» Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya » Ukraina Berpotensi Bangkitkan Kembali Statusnya Sebagai Negara Nuklir » Membaca Darurat Energi dari Perspektif Geopolitik » Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014) » Presiden Jokowi Dalam Telikungan Neoliberalisme di APEC, G20 dan KTT ASEAN


Diplomasi
04-08-2011
Indonesia dan Meksiko
Indonesia dan Meksiko Tingkatkan Kerjasama Bilateral

Indonesia dan Meksiko sepakat untuk kerjasama di bidang pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan penerapan strategi/kebijakan pengurangan emisi akibat deforestasi/degradasi hutan (REDD+) serta isu kehutanan lainnya melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Kehutanan antara Kementerian Kehutanan RI dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Meksiko. 


Penandatanganan dilakukan secara sirkular. Penandatanganan pertama dilakukan oleh Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hassan, di Jakarta pada  27 Juli 2011 dan penandatanganan kedua dilakukan di Mexico City pada  3 Agustus 2011, setelah pertemuan Forum Konsultasi Bilateral ke-4 RI-Meksiko.

Penandatanganan MoU dilakukan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (SEMARNAT) Meksiko oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam,  Juan Rafael Elvira Quesada, yang disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Meksiko, wakil dari Kementerian Kehutanan RI, dan dari pihak Meksiko adalah Dirjen Kehutanan, Direktur Kerjasama Bilateral dan para pejabat Komisi Kehutanan Nasional Meksiko.

“Melalui kerjasama ini, Indonesia dan Meksiko akan bekerjasama untuk mengelola dan mempromosikan pengelolaan hutan secara berkelanjutan, yang tidak saja bermanfaat bagi kedua negara tetapi memberikan kontribusi positif terhadap penanganan perubahan iklim”. Demikian disampaikan Dubes RI, Hamdani Djafar, dalam sambutannya pada kesempatan penandatanganan MoU di SEMARNAT. 

Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Meksiko menyatakan bahwa program-program kerjasama dalam MoU akan semakin memperkuat upaya pembangunan berkelanjutan yang tentunya akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat kedua negara. 

Forum Konsultasi Bilateral ke-4

Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-4 RI-Meksiko dilaksanakan di Mexico City, 1-2 Agustus 2011. Forum  membahas upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara dalam bidang politik, ekonomi-perdagangan, kebudayaan dan pendidikan, dan kerjasama teknik. 

Capaian dalam bidang politik tercatat antara lain adanya peningkatan saling kunjung antar pejabat tinggi, parlemen RI-Meksiko serta upaya saling dukung kedua negara di berbagai organisasi internasional. Dalam bidang ekonomi, peningkatan perdagangan kedua negara tercapai signifikan. Pada tahun 2010, perdagangan mencapai USD 975 juta, yang berarti kenaikan sebesar 86 % dibanding tahun 2009 dengan surplus berada di Indonesia. Kedua negara sepakat untuk terus mendorong partisipasi kalangan pengusaha untuk meningkatkan partisipasinya dalam promosi ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Forum juga membahas isu regional dan multilateral yang menjadi perhatian bersama .  Isu multilateral yang dibahas antara lain Climate Change, Palestina, G-20, UNSC reform, upaya saling dukung di forum internasional. Sedangkan isu regional yang dibahas adalah situasi di Asia Tenggara, Amerika Latin, APEC, dan FEALAC.

Dalam FKB ini, delegasi RI dipimpin oleh  Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Retno. L.P Marsudi, didampingi oleh Dubes RI Mexico City, wakil dari Kemhut, Kemtan, Polri, BNN dan Pertamina. Sementara Delegasi Meksiko dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Lourdes Aranda, didampingi oleh Dubes Meksiko untuk Indonesia, Direktur Jenderal Asia Pasifik, Direktur Jenderal PBB,  dan para pejabat Kemlu Meksiko.

Kedua delegasi sepakat untuk menyelesaikan  pending issues beberapa draft MoU/persetujuan antara lain MoU on Health Cooperation, MoU on Fisheries Cooperation, Technical Arrangement on Joint Committee Environment and Natural Resources, Term of Reference on Consultative Committee on Agriculture, Protocol Amending Article 26 Agreement on Double Taxation, Agreement on Promotion and Protection of Investment, MoU on Sport and Physical Culture, MoU on Combating Trans National Crime and Capacity Building, dan MoU on Combating Illicit Trafficking in Narcotic Drugs, Psychotropic Substances and Its Precursors.

Kedua delegasi sepakat untuk bertemu kembali pada FKB ke-5 di Indonesia untuk mengevaluasi pelaksanaan kerjasama yang telah ada dan memonitor perkembangan pembahasan berbagai isu yang masih pending. (Sumber: KBRI Mexico City)



Sumber :Deplu RI

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)
Pertemuan Presiden Jokowi-Putin di  Beijing 10 November 2014, sepertinya jauh lebih strategis dan menjanjikan bagi Indonesia untuk dipertimbangkan, jika kerjasama dengan negara  beruang merah tersebut didasarkan ...

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Presiden Terpilih Jokowi Harus Jelaskan Apa Pentingnya Penggunaan Drone Bagi Pertahanan Nasional RI

Lihat lainya »
   Arsip
Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya

Menanti Kehadiran Komisi Ideologi Pancasila

Menhan Cina-Rusia Bertemu Bahas Pengaruh AS di Asia-Pasifik

Rekam Jejak Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas Jokowi

Putin dan Kekhawatirannya atas Krisis di Ukraina

Diskusi BBM dan KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL

Urgensi Kartu Jitu Ala Jokowi

Reformasi Sistem Birokrasi di Era Jokowi

Akselerasi Pelayanan Birokrasi Pemerintahan Jokowi

Kemlu RI Himbau WNI Tidak Mengikuti Wajib Militer di Luar Negeri

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »