» Meneropong “Kebijakan Standar Ganda” Amerika Serikat Terkait Pelanggaran Hak-Hak Asasi Manusia Terhadap Papua-Indonesia dan Ukraina (Sebuah Studi Perbandingan) » "Sebuah Pelajaran dari British Exit" » Bagaimana Kita Memaknai Keluarnya Inggris dari Keanggotaan Uni Eropa? » Saatnya Indonesia Bangun Kerjasama Strategis Dengan Uni Ekonomi Euroasia (UEE) Di Luar Skema TPP Amerika Serikat maupun RCEP Cina » Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)


Hankam
11-06-2009
Militer Cina
Mewaspadai Meningkatnya Kekuatan Militer Cina
Penulis : Tim Riset Global Future Institute (GFI)

Di tengah kemungkinan berkecamuknya perang di Semananjung Korea antara Korea Selatan dan Utara, peran Republik Rakyat Cina tidak bisa dianggap enteng. Memang dari segi teknologi militer, belum secanggih Amerika Serikat. Namun mengingat anggaran militernya yang hampir mencapai 700 triliun lebih, maka kekuatan militer Cina sangat layak untuk diwaspadai.


Bahkan Australiapun yang notabene merupakan negara anggota Persemakmuran (Common Wealth) yang berada dalam pengaruh Kerajaan Inggris, ternyata juga meningkatkan anggaran militernya sekitar 72 miliar dolar Amerika Serikat karena melihat adanya ancaman dari Cina.

Berikut adalah data kekuatan militer Cina yang berhasil di himpun oleh tim riset Global Future Institute(GFI).

Tentara Aktif berjumlah 2.255.000(dua juta duaratus limapuluh lima ribu) orang. Tentara cadangan, 800.000(delapan ratus ribu) orang. Paramiliter aktif 3.969.000(tiga juta sembilanratus enampuluh sembilan ribu) orang.

Angkatan Darat, Cina memiliki senjata bebasis darat sejumlah 31.300, tank sejumlah 8200, kendaraan pengangkut pasukan sebesar 5000, meriam sejumlah 14.000, senjata pendorong 1.700, sistem peluncur roket 2.400, mortir sejumlah 16.000, senjata kendali anti tank 6500, dan senjata anti-pesawat 7.700.

Di matra laut, Cina pun cukup berjaya. Kapal perang, berjumlah 760 unit, kapal pengangkut 1822 unit, pelabuhan utama 8, pengangkut pesawat 1 unit, kapal penghancur 21 unit, kapal selam 68 unit, fregat 42, kapal patroli pantai 368 unit 6, kapal penyapu ranjau sekitar 39 unit, dan kapal amphibi sekitar 121 unit.

Angkatan Udara, Cina punya jumlah pesawat 1900 unit. Cukup menakjubkan. Helikopter 491 unit, lapangan udara 67 unit.

Tim Riset Global Future Institute (GFI)



Artikel Terkait
» Panduan Kebijakan pertahanan Jepang Terbaru Usulkan Perkuatan Peralatan & Personil
» Sayeret Golani: Infateri Elit Andalan Israel
» Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
» Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya
» India Semakin Berjaya di Bidang Pertahanan
» Menakar Kekuatan Angkatan Bersenjata Australia
» Mengenal Profil Intelijen dan Pasukan Khusus Australia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)
Dalam kancah persaingan global di ranah ekonomi di kawasan Asia Pasifik dewasa ini, praktis dikuasai oleh tiga negara adikuasa di bidang ekonomi: Amerika Serikat, Republik Rakyat ...

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

Lihat lainya »
   Arsip
Goldman Sachs: Inggris akan resesi di 2017

Pengampunan Pajak Bisa Jadi Modus Baru Pengusaha 'Nakal'

Bagaimana Kita Memaknai Keluarnya Inggris dari Keanggotaan Uni Eropa?

'Indonesia Butuh Kedaulatan Cyber untuk Bendung Radikalisme'

Putin Kunjungi Cina Bahas Perluasan Kerja Sama Bilateral

Hapus Diskriminasi!

Omar Mateen: Produk Wahabi dan Kebijakan Luar Negeri AS

Ejaan dan Strategi Pengembangan Bahasa Jawa

Putuskan Nasib di Eropa, Erdogan Ingin Referendum

"Krisis Semantik" Pada Kata Demokrasi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »