» AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama) » Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya » Ukraina Berpotensi Bangkitkan Kembali Statusnya Sebagai Negara Nuklir » Membaca Darurat Energi dari Perspektif Geopolitik » Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)


Politik
23-03-2011
Data LSM Indonesia Yang Didanai SOROS (Yahudi)
Penulis : Sally Sety

<<Catatan dari 'Muji Anto'>>

Pada tanggal 18 September 2000, usai mengeruk keuntungan dari hasil spekulasi valas miliaran dollar, Soros melalui OSI mendanai terbentuknya Tifa Foundation. Tujuannya untuk mendorong Indonesia dan masyarakatnya menjadi "lebih terbuka" yang menghormati keragaman, menjunjung tinggi penegakan hukum, keadilan dan persamaan. Dengan dukungan dana Soros, dalam waktu singkat Tifa berkembang pesat. Yayasan ini mengklaim sebagai sebuah komunitas yang meliputi segala lapisan penduduk, baik unsur pemerintah hingga sektor bisnis.


Dukungan luas diberikan atas hak-hak individu, khususnya hak dan pandangan kaum perempuan, kelompok minoritas dan kelompok marginal lainnya. Dengan dukungan atas hak-hak individu itu, Tifa punya target memupuk solidaritas dan terciptanya tata pemerintahan yang baik, tentu menurut definisi mereka sendiri.

Sumber Intelijen menyebut, jaringan Soros yang dikenal mendunia melalui wadah Open Society Institute (OSI), Soros lebih dikenal di Indonesia sebagai spekulator pasar uang dan dituding pernah ikut menenggelamkan perekonomian Indonesia pada tahun 1998, jaringan Soros mendanai dua lembaga non pemerintah (NGO), yaitu Tifa Foundation dan International Transperancy. Peran OSI tidak kalah dengan lembaga pendanaan Amerika lainnya seperti USAID dan the Asia Foundation. Sejumlah LSM utama di Indonesia dibiayai OSI. ---sisanya dibiayai oleh USAID dan Asia Foundation.

Sebut saja Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jaringan Islam Liberal (JIL), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Wakhid Institute, Komunitas Utan Kayu, JPPR, dan banyak lembaga lainnya. (Tifa Foundation menjadi semacam LSM induk dimana LSM-LSM mendapat dana dari OSI melaluinya. Tidak mengherankan jika para tokoh LSM dan tokoh-tokoh demokrat-liberal negeri ini ramai-ramai mendemo pemerintah terkait pencekalan Sydney Jones, wanita lesbian Yahudi aktivis LSM yang dicekal pemerintahan Megawati --- atas saran Badan Inteligen Nasional--- karena menjadi agen rahasia asing, pen).

Sumber dana Tifa foundation:

1. Open Society Institute
2. Ford Foundation
2. Yayasan Kehati
3. USAID
4. UNDP
5. OXFAM
6. Save The Children
7. Mercy Corps
8. DFID
9. CIDA
10. SIDA
11. AUSAID
12. CRS
13 CWS
14. Worldbank
15. Terre de Hommes
16. The Freedom Forum
17. KRHN
 
Mitra organisasi Tifa :

1. Yayasan Interseksi
2. SIGAB
3. Iwork
4. The Asia Foundation
5. Dana Mitra Lingkungan
6. Ire Yogya
7. JPPR
8. LABDA Yogya
9. Yappika
10. LBH Masyarakat
11. HAPSARI Sumatera Utara
12. Idea Yogya
13. LSPP
14. YKKVAB
15. ISAI
16. PRAXIS
17. PPSW
18. WALHI
19. Wahid Institute
20. YLBHI
21. PSHK
22. WALHI
23. ICW
24. AJI Indonesia
25. Kanal Pemilu


Sumber :Sally Sety

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara kepulauan (archipellagic state) dengan 17.508 pulau, yang letaknya secara geografis sangat strategis, karena berada pada posisi silang, yakni diantara ...

Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Lihat lainya »
   Arsip
Karhutla Persoalan Besar Bagi Riau

Kilas Balik Poso dan Aceh: Sasaran Perang Asimetris Pemilik Modal Raksasa Asing

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama)

Polemik Terhadap Revisi UU MD3

Bayang-bayang Agenda AS dalam Tiga Forum Dunia (APEC, ASEAN, G20)

Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan

Korut Gelar Demonstran Protes Dikeluarkan Resolusi PBB

Menhan AS Mundur, Diduga Adanya Tekanan dari Gedung Putih

Komandan USFK: Pasukan AS Akan Direlokasi dari Seoul ke Pyeongtaek

Komandan PMPP TNI Resmikan Camp Garuda Konga XXXVII-A di Afrika

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »