» Meneropong “Kebijakan Standar Ganda” Amerika Serikat Terkait Pelanggaran Hak-Hak Asasi Manusia Terhadap Papua-Indonesia dan Ukraina (Sebuah Studi Perbandingan) » "Sebuah Pelajaran dari British Exit" » Bagaimana Kita Memaknai Keluarnya Inggris dari Keanggotaan Uni Eropa? » Saatnya Indonesia Bangun Kerjasama Strategis Dengan Uni Ekonomi Euroasia (UEE) Di Luar Skema TPP Amerika Serikat maupun RCEP Cina » Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)


Industri Strategis
21-03-2011
Thailand dan Indonesia Akan Bekerjasama dalam Bidang Pertanian
Penulis : Rachmat Adhani/GFI

Sejumlah utusan Thailand mengundang pengusaha swasta di Jawa Timur untuk melakukan kerjasama dalam bidang pertanian yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama bilateral antara kedua negara, kata Duta Besar Thailand untuk Indonesia.


"Salah satu kerjasamanya adalah dalam bentuk pengembangan teknologi pertanian," kata Thanatip Upatising, Duta Besar Thailand untuk Indonesia ketika mengunjungi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Thanatip mengatakan Indonesia masih menghadapi banyak masalah dalam hal tanaman pangan sedangkan masih ada beberapa faktor yang harus didahulukan untuk masa depan, yaitu makanan pokok, energi, dan suplai air. "Sementara itu, Indonesia telah kehilangan sekitar 27,5 miliar hektar lahan produktif yang berpotensi menjadi basis agribisnis," katanya.

Dia memperkirakan bahwa Thailand dapat membantu melakukan konversi lahan pertanian apabila kawasan produktif menurun, sehingga pemerintah dapat meningkatkan produksi tanaman. "Apabila tanaman padi mencapai 800 ton per hektar, idealnya itu harus meningkat menjadi 1.000 ton per hektar," katanya.

Mengomentari soal sistem dan pengelolaan tanaman pangan yang lemah di Indonesia, ia mengatakan, kondisi tersebut disebabkan oleh produksi pertanian yang tidak seimbang. "Padahal potensi untuk dikembangkan sebenarnya cukup besar," katanya.

Karena itu, ia menambahkan, Indonesia bisa belajar teknologi pertanian dari Thailand yang juga akan belajar dari Indonesia untuk inovasi baru karena Indonesia adalah negara terpadat di ASEAN.

"Selain itu, pertumbuhan ekonomi akan cepat sehingga dapat menarik negara-negara lain seperti negara saya untuk memperkuat kemitraan perdagangan," katanya.

Ia mengatakan Indonesia dan Thailand telah membangun kemitraan dalam 60 tahun terakhir, khususnya dalam bidang perdagangan. Dia berharap kerjasama ini dapat ditingkatkan meskipun pengelolaan beras masih di bawah kontrol Bulog.

"Selain itu, kedua negara bisa saling mendukung jika salah satu kekurangan persediaan makanan," katanya. Dia menambahkan bahwa pada tahun 2009 hubungan perdagangan antara kedua negara mencapai 7,5 miliar dolar AS, dan dari Januari sampai dengan September 2010 telah meningkat signifikan menjadi 10 miliar dolar AS. (blg/ant/bis)



Artikel Terkait
» China Membeli 653 Hak Standar Nasional Indonesia
» Strategi Energi Rusia 2030 dan Aliansi Strategisnya Bersama Iran dan ASEAN Sebagai Mitra Potensial
» Harga Ekspor Karet Indonesia Anjlok
» Produksi Kelapa Sawit Diprediksi Capai 22 Juta Ton
» Indonesia Diharapkan Mulai Menghasilkan CBM di Kuartal Kedua 2011
» Pemerintah Tawarkan Investor Kembangkan Perkebunan Kapas



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)
Dalam kancah persaingan global di ranah ekonomi di kawasan Asia Pasifik dewasa ini, praktis dikuasai oleh tiga negara adikuasa di bidang ekonomi: Amerika Serikat, Republik Rakyat ...

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

Lihat lainya »
   Arsip
Goldman Sachs: Inggris akan resesi di 2017

Pengampunan Pajak Bisa Jadi Modus Baru Pengusaha 'Nakal'

Bagaimana Kita Memaknai Keluarnya Inggris dari Keanggotaan Uni Eropa?

'Indonesia Butuh Kedaulatan Cyber untuk Bendung Radikalisme'

Putin Kunjungi Cina Bahas Perluasan Kerja Sama Bilateral

Hapus Diskriminasi!

Omar Mateen: Produk Wahabi dan Kebijakan Luar Negeri AS

Ejaan dan Strategi Pengembangan Bahasa Jawa

Putuskan Nasib di Eropa, Erdogan Ingin Referendum

"Krisis Semantik" Pada Kata Demokrasi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »