» Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya » Ukraina Berpotensi Bangkitkan Kembali Statusnya Sebagai Negara Nuklir » Membaca Darurat Energi dari Perspektif Geopolitik » Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014) » Presiden Jokowi Dalam Telikungan Neoliberalisme di APEC, G20 dan KTT ASEAN


Industri Strategis
21-03-2011
Thailand dan Indonesia Akan Bekerjasama dalam Bidang Pertanian
Penulis : Rachmat Adhani/GFI

Sejumlah utusan Thailand mengundang pengusaha swasta di Jawa Timur untuk melakukan kerjasama dalam bidang pertanian yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama bilateral antara kedua negara, kata Duta Besar Thailand untuk Indonesia.


"Salah satu kerjasamanya adalah dalam bentuk pengembangan teknologi pertanian," kata Thanatip Upatising, Duta Besar Thailand untuk Indonesia ketika mengunjungi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Thanatip mengatakan Indonesia masih menghadapi banyak masalah dalam hal tanaman pangan sedangkan masih ada beberapa faktor yang harus didahulukan untuk masa depan, yaitu makanan pokok, energi, dan suplai air. "Sementara itu, Indonesia telah kehilangan sekitar 27,5 miliar hektar lahan produktif yang berpotensi menjadi basis agribisnis," katanya.

Dia memperkirakan bahwa Thailand dapat membantu melakukan konversi lahan pertanian apabila kawasan produktif menurun, sehingga pemerintah dapat meningkatkan produksi tanaman. "Apabila tanaman padi mencapai 800 ton per hektar, idealnya itu harus meningkat menjadi 1.000 ton per hektar," katanya.

Mengomentari soal sistem dan pengelolaan tanaman pangan yang lemah di Indonesia, ia mengatakan, kondisi tersebut disebabkan oleh produksi pertanian yang tidak seimbang. "Padahal potensi untuk dikembangkan sebenarnya cukup besar," katanya.

Karena itu, ia menambahkan, Indonesia bisa belajar teknologi pertanian dari Thailand yang juga akan belajar dari Indonesia untuk inovasi baru karena Indonesia adalah negara terpadat di ASEAN.

"Selain itu, pertumbuhan ekonomi akan cepat sehingga dapat menarik negara-negara lain seperti negara saya untuk memperkuat kemitraan perdagangan," katanya.

Ia mengatakan Indonesia dan Thailand telah membangun kemitraan dalam 60 tahun terakhir, khususnya dalam bidang perdagangan. Dia berharap kerjasama ini dapat ditingkatkan meskipun pengelolaan beras masih di bawah kontrol Bulog.

"Selain itu, kedua negara bisa saling mendukung jika salah satu kekurangan persediaan makanan," katanya. Dia menambahkan bahwa pada tahun 2009 hubungan perdagangan antara kedua negara mencapai 7,5 miliar dolar AS, dan dari Januari sampai dengan September 2010 telah meningkat signifikan menjadi 10 miliar dolar AS. (blg/ant/bis)



Artikel Terkait
» China Membeli 653 Hak Standar Nasional Indonesia
» Strategi Energi Rusia 2030 dan Aliansi Strategisnya Bersama Iran dan ASEAN Sebagai Mitra Potensial
» Harga Ekspor Karet Indonesia Anjlok
» Produksi Kelapa Sawit Diprediksi Capai 22 Juta Ton
» Indonesia Diharapkan Mulai Menghasilkan CBM di Kuartal Kedua 2011
» Pemerintah Tawarkan Investor Kembangkan Perkebunan Kapas



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)
Pertemuan Presiden Jokowi-Putin di  Beijing 10 November 2014, sepertinya jauh lebih strategis dan menjanjikan bagi Indonesia untuk dipertimbangkan, jika kerjasama dengan negara  beruang merah tersebut didasarkan ...

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Drone, Pelanggaran Hukum Kemanusiaan Internasional?

Meluruskan Konsepsi Ketahanan Nasional NKRI

Pembelian 3 Unit Pesawat Drone Tidak Sesuai Dengan Anatomi dan Kebutuhan Nyata Pertahanan Nasional RI

Presiden Terpilih Jokowi Harus Jelaskan Apa Pentingnya Penggunaan Drone Bagi Pertahanan Nasional RI

Lihat lainya »
   Arsip
Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya

Menanti Kehadiran Komisi Ideologi Pancasila

Menhan Cina-Rusia Bertemu Bahas Pengaruh AS di Asia-Pasifik

Rekam Jejak Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas Jokowi

Putin dan Kekhawatirannya atas Krisis di Ukraina

Diskusi BBM dan KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL

Urgensi Kartu Jitu Ala Jokowi

Reformasi Sistem Birokrasi di Era Jokowi

Akselerasi Pelayanan Birokrasi Pemerintahan Jokowi

Kemlu RI Himbau WNI Tidak Mengikuti Wajib Militer di Luar Negeri

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »