English     Indonesia  
Menu Rubrik
Internasional
Politik
Asean
Analisis
Hukum
Ekonomi dan Bisnis
Industri Strategis
Hankam
Sosial Budaya
Lingkungan Hidup
Kesehatan
Wawancara Khusus
Gaya Hidup
Diplomasi
Komentar Pembaca
Ucapan Puasa
Departemen Luar Negeri RI
PBNU
ISAFIS
Selamatkan Indonesia
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
Informasi Wisata Bali
Anggia Putri Nilasari
World Future Online
Budaya Sunda
   Artikel Pilihan
No data yet
   Jajak Pendapat
Membentuk kekuatan baru selain PBB guna menekan Israel membuka blokade atas Gaza?
Sangat Perlu
Perlu
Tidak Perlu
Tidak Tahu
   
Dirgahayu RI
Hukum
30-07-2010
Kekerasan Terhadap Wartawan
AJI: Usut Kematian Wartawan Merauke

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo, meminta pihak kepolisian di Merauke, Papua, untuk mengusut hingga tuntas penyebab kematian Ardiansyah Matra`is, wartawan TV lokal di wilayah itu.


Ketua AJI Gorontalo, Cristopel Paino, Jumat (30/7) mengatakan, polisi harus mengembangkan kasus itu dan berani melihat kemungkinan-kemungkinan, kematian korban tidak wajar.

Pasalnya, menurut Christopel , beberapa hari sebelumnya, ada pesan pendek berbau teror yang nyasar pada ponsel hampir seluruh wartawan di Merauke.

Christopel menegaskan, Polisi harus menelusuri siapa penyebar teror melalui pesan pendek telepon seluler yang berisi ancaman itu.

Seperti yang diberitakan oleh sejumlah media nasional,jenazah Ardiansyah Matra`is ditemukan terapung di sungai sekitar Gudang Arang `Merauke`, dalam kondisi telanjang pada Jumat (30/7), pukul 06.30 Waktu Indonesia Tengah (WIT). Ardiansyah, sebelumnya dikabarkan hilang sejak Rabu Malam (28/7/2010).

Kasus kekerasan terhadap wartawan masih kerap terjadi, baik hanya sekedar ancaman teror sampai kekerasan yang menyebabkan kematian, seperti halnya yang dialami Muhammad Syaifullah, kepala biro kompas wilayah Kalimantan.



Artikel Terkait
» Kejagung Siap Hadapi Gugatan Yusril
» Yusril Sinyalir Kasusnya Dimunculkan untuk Alihkan Kasus Century
» Indonesia - Uni Eropa Tegaskan Nilai Bersama Peningkatan Kerjasama HAM
» Aliran Janggal Rekening Jenderal
» Saluran Aspirasi, Bukan Dana Aspirasi
» Modus Baru Pebisnis Untuk Menyuap Para Pejabat
» Gagasan Mahkumjapol Bukan Terobosan Yang Tepat Untuk Tanggulangi Kebuntuan Penegakan Hukum
» Mafia Hukum Bukan Persoalan Baru
» Mengharap Sosok Hoegeng Di Institusi Polri
» Perubahan UU Perindustrian No.5/1984 Harus Mendorong Perekonomian Rakyat



Cari :
Nash of Journalism School
   Isu Hangat »
Bangkitnya Kembali Militerisme Jepang di Asia Pasifik Sudah Diambang Pintu
Ada satu perkembangan yang cukup mencemaskan di Jepang dalam beberapa bulan terakhir ini. Issui-kai, atau Masyarakat Rabu" ("Wednesday Society"), dibentuk pada 1970-an oleh para penggemar novelis ...

Mewaspadai Meningkatnya Kekuatan Militer Cina (Bagian 2)

Deklarasi Konferensi PD II DI Kuala Lumpur

The Malaysian Experience & Hope For The Future

Japan as an Independent Player in an out of control Asia

Pernyataan GFI pada Konferensi Internasional tentang Perang Dunia II di KL

Lihat lainya »
   Arsip
Invasi Berakhir, Stimulus Bergulir

Risiko Bayangi Pelonggaran Kredit di AS

Obama Hadapi Tantangan Terberat Mereformasi Perbankan

Alunan Angklung di Kampus Lebanon

60 Tewas Akibat Demam Berdarah di Honduras

Mahmoud Abbas : Israel Harus Bekukan Pemukiman Yahudi

Korut Berusaha Tingkatkan Hubungan Militer dengan China

Gamelan Bali Getarkan Jantung Seni Musik Rusia

Perang Gaza, Perang Gas

Kritik untuk EraMuslim Lagi: Mengapa AS Menyerang Irak?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Travis Heerman
Petualangan Seorang Pendekar Jepang

PADA tahun 1960-an dan 1970-an, komik mengalami masa kejayaan di Indonesia. Sejumlah komikus menghasilkan pelbagai cerita yang menarik minat masyarakat. Para pendekar dari dunia imajinasi pun menjadi panutan orang-orang di dunia nyata. Sosok mereka—sebut saja misalnya Si Buta dari Goa Hantu, Panji Tengkorak, Pendekar Bambu Kuning, Si Pitung, dan Jaka Sembung—menjadi legenda.

Lihat Lainnya »

© 2008 - 2010 theglobal-review.com All rights reserved