penduduknya yang Yahudi, disinyalir sejak era Perang Dingin pun, banyak dijadikan sebagai agen ganda atau mata-mata oleh CIA maupun intelijen Inggris MI6.

Menurut Hari Samputra Agus, salah seorang peneliti Global Future Institute, Ukraina secara etnik dan psiko-grafis pada umumnya, lebih merasa dekat dengan Polandia daripada Rusia. Dan kesadaran kolektif ini sudah berlangsung secara turun-temurun.

Masuk akal juga analisis ini. Dan cukup membantu untuk menjelaskan berbagai konflik yang melibatkan kedua negara akhir-akhir ini. Baru-baru ini, 29 Juli lalu, Rusia mengusir seorang diplomat Ukraina untuk secepatnya keluar dari Rusia. Alasannya, sebagaimahna diutarakan Kementerian Luar Negeri Rusia, diplomat Ukraina tersebut kerap memprakarsai gerakan-gerakan anti-Rusia di Moskow.

Namun itu hanyalah puncak dari gunung es. Krisis diplomatik Rusia-Ukraina juga dipicu oleh penyewaan pangkalan Armada Laut Hitam oleh Rusia di Sevastopol di Semenanjung Crimea yang dihuni mayoritas etnik Rusia. Dan  isu pangkalan ini terus menjadi duri dalam daging dari hubungan antara Moskow dan Kiev sejak kemerdekaan Ukraina pada 1991.

Hubugan kian memburuk ketika Ukraina berniat menjadi anggota negara-negara Pakta Pertahanan NATO yang didominasi Amerika dan Eropa Barat. Belum lagi soal perselisihan mengenai ongkos pengiriman gas Rusia ke Eropa yang harus melalui pipa saluran gas Ukraina.   

 



Artikel Terkait
» Konflik di Ossetia Selatan dan Abkhazia, Tipu Daya Amerika dan Georgia Provokasi Rusia
» Why Brzezinski eager to divide Russia and China?
» Membaca Tren Baru Hubungan Jepang-Rusia
» US still considers Russia as an Enemy
» Kemenangan Strategis Rusia di Georgia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kepulauan (archipellagic state) dengan 17.508 pulau, yang letaknya secara geografis sangat strategis, karena berada pada posisi silang, yakni diantara ...

Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Lihat lainya »
   Arsip
Bayang-bayang Agenda AS dalam Tiga Forum Dunia (APEC, ASEAN, G20)

Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan

Korut Gelar Demonstran Protes Dikeluarkan Resolusi PBB

Menhan AS Mundur, Diduga Adanya Tekanan dari Gedung Putih

Komandan USFK: Pasukan AS Akan Direlokasi dari Seoul ke Pyeongtaek

Komandan PMPP TNI Resmikan Camp Garuda Konga XXXVII-A di Afrika

Kontrak Baru Pentagon

Paterson: Inggris Harus Segera Keluar dari Uni Eropa

Cina Ngotot Bangun Pangkalan Udara di Pulau Sengketa

Mengatasi Dampak Negatif Kenaikan Harga BBM

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »