» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Diplomasi
04-08-2011
Indonesia dan Meksiko
Indonesia dan Meksiko Tingkatkan Kerjasama Bilateral

Indonesia dan Meksiko sepakat untuk kerjasama di bidang pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan penerapan strategi/kebijakan pengurangan emisi akibat deforestasi/degradasi hutan (REDD+) serta isu kehutanan lainnya melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Kehutanan antara Kementerian Kehutanan RI dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Meksiko. 


Penandatanganan dilakukan secara sirkular. Penandatanganan pertama dilakukan oleh Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hassan, di Jakarta pada  27 Juli 2011 dan penandatanganan kedua dilakukan di Mexico City pada  3 Agustus 2011, setelah pertemuan Forum Konsultasi Bilateral ke-4 RI-Meksiko.

Penandatanganan MoU dilakukan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (SEMARNAT) Meksiko oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam,  Juan Rafael Elvira Quesada, yang disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Meksiko, wakil dari Kementerian Kehutanan RI, dan dari pihak Meksiko adalah Dirjen Kehutanan, Direktur Kerjasama Bilateral dan para pejabat Komisi Kehutanan Nasional Meksiko.

“Melalui kerjasama ini, Indonesia dan Meksiko akan bekerjasama untuk mengelola dan mempromosikan pengelolaan hutan secara berkelanjutan, yang tidak saja bermanfaat bagi kedua negara tetapi memberikan kontribusi positif terhadap penanganan perubahan iklim”. Demikian disampaikan Dubes RI, Hamdani Djafar, dalam sambutannya pada kesempatan penandatanganan MoU di SEMARNAT. 

Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Meksiko menyatakan bahwa program-program kerjasama dalam MoU akan semakin memperkuat upaya pembangunan berkelanjutan yang tentunya akan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat kedua negara. 

Forum Konsultasi Bilateral ke-4

Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-4 RI-Meksiko dilaksanakan di Mexico City, 1-2 Agustus 2011. Forum  membahas upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara dalam bidang politik, ekonomi-perdagangan, kebudayaan dan pendidikan, dan kerjasama teknik. 

Capaian dalam bidang politik tercatat antara lain adanya peningkatan saling kunjung antar pejabat tinggi, parlemen RI-Meksiko serta upaya saling dukung kedua negara di berbagai organisasi internasional. Dalam bidang ekonomi, peningkatan perdagangan kedua negara tercapai signifikan. Pada tahun 2010, perdagangan mencapai USD 975 juta, yang berarti kenaikan sebesar 86 % dibanding tahun 2009 dengan surplus berada di Indonesia. Kedua negara sepakat untuk terus mendorong partisipasi kalangan pengusaha untuk meningkatkan partisipasinya dalam promosi ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Forum juga membahas isu regional dan multilateral yang menjadi perhatian bersama .  Isu multilateral yang dibahas antara lain Climate Change, Palestina, G-20, UNSC reform, upaya saling dukung di forum internasional. Sedangkan isu regional yang dibahas adalah situasi di Asia Tenggara, Amerika Latin, APEC, dan FEALAC.

Dalam FKB ini, delegasi RI dipimpin oleh  Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Retno. L.P Marsudi, didampingi oleh Dubes RI Mexico City, wakil dari Kemhut, Kemtan, Polri, BNN dan Pertamina. Sementara Delegasi Meksiko dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Lourdes Aranda, didampingi oleh Dubes Meksiko untuk Indonesia, Direktur Jenderal Asia Pasifik, Direktur Jenderal PBB,  dan para pejabat Kemlu Meksiko.

Kedua delegasi sepakat untuk menyelesaikan  pending issues beberapa draft MoU/persetujuan antara lain MoU on Health Cooperation, MoU on Fisheries Cooperation, Technical Arrangement on Joint Committee Environment and Natural Resources, Term of Reference on Consultative Committee on Agriculture, Protocol Amending Article 26 Agreement on Double Taxation, Agreement on Promotion and Protection of Investment, MoU on Sport and Physical Culture, MoU on Combating Trans National Crime and Capacity Building, dan MoU on Combating Illicit Trafficking in Narcotic Drugs, Psychotropic Substances and Its Precursors.

Kedua delegasi sepakat untuk bertemu kembali pada FKB ke-5 di Indonesia untuk mengevaluasi pelaksanaan kerjasama yang telah ada dan memonitor perkembangan pembahasan berbagai isu yang masih pending. (Sumber: KBRI Mexico City)



Sumber :Deplu RI

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »