» Dunia Tiga Sisi » Pemerintah Jokowi-JK Harus Segera Cabut UU No 7/2004 Tentang Sumber Daya Air » Amerika Serikat Dukung Bangkitnya Kembali Kekuatan Militer Jepang » Menyorot Politik HAM Belanda di Indonesia » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya


Industri Strategis
21-08-2010
Kamboja: Energi Nuklir
Kamboja Bidik Nuklir Sebagai Energi Masa Depan

Kamboja sedang membidik tenaga nuklir sebagai sumber energi masa depan guna memenuhi kebutuhan domestik yang meningkat, walau konstruksi instalasi tersebut masih lama, kata pejabat tinggi pemerintah pada Jumat.


Ilmuwan Kamboja sudah memulai untuk meneliti teknologi nuklir dalam upaya untuk mengimbangi negara tetangga di kawasan Asia Tenggara yang berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dalam beberapa tahun ke depan, kata Menteri Luar Negeri, Ith Praing, di Kementerian Energi, Sumber Daya dan Mineral Kamboja.

"Energi nuklir merupakan kemungkinan karena negara tetangga kami melakukan juga, jadi kami sudah meneliti dan melihat seberapa berbahaya teknologi tersebut," kata Ith Praing kepada Reuters.

"Masih jauh supaya mencapai tujuan, bahkan pada 2030, kami belum dapat menggunakan seluruh sumber daya kami," tambahnya.

Ith Praing mengatakan hasil peninjauan dari besarnya biaya program energi nuklir belum ditentukan dan pemerintahnya masih terfokus pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Kamboja pada tahun lalu menyatakan keinginan untuk menarik investasi asing sebesar sekitar tiga milyar dolar untuk membiayai pembangunan enam PLTA pada 2018.

Viet Nam, yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN, bulan lalu menyerukan pada anggota negaranya untuk mempertimbangkan penggunaan energi nuklir untuk kepentingan damai saat Asia menghadapi peningkatan kebutuhan energi untuk menjalankan pertumbuhan ekonomi.

Korporasi Energi Atom Negara Rusia telah menawarkan untuk membantu negara anggota ASEAN membangun PLTN dan mengembangkan penggunaan yang aman di kawasan yang sebelumnya sudah diestimasi kebutuhan dasar energi akan meningkat 2,5 persen pertahun hingga 2030.

Tetangga Kamboja, Viet Nam, berencana untuk membangun PLTN pada 2014 dengan menggunakan teknologi Rusia, menurut laporan surat kabar negara pada Juni.

Thailand sedang mencari cara untuk mengembangkan tenaga nuklir untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam dan berencana akan membangun empat PLTN masing-masing 1.000 MW dengan total biaya sekitar delapan milyar dolar AS.

Dua dari instalasi tersebut diharapkan untuk memproduksi energi pada 2020 dan sisa dua lainnya pada 2021. (ANTARA/Reuters)


Sumber :Antaranews.com
Artikel Terkait
» Dubes Iran di Rusia: Informasi Baru Nuklir Tehran Bingungkan Barat
» Salehi: Iran Siap Bangun 10 Pusat Pengayaan Uranium Baru
» Iran Konfirmasikan Peluncuran Pusat Pembangkit Tenaga Nuklir Pertama
» Menghapus Mitos Mengenai Minyak Kelapa Sawit Indonesia
» BAPETEN: Tak Ada Uranium di Freeport
» Iklim Investasi Minyak Segera Diperbaiki
» IAEA: Indonesia Sudah Siap Miliki Nuklir
» Awas, Perusahaan Israel Susupi Telkomsel
» PM Suriah Kagumi Produk Indonesia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Mengingatkan Kembali Tiga Kejahatan Perang Jepang di Indonesia
Kejahatan perang tentara Jepang di Indonesia antara 1942-1945 merupakan sejarah hitam  yang tidak boleh kita lupakan. Adanya kebijakan pemerintahan fasisme Jepang di Indonesia yang secara sistematis ...

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Lihat lainya »
   Arsip
Dunia Tiga Sisi

Freeport Makin Bikin Repot

Sarpin Efek : Merekonstruksi Payung Keadilan dalam Era Baru Rechstaat

Apa yang Dilakukan AS di Yaman?

Ingin menjadi Orang Barat tapi Kok Palsu

Satgas Pamtas RI-PNG bantu SD Inpres di Papua

Pembantaian Westerling dan Puputan Margarana, Bali: Australia Dan Inggris Ikut Bertanggungjawab

China-AS Ribut Soal Wilayah yang Disengketakan

Jepang Akui Niue Sebagai Negara

Hampir 40.000 Warga Burundi Mengungsi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »