» Gerakan Anti Korupsi: Modus Baru Kolonialisme (Kisah dari Rumania, Thailand, Venezuela dan Indonesia) » Menebar Gelora Antipenjajahan! » Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung » KAA Bandung 1955 di Bawah Bayang-Bayang Politik Global AS » SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015


Politik
23-03-2011
Data LSM Indonesia Yang Didanai SOROS (Yahudi)
Penulis : Sally Sety

<<Catatan dari 'Muji Anto'>>

Pada tanggal 18 September 2000, usai mengeruk keuntungan dari hasil spekulasi valas miliaran dollar, Soros melalui OSI mendanai terbentuknya Tifa Foundation. Tujuannya untuk mendorong Indonesia dan masyarakatnya menjadi "lebih terbuka" yang menghormati keragaman, menjunjung tinggi penegakan hukum, keadilan dan persamaan. Dengan dukungan dana Soros, dalam waktu singkat Tifa berkembang pesat. Yayasan ini mengklaim sebagai sebuah komunitas yang meliputi segala lapisan penduduk, baik unsur pemerintah hingga sektor bisnis.


Dukungan luas diberikan atas hak-hak individu, khususnya hak dan pandangan kaum perempuan, kelompok minoritas dan kelompok marginal lainnya. Dengan dukungan atas hak-hak individu itu, Tifa punya target memupuk solidaritas dan terciptanya tata pemerintahan yang baik, tentu menurut definisi mereka sendiri.

Sumber Intelijen menyebut, jaringan Soros yang dikenal mendunia melalui wadah Open Society Institute (OSI), Soros lebih dikenal di Indonesia sebagai spekulator pasar uang dan dituding pernah ikut menenggelamkan perekonomian Indonesia pada tahun 1998, jaringan Soros mendanai dua lembaga non pemerintah (NGO), yaitu Tifa Foundation dan International Transperancy. Peran OSI tidak kalah dengan lembaga pendanaan Amerika lainnya seperti USAID dan the Asia Foundation. Sejumlah LSM utama di Indonesia dibiayai OSI. ---sisanya dibiayai oleh USAID dan Asia Foundation.

Sebut saja Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jaringan Islam Liberal (JIL), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Wakhid Institute, Komunitas Utan Kayu, JPPR, dan banyak lembaga lainnya. (Tifa Foundation menjadi semacam LSM induk dimana LSM-LSM mendapat dana dari OSI melaluinya. Tidak mengherankan jika para tokoh LSM dan tokoh-tokoh demokrat-liberal negeri ini ramai-ramai mendemo pemerintah terkait pencekalan Sydney Jones, wanita lesbian Yahudi aktivis LSM yang dicekal pemerintahan Megawati --- atas saran Badan Inteligen Nasional--- karena menjadi agen rahasia asing, pen).

Sumber dana Tifa foundation:

1. Open Society Institute
2. Ford Foundation
2. Yayasan Kehati
3. USAID
4. UNDP
5. OXFAM
6. Save The Children
7. Mercy Corps
8. DFID
9. CIDA
10. SIDA
11. AUSAID
12. CRS
13 CWS
14. Worldbank
15. Terre de Hommes
16. The Freedom Forum
17. KRHN
 
Mitra organisasi Tifa :

1. Yayasan Interseksi
2. SIGAB
3. Iwork
4. The Asia Foundation
5. Dana Mitra Lingkungan
6. Ire Yogya
7. JPPR
8. LABDA Yogya
9. Yappika
10. LBH Masyarakat
11. HAPSARI Sumatera Utara
12. Idea Yogya
13. LSPP
14. YKKVAB
15. ISAI
16. PRAXIS
17. PPSW
18. WALHI
19. Wahid Institute
20. YLBHI
21. PSHK
22. WALHI
23. ICW
24. AJI Indonesia
25. Kanal Pemilu


Sumber :Sally Sety

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Dalam Bayang-Bayang Politik Global AS
Situasi internasional pada 1954-1955, kala Indonesia mulai menggagas sebuah pertemuan akbar bangsa-bangsa Asia-Afrika yang kelak kita kenal sebagai Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955, ...

SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015

Peran Strategis Indonesia di Balik Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Lihat lainya »
   Arsip
Pentingnya IT Sebagai Salah Satu Urat Nadi bagi NKRI

Perangi Milisi Houthi, Arab Saudi Serang Yaman

Atasi Krisis di Jalur Gaza, Palestina Bentuk Komite

Ratusan Jurnalis Dalam dan Luar Negeri Akan Liput Peringatan KAA

Ini alasan China rebutan Natuna dengan Indonesia

Manuver Geopolitik Teranyar Cina atas Natuna, Ini Sikap Jokowi

Sekolah Ala Tan Malaka

Komandan Sektor Barat Tinjau Pasukan Indonesia di Darfur

Laksamana AS: Korsel Harus Putuskan Terkait Sistem Rudal THAAD

Tak Ada Pengurangan Pasukan AS di Afghanistan selama 2015

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »