English     Indonesia  
Menu Rubrik
Internasional
Politik
Asean
Analisis
Hukum
Ekonomi dan Bisnis
Industri Strategis
Hankam
Sosial Budaya
Lingkungan Hidup
Kesehatan
Wawancara Khusus
Gaya Hidup
Diplomasi
Komentar Pembaca
Ucapan Puasa
Departemen Luar Negeri RI
PBNU
ISAFIS
Selamatkan Indonesia
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
Informasi Wisata Bali
Anggia Putri Nilasari
World Future Online
Budaya Sunda
   Artikel Pilihan
Mengutuk Keras Negara-Negara Agresor Perang Dunia Kedua yang Bermaksud Menulis Ulang Keterlibatannya Dalam Kejahatan Perang
Konferensi  Internasional tentang Perang Dunia Kedua berlangsung di Kuala Lumpur, Kamis, 13 Mei 2010. Pertemuan yang diprakarsai oleh World Future Online tersebut, menghadirkan ...

Lihat lainya »
   Jajak Pendapat
Membentuk kekuatan baru selain PBB guna menekan Israel membuka blokade atas Gaza?
Sangat Perlu
Perlu
Tidak Perlu
Tidak Tahu
   
Dirgahayu RI
Internasional
30-07-2010
China Luncurkan Pemetaan Satelit Resolusi-Tinggi Pada 2011

China akan meluncurkan stereoskopis pemetaan satelit resolusi tinggi pertama untuk penggunaan sipil pada setengah tahun kedua 2011, kata Biro Survei dan Pemetaan Negara Kamis.


Biro mengatakan, ZY-3 akan dikirim ke luar angkasa oleh peluncur roket Long March-4B dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di China utara.

Satelit tersebut diperkirakan akan "memberikan sumber data untuk survei dan pemetaan pada skala 1:50.000 yang stabil dan dapat diandalkan."

ZY-3 adalah untuk memberikan pemetaan bisa digunakan di sektor skala-luas seperti pencegahan dan pengurangan bencana, pelestarian air, pertanian, kehutanan, perlindungan lingkungan, rencana dan pembangunan perkotaan, komunikasi dan pertahanan nasional.

Biro juga bekerjasama dengan Perhimpunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Luar Angakasa China untuk riset dan pengembangan satelit-satelit generasi mendatang setelah ZY-3. Proyek ZY-3 dimulai pada Maret 2008.

Tiga stasiun bumi di Bejing, Kashgar di Wilayah Otonomi Uygur Xinhiang barat-jauh dan Sanya, di provinsi pulau paling selatan Hainan, akan menerima dan mengirimkan data satelit.


Sumber :Antaranews.com
Artikel Terkait
» Ahmadinejad: Barat Salah Kaprah Memandang Masyarakat
» Obama Remehkan Kebocoran Dokumen Perang Afghanistan
» Kongres AS Adili Obama Soal Perang Afghanistan
» Pers: AS Hendaknya Segera Respon Usulan Perdamaian Korut
» Amalthea, Konspirasi Baru Israel dengan Tiga Kejanggalan
» Ini Dia Kelompok Yahudi Anti-Zionis!
» IRAN: Sanksi EU Tak Akan Merusak IRAN
» Gelombang Anti Zionis di Turki
» Analis Pakistan Serukan AS Ubah Strategi Terhadap Iran
» PBB: Bantuan Ke Gaza Harus Dikirim Melalui Darat



Cari :
Nash of Journalism School
   Isu Hangat »
Bangkitnya Kembali Militerisme Jepang di Asia Pasifik Sudah Diambang Pintu
Ada satu perkembangan yang cukup mencemaskan di Jepang dalam beberapa bulan terakhir ini. Issui-kai, atau Masyarakat Rabu" ("Wednesday Society"), dibentuk pada 1970-an oleh para penggemar novelis ...

Mewaspadai Meningkatnya Kekuatan Militer Cina (Bagian 2)

Deklarasi Konferensi PD II DI Kuala Lumpur

The Malaysian Experience & Hope For The Future

Japan as an Independent Player in an out of control Asia

Pernyataan GFI pada Konferensi Internasional tentang Perang Dunia II di KL

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Tulisan, Anggota TNI AU Kritik SBY

Komandan Amerika Minta 2.000 Tentara Lagi Ke Afghanistan

Indonesia Urutan Lima Pengguna Internet

Perompak Rampok Tanker Jepang di Laut China Selatan

Pencitraan SBY vs Pencitraan Malaysia

Aquino Umumkan Idul Fitri 10 September Hari Libur

Delri Hadiri Pertemuan G-20 Speakers’ Consultation

Kapal Irlandia Akan Bergabung Dengan Flotila Kebebasan Gaza Kedua

Publik Malaysia Mulai Tunjukkan Kemarahan

Mengutuk Keras Negara-Negara Agresor Perang Dunia Kedua yang Bermaksud Menulis Ulang Keterlibatannya Dalam Kejahatan Perang

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Travis Heerman
Petualangan Seorang Pendekar Jepang

PADA tahun 1960-an dan 1970-an, komik mengalami masa kejayaan di Indonesia. Sejumlah komikus menghasilkan pelbagai cerita yang menarik minat masyarakat. Para pendekar dari dunia imajinasi pun menjadi panutan orang-orang di dunia nyata. Sosok mereka—sebut saja misalnya Si Buta dari Goa Hantu, Panji Tengkorak, Pendekar Bambu Kuning, Si Pitung, dan Jaka Sembung—menjadi legenda.

Lihat Lainnya »

© 2008 - 2010 theglobal-review.com All rights reserved