English     Indonesia  
Menu Rubrik
Internasional
Politik
Asean
Analisis
Hukum
Ekonomi dan Bisnis
Industri Strategis
Hankam
Sosial Budaya
Lingkungan Hidup
Kesehatan
Wawancara Khusus
Gaya Hidup
Diplomasi
Komentar Pembaca
Ucapan Puasa
Departemen Luar Negeri RI
PBNU
ISAFIS
Selamatkan Indonesia
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
Informasi Wisata Bali
Anggia Putri Nilasari
World Future Online
Budaya Sunda
   Artikel Pilihan
No data yet
   Jajak Pendapat
Membentuk kekuatan baru selain PBB guna menekan Israel membuka blokade atas Gaza?
Sangat Perlu
Perlu
Tidak Perlu
Tidak Tahu
   
Dirgahayu RI
Internasional
31-07-2010
Lima Gerilyawan Taliban Dikeluarkan Dari Daftar Sanksi PBB

Lima anggota Taliban, termasuk seorang bekas duta besar Afghanistan untuk PBB, telah dikeluarkan dari daftar sanksi terorisme organisasi dunia itu, kata misi Austria di PBB, Jumat.


Kelima anggota Taliban itu adalah Abdul Satar Paktin, Abdul Hakim Mujahid Muhammad Awrang, bekas duta besar Afghanistan untuk PBB, Abdul Salam Zaeef, pengarang "My Life with the Taliban" dan dua pejabat yang sekarang telah meninggal.

Austria memimpin panel Dewan Keamanan PBB yang mempertahankan daftar perorangan dan kelompok yang terkait dengan Al Qaida dan Taliban.

Panel itu akan merampungkan peninjauannya kembali atas daftar hitam tersebut, yang hingga sekarang telah mendaftar 137 warga Afghanistan, Sabtu dan akan mengungkapkan hasi penuhnya Senin.

Orang-orang dalam daftar itu merupakan sasaran pembekuan aset, larangan perjalanan dan embargo senjata.

Sebagai bagian dari upayanya untuk mendorong rekonsiliasi nasional, Presiden Afghanistan Hamid Karzai telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan nama sejumlah anggota Talian yang tidak terkait dengan Al Qaida dari daftar hitam teror itu.

Pemerintah Karzai telah menetapkan syarat bagi pembicaraan damai dengan gerilyawan Taliban: meminta gerilyawan untuk meninggalkan kekerasan, menerima konstitusi Afghanistan dan memutuskan hubungan dengan Al Qaida.

Afghanistan menurut laporan telah mengusahakan dikeluarkannya sebanyak 50 bekas pejabat Taliban dari daftar hitam itu, yang memuat hampir 500 nama, termasuk sejumlah orang yang sekarang sudah meninggal.

Januari lalu, panel sanksi itu telah mengeluarkan lima pejabat penting Taliban dari daftarnya.

Kelima orang yang dicabut dari daftar itu adalah Abdul Wakil Mutawakil, yang adalah menteri luar negeri di bawah rezim Taliban yang sudah dijatuhkan, dan Faiz Mohammad Faizan, mantan wakil menteri perdagangan. Kemudian, Shams-us-Safa, seorang bekas pejabat kementerian luar negeri, Mohammad Musa, wakil menteri perencanaan dan Abdul Hakim, mantan wakil menteri urusan perbatasan.

Daftar hitam PBB itu dibuat berdasar Resolusi 1267 Dewan Keamanan PBB, yang disahkan pada Oktober 1999 untuk tujuan mengawasi pelaksanaan sanksi yang dijatuhkan terhadap Afghanistan yang dikuasai Taliban karena dukungannya pada jaringan ekstrimis pimpinan Osama bin Laden.

Berdasarkan resolusi itu, negara-negara anggota PBB diminta untuk menerapkan larangan perjalanan, pembekuan aset dan embargo senata terhadap perorangan atau entitas yang berhubungan dengan Al Qaida, bin Laden dan/atau Taliban.

Daftar hitam PBB dengan semua catatannya bisa didapat di Internet, http://www.un.org/sc/committees/1267/index.sbtml.


Sumber :Antaranews.com
Artikel Terkait
» China Luncurkan Pemetaan Satelit Resolusi-Tinggi Pada 2011
» Ahmadinejad: Barat Salah Kaprah Memandang Masyarakat
» Obama Remehkan Kebocoran Dokumen Perang Afghanistan
» Kongres AS Adili Obama Soal Perang Afghanistan
» Pers: AS Hendaknya Segera Respon Usulan Perdamaian Korut
» Amalthea, Konspirasi Baru Israel dengan Tiga Kejanggalan
» Ini Dia Kelompok Yahudi Anti-Zionis!
» IRAN: Sanksi EU Tak Akan Merusak IRAN
» Gelombang Anti Zionis di Turki
» Analis Pakistan Serukan AS Ubah Strategi Terhadap Iran



Cari :
Nash of Journalism School
   Isu Hangat »
Bangkitnya Kembali Militerisme Jepang di Asia Pasifik Sudah Diambang Pintu
Ada satu perkembangan yang cukup mencemaskan di Jepang dalam beberapa bulan terakhir ini. Issui-kai, atau Masyarakat Rabu" ("Wednesday Society"), dibentuk pada 1970-an oleh para penggemar novelis ...

Mewaspadai Meningkatnya Kekuatan Militer Cina (Bagian 2)

Deklarasi Konferensi PD II DI Kuala Lumpur

The Malaysian Experience & Hope For The Future

Japan as an Independent Player in an out of control Asia

Pernyataan GFI pada Konferensi Internasional tentang Perang Dunia II di KL

Lihat lainya »
   Arsip
Invasi Berakhir, Stimulus Bergulir

Risiko Bayangi Pelonggaran Kredit di AS

Obama Hadapi Tantangan Terberat Mereformasi Perbankan

Alunan Angklung di Kampus Lebanon

60 Tewas Akibat Demam Berdarah di Honduras

Mahmoud Abbas : Israel Harus Bekukan Pemukiman Yahudi

Korut Berusaha Tingkatkan Hubungan Militer dengan China

Gamelan Bali Getarkan Jantung Seni Musik Rusia

Perang Gaza, Perang Gas

Kritik untuk EraMuslim Lagi: Mengapa AS Menyerang Irak?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Travis Heerman
Petualangan Seorang Pendekar Jepang

PADA tahun 1960-an dan 1970-an, komik mengalami masa kejayaan di Indonesia. Sejumlah komikus menghasilkan pelbagai cerita yang menarik minat masyarakat. Para pendekar dari dunia imajinasi pun menjadi panutan orang-orang di dunia nyata. Sosok mereka—sebut saja misalnya Si Buta dari Goa Hantu, Panji Tengkorak, Pendekar Bambu Kuning, Si Pitung, dan Jaka Sembung—menjadi legenda.

Lihat Lainnya »

© 2008 - 2010 theglobal-review.com All rights reserved