» Arah Krisis Ukraina dan Pelajaran Berharga Bagi Indonesia » Liem Soe Liong, Mochtar Riyadi dan The Chinese Culture Heritage Center (TCCHC) » Q&A: Benarkah Yahudi itu Beda Dengan Zionis? » Membaca Ulang Perang Asimetris di Indonesia Melalui Isu: Indosat, WTO dan Laut China Selatan » Membaca Tanda-tanda Zaman dalam Pilpres 2014


Industri Strategis
08-12-2010
Indonesia - China Tandatangani Perjanjian di Sektor Energi dan Pertambangan
Penulis : Rachmat Adhani/GFI

Sejumlah perusahaan Indonesia dan Cina di Shanghai, China, menandatangani enam nota kesepahaman di bidang energi dan pertambangan sebagai bagian dari 27 nota kesepahaman yang ditandatangani oleh kedua negara di berbagai bidang.


Perjanjian kerjasama itu ditandatangani di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan juga dihadiri oleh lebih dari 500 peserta dari kalangan pemerintah, asosiasi industri dan pengusaha di berbagai sektor dari Indonesia dan China.

Keenam perjanjian kerjasama di antaranya perjanjian antara Shanghai Know-How Marine Equipment dan PT Pertamina untuk mendistribusikan minyak pelumas laut Pertamina. Area pemasaran yaitu di China dengan nilai penjualan sebesar USD 600 ribu per tahun. Kedua belah pihak juga menetapkan target penjualan sebesar USD 1,5 juta per tahun pada tahun kedua.

Kerjasama lain yaitu pengelolaan proyek pengeboran minyak Madura Strait PSC di Selat Madura, Jawa Timur. Kerjasama tersebut melibatkan tiga perusahaan yaitu Samudera Energy, CNOOC Ltd, dan Husky Oil. Sedangkan perusahaan pertambangan PT Aneka Tambang akan bekerjasama dengan Hangzhou Jinjiang Group Co Ltd untuk melakukan proyek eksplorasi, eksploitasi dan pengembangan bauksit.

Sementara itu, Jinchuan Group Ltd ingin membangun pabrik nikel di Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi sebesar USD 2 miliar bekerja sama dengan PT Barong Baragas Energy. Kerjasama lainnya adalah pembangkit listrik dan eksploitasi nikel senilai USD 700 juta antara PT Bumi Makmur Selaras dan Hanking Industrial Group.

Kerjasama eksploitasi nikel juga akan dilakukan oleh PT Indonesia Mitra Jaya dan Super Power International Holding Ltd di Pulau Seram. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang juga ikut menyaksikan penanda-tanganan perjanjian mengatakan kerjasama ini akan membuka peluang bagi Indonesia untuk menerima transfer teknologi dan meningkatkan nilai jual produk dalam negeri.

Bangun Pabrik Baja di Kalimantan Selatan

Di saat yang sama Wuhan Iron and Steel Corporation (Wisco Group), pembuat baja ketiga terbesar China, berencana untuk membangun pabrik baja di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, bekerjasama dengan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO).

Perusahaan China tersebut akan segera mengirimkan asisten presiden direktur perusahaan untuk membahas rencana dengan Bupati Kotabaru Irhami Ridjani. Wuhan Iron and Steel Corporation memproduksi 30 juta metrik ton baja per tahun.

Sementara itu Grup SILO telah berpengalaman menjalankan sejumlah industri bijih besi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bahan baku poduksi baja. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku SILO Group memiliki industri bijih besi di Manila dan Indonesia.

Ketika rencana pembangunan pabrik baja di Kotabaru selesai semua produksi bijih besi SILO Group akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan untuk bahan baku untuk memproduksi baja Wisco Group. (dni/blg/xin/jgb)



Artikel Terkait
» Indonesia Desak Negara Konsumen Hentikan Pembelian Kayu Ilegal
» Iran Sanjung Hubungan Dengan China Jelang Pembicaraan Nuklir
» Waspadai Investor Asing Kuasai Industri Strategis
» Kecepatan Rata-rata Koneksi Internet Indonesia Terburuk di ASEAN?
» Penandatangan Proyek Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway senilai US$ 3 Milyar Untuk Jawa Barat
» Iran Seriusi Misi Ruang Angkasa
» Prancis dan China Akan Bentuk Kemitraan Tenaga Nuklir
» Konperensi Energi: Membuka Peluang Peningkatan Kerjasama Energi Indonesia - Jerman



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Membaca Ulang Perang Asimetris di Indonesia Melalui Isu: Indosat, WTO dan Laut China Selatan
Dunia kini telah menjelma menjadi sebuah kampung kecil. Teknologi satelit telah menembus batas-batas negara. Status negara bangsa kini telah semakin kehilangan makna digerus oleh eksistensi organisasi-organisasi ...

Presiden Baru untuk Daulat Pertanian, Perkebunan dan Pangan

PP No 01/2014 Pintu Masuk SBY Beri Monopoli dan Hak Istimewa Kepada Freeport dan Newmont

Skenario di Atas Skenario

Terungkapnya 39 Dokumen Kejahatan Perang Jepang di Cina, Inspirasi bagi Perjuangan Para Advokator Ianfu Indonesia

Shinzo Abe: Personifikasi Kebangkitan Ultra Nasionalisme Jepang? (Bagian Kedua)

Lihat lainya »
   Arsip
Sampai Kapan Kita Terus Dibohongi Rezim AS?

44 Prajurit TNI AL Berangkat ke Inggris Jemput KRI Usman-Harun

ISIS Ciptaan AS

Xi Jinping Kunjungi Venezuela untuk Upayakan Kesepakatan Energi

Jangan Sampai Politisasi Merusak Kebhinnekaan Kita

Presiden Baru Harapan Baru, Junjung Tinggi dan Hormati Demokrasi Indonesia

Kunjungan Bill Clinton di Hari Real Count KPU

Chili Hentikan Negosiasi, Hendak Tarik Kedubes dari Tel Aviv

Mengawal Suara Tanpa Perlu Menjadi Ahli IT

Penyambutan Garuda Indonesia sebagai Anggota ke-20 Sky Team di Osaka

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »