» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Industri Strategis
21-08-2010
Kamboja: Energi Nuklir
Kamboja Bidik Nuklir Sebagai Energi Masa Depan

Kamboja sedang membidik tenaga nuklir sebagai sumber energi masa depan guna memenuhi kebutuhan domestik yang meningkat, walau konstruksi instalasi tersebut masih lama, kata pejabat tinggi pemerintah pada Jumat.


Ilmuwan Kamboja sudah memulai untuk meneliti teknologi nuklir dalam upaya untuk mengimbangi negara tetangga di kawasan Asia Tenggara yang berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dalam beberapa tahun ke depan, kata Menteri Luar Negeri, Ith Praing, di Kementerian Energi, Sumber Daya dan Mineral Kamboja.

"Energi nuklir merupakan kemungkinan karena negara tetangga kami melakukan juga, jadi kami sudah meneliti dan melihat seberapa berbahaya teknologi tersebut," kata Ith Praing kepada Reuters.

"Masih jauh supaya mencapai tujuan, bahkan pada 2030, kami belum dapat menggunakan seluruh sumber daya kami," tambahnya.

Ith Praing mengatakan hasil peninjauan dari besarnya biaya program energi nuklir belum ditentukan dan pemerintahnya masih terfokus pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Kamboja pada tahun lalu menyatakan keinginan untuk menarik investasi asing sebesar sekitar tiga milyar dolar untuk membiayai pembangunan enam PLTA pada 2018.

Viet Nam, yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN, bulan lalu menyerukan pada anggota negaranya untuk mempertimbangkan penggunaan energi nuklir untuk kepentingan damai saat Asia menghadapi peningkatan kebutuhan energi untuk menjalankan pertumbuhan ekonomi.

Korporasi Energi Atom Negara Rusia telah menawarkan untuk membantu negara anggota ASEAN membangun PLTN dan mengembangkan penggunaan yang aman di kawasan yang sebelumnya sudah diestimasi kebutuhan dasar energi akan meningkat 2,5 persen pertahun hingga 2030.

Tetangga Kamboja, Viet Nam, berencana untuk membangun PLTN pada 2014 dengan menggunakan teknologi Rusia, menurut laporan surat kabar negara pada Juni.

Thailand sedang mencari cara untuk mengembangkan tenaga nuklir untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam dan berencana akan membangun empat PLTN masing-masing 1.000 MW dengan total biaya sekitar delapan milyar dolar AS.

Dua dari instalasi tersebut diharapkan untuk memproduksi energi pada 2020 dan sisa dua lainnya pada 2021. (ANTARA/Reuters)


Sumber :Antaranews.com
Artikel Terkait
» Dubes Iran di Rusia: Informasi Baru Nuklir Tehran Bingungkan Barat
» Salehi: Iran Siap Bangun 10 Pusat Pengayaan Uranium Baru
» Iran Konfirmasikan Peluncuran Pusat Pembangkit Tenaga Nuklir Pertama
» Menghapus Mitos Mengenai Minyak Kelapa Sawit Indonesia
» BAPETEN: Tak Ada Uranium di Freeport
» Iklim Investasi Minyak Segera Diperbaiki
» IAEA: Indonesia Sudah Siap Miliki Nuklir
» Awas, Perusahaan Israel Susupi Telkomsel
» PM Suriah Kagumi Produk Indonesia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »